<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Positif Covid-19, Bupati Sleman Yakin Bukan Tertular dari Vaksin   </title><description>Bupati Sleman, Sri Purnomo meyakini bahwa terinfeksinya dirinya bukan dari vaksin Covid-19 yang diterimanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin"/><item><title> Positif Covid-19, Bupati Sleman Yakin Bukan Tertular dari Vaksin   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi KR Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin-Q5nHxVCnql.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Sleman, Sri Purnomo (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/510/2348849/positif-covid-19-bupati-sleman-yakin-bukan-tertular-dari-vaksin-Q5nHxVCnql.jpg</image><title>Bupati Sleman, Sri Purnomo (foto: ist)</title></images><description>SLEMAN - Bupati Sleman, Sri Purnomo meyakini bahwa terinfeksinya dirinya bukan dari vaksin Covid-19 yang diterimanya. Karena vaksin dibuat dari virus yang telah mati. Tidak ada laporan di dunia yang menyatakan virus mati di vaksin itu kembali hidup.

&amp;ldquo;Jadi saya pasti tertular. Kalau baru 1x vaksin kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk,&amp;rdquo; ujar Sri Purnomo kepada KRJOGJA.com.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Positif Covid-19 Usai Divaksin Sinovac, Bupati Sleman Sri Purnomo Demam dan Tangannya Kaku
Penjelasan tersebut sebagai upaya meluruskan informasi kesehatannya, yang berkembang menjadi informasi yang simpang siur di media sosial.

&amp;ldquo;Yang saya alami ini bukan termasuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bupati Sleman Positif Covid-19
Menurutnya, kedisiplinan memakai masker sangat penting. Termasuk mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena meskipun saya sudah divaksin, tidak berarti kebal 100%. Tidak ada vaksin atau obat yang mengobati 100%.

&amp;ldquo;Mari kita teruskan target vaksinasi sampai 70 persen masyarakat Indonesia. Dan kita tetap berjuang dengan berdisiplin protokol kesehatan agar pandemi ini berkurang,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>SLEMAN - Bupati Sleman, Sri Purnomo meyakini bahwa terinfeksinya dirinya bukan dari vaksin Covid-19 yang diterimanya. Karena vaksin dibuat dari virus yang telah mati. Tidak ada laporan di dunia yang menyatakan virus mati di vaksin itu kembali hidup.

&amp;ldquo;Jadi saya pasti tertular. Kalau baru 1x vaksin kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk,&amp;rdquo; ujar Sri Purnomo kepada KRJOGJA.com.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Positif Covid-19 Usai Divaksin Sinovac, Bupati Sleman Sri Purnomo Demam dan Tangannya Kaku
Penjelasan tersebut sebagai upaya meluruskan informasi kesehatannya, yang berkembang menjadi informasi yang simpang siur di media sosial.

&amp;ldquo;Yang saya alami ini bukan termasuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bupati Sleman Positif Covid-19
Menurutnya, kedisiplinan memakai masker sangat penting. Termasuk mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena meskipun saya sudah divaksin, tidak berarti kebal 100%. Tidak ada vaksin atau obat yang mengobati 100%.

&amp;ldquo;Mari kita teruskan target vaksinasi sampai 70 persen masyarakat Indonesia. Dan kita tetap berjuang dengan berdisiplin protokol kesehatan agar pandemi ini berkurang,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
