<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Bilang Testing Covid-19 di Indonesia Salah secara Epidemiologi, Ini Penjelasannya</title><description>Budi mengungkapkan dirinya kerap bolak-balik dites swab PCR saat akan bertemu dengan Presiden Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya"/><item><title>Menkes Bilang Testing Covid-19 di Indonesia Salah secara Epidemiologi, Ini Penjelasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya-JuPGQz7N7s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/337/2349438/menkes-bilang-testing-covid-19-di-indonesia-salah-secara-epidemiologi-ini-penjelasannya-JuPGQz7N7s.jpg</image><title>Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyebu cara pengujian atau testing untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak tepat sasaran.
Budi mengungkapkan dirinya kerap bolak-balik dites swab Polymerase Chain Reaction (PCR) saat akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, tes swab tersebut seharusnya dilakukan terhadap orang yang suspek atau pernah kontak dengan mereka yang terpapar Covid-19.
&quot;Kita tuh enggak disiplin, cara testing-nya salah, testing-nya banyak, tapi kok naik terus, habis dites orang kayak saya, setiap kali mau ketemu Presiden dites, ketemu presiden, dites, barusan saya diswab, seminggu bisa lima kali swab kalo saya masuk Istana, emang bener gitu?,&quot; ujar Budi saat mengikuti diskusi &quot;Vaksin dan Kita&amp;rdquo; yang ditayangkan oleh akun YouTube PRMN SuCi dan diakses MNC Portal pada Sabtu (23/1/2021).

&quot;Kan testing enggak gitu seharusnya, testing itu kan epidemiologi kalau kata temen-temen dokter, bukan testing mandiri, yang dites itu orang yang suspek, bukan orang mau pergi kaya Budi Sadikin menghadap Presiden,&quot; imbuhnya.
Baca juga: Indonesia Berpotensi Dapat 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Gratis
Budi menekankan, angka testing yang sesuai standar organisasi kesehatan dunia WHO, bisa dengan mudah terpenuhi oleh Indonesia bila caranya seperti itu. Namun, cara testing tersebut adalah salah dan kurang tepat sasaran.&quot;Nanti 5 kali standar WHO terpenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi  enggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi, itu yang harus  diberesin,&quot; ucapnya.
Budi berjanji sekaligus meminta seluruh pemangku kebijakan untuk  membenahi cara testing tersebut. Ia meminta agar kepala daerah juga ikut  andil dalam membenahi sistem atau cara testing di daerahnya.
&quot;Sebagian ada di tempatnya saya, urusan testing tracing-nya, walaupun  saya mesti minta bantuan Kang Emil (Gubernur Jawa Barat), karena kan  sekarang puskesmas udah enggak di bawah saya. Padahal saya harus pake  tuh puskesmas, itu di bawah gubernur, tapi gubernur bisa bilang bukan di  bawah saya juga, dibawah bupati walikota, kan tambah complicated demgan  UU Otonomi Daerah,&quot; ujar Budi dalam acara yang diselenggarakan Komite  Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyebu cara pengujian atau testing untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak tepat sasaran.
Budi mengungkapkan dirinya kerap bolak-balik dites swab Polymerase Chain Reaction (PCR) saat akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, tes swab tersebut seharusnya dilakukan terhadap orang yang suspek atau pernah kontak dengan mereka yang terpapar Covid-19.
&quot;Kita tuh enggak disiplin, cara testing-nya salah, testing-nya banyak, tapi kok naik terus, habis dites orang kayak saya, setiap kali mau ketemu Presiden dites, ketemu presiden, dites, barusan saya diswab, seminggu bisa lima kali swab kalo saya masuk Istana, emang bener gitu?,&quot; ujar Budi saat mengikuti diskusi &quot;Vaksin dan Kita&amp;rdquo; yang ditayangkan oleh akun YouTube PRMN SuCi dan diakses MNC Portal pada Sabtu (23/1/2021).

&quot;Kan testing enggak gitu seharusnya, testing itu kan epidemiologi kalau kata temen-temen dokter, bukan testing mandiri, yang dites itu orang yang suspek, bukan orang mau pergi kaya Budi Sadikin menghadap Presiden,&quot; imbuhnya.
Baca juga: Indonesia Berpotensi Dapat 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Gratis
Budi menekankan, angka testing yang sesuai standar organisasi kesehatan dunia WHO, bisa dengan mudah terpenuhi oleh Indonesia bila caranya seperti itu. Namun, cara testing tersebut adalah salah dan kurang tepat sasaran.&quot;Nanti 5 kali standar WHO terpenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi  enggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi, itu yang harus  diberesin,&quot; ucapnya.
Budi berjanji sekaligus meminta seluruh pemangku kebijakan untuk  membenahi cara testing tersebut. Ia meminta agar kepala daerah juga ikut  andil dalam membenahi sistem atau cara testing di daerahnya.
&quot;Sebagian ada di tempatnya saya, urusan testing tracing-nya, walaupun  saya mesti minta bantuan Kang Emil (Gubernur Jawa Barat), karena kan  sekarang puskesmas udah enggak di bawah saya. Padahal saya harus pake  tuh puskesmas, itu di bawah gubernur, tapi gubernur bisa bilang bukan di  bawah saya juga, dibawah bupati walikota, kan tambah complicated demgan  UU Otonomi Daerah,&quot; ujar Budi dalam acara yang diselenggarakan Komite  Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
