<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Manado: 3 Warga Meninggal dan Satu Orang Hilang</title><description>3 warga meninggal dan satu orang hilang akibat banjir Manado.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang"/><item><title>Banjir Manado: 3 Warga Meninggal dan Satu Orang Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2021 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang-lmtN4sh3Xw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Manado. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/23/340/2349418/banjir-manado-3-warga-meninggal-dan-satu-orang-hilang-lmtN4sh3Xw.jpg</image><title>Banjir Manado. (Foto: Antara)</title></images><description>MANADO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara menyatakan, hingga pukul 22.00 WITA, Jumat (22/1/2021) malam, sebanyak delapan kecamatan di kota itu terdampak banjir, dengan tiga warga meninggal dan satu orang hilang.
&quot;Hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (22/1) pukul 12.00 WITA menjadi pemicu banjir sehingga debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sawangan dan Tondano yang melewati Kota Manado meluap,&quot; kata Kepala BPBD Manado, Donald Sambuaga di Manado, Sabtu (23/1/2021) dini hari.
Ia menjelaskan, kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting, dan Singkil.
BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material belum diketahui secara rinci.
Menurut Donald, pihaknya masih terus memantau rumah warga yang terendam dan terjadinya beberapa titik longsor. Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xOC8xLzEyNzU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Merespons bencana ini, BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan.
Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan.
Baca juga: BMKG Tegaskan Banjir di Pesisir Manado Bukan Tsunami
Kondisi hingga Jumat malam, listrik di sebagian besar wilayah masih padam dan jaringan telefon selular tidak stabil untuk operator tertentu.
Ia menambahkan, BNPB juga terus memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat.Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara  berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin  kencang pada 20 hingga 22 Januari 2021. Terpantau pada Info BMKG, Sabtu  (23/1) ini beberapa wilayah di Kota Manado masih berpotensi hujan ringan  hingga lebat.
Sementara itu, BNPB telah menyampaikan daftar kabupaten dan kota yang  berpotensi banjir di bulan Januari 2021, salah satunya Kota Manado.  Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi banjir dengan  kategori menengah.
Wilayah administrasi kabupaten dan kota yang teridentifikasi  berpotensi banjir di provinsi ini, antara lain Bolaang Mongondow,  Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow  Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Kota Manado dan  Minahasa.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap bahaya  hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Hal  tersebut mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari  2021, demikian Donald Sambuaga.</description><content:encoded>MANADO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara menyatakan, hingga pukul 22.00 WITA, Jumat (22/1/2021) malam, sebanyak delapan kecamatan di kota itu terdampak banjir, dengan tiga warga meninggal dan satu orang hilang.
&quot;Hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (22/1) pukul 12.00 WITA menjadi pemicu banjir sehingga debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sawangan dan Tondano yang melewati Kota Manado meluap,&quot; kata Kepala BPBD Manado, Donald Sambuaga di Manado, Sabtu (23/1/2021) dini hari.
Ia menjelaskan, kedelapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting, dan Singkil.
BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material belum diketahui secara rinci.
Menurut Donald, pihaknya masih terus memantau rumah warga yang terendam dan terjadinya beberapa titik longsor. Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xOC8xLzEyNzU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Merespons bencana ini, BPBD Kota Manado bersama unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, Basarnas, sukarelawan melakukan evakuasi warga dan pendataan.
Saat melakukan evakuasi di lapangan, petugas membutuhkan perahu karet dan alat transportasi untuk mengevakuasi warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan.
Baca juga: BMKG Tegaskan Banjir di Pesisir Manado Bukan Tsunami
Kondisi hingga Jumat malam, listrik di sebagian besar wilayah masih padam dan jaringan telefon selular tidak stabil untuk operator tertentu.
Ia menambahkan, BNPB juga terus memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat.Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara  berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin  kencang pada 20 hingga 22 Januari 2021. Terpantau pada Info BMKG, Sabtu  (23/1) ini beberapa wilayah di Kota Manado masih berpotensi hujan ringan  hingga lebat.
Sementara itu, BNPB telah menyampaikan daftar kabupaten dan kota yang  berpotensi banjir di bulan Januari 2021, salah satunya Kota Manado.  Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi banjir dengan  kategori menengah.
Wilayah administrasi kabupaten dan kota yang teridentifikasi  berpotensi banjir di provinsi ini, antara lain Bolaang Mongondow,  Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow  Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Kota Manado dan  Minahasa.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap bahaya  hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Hal  tersebut mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari  2021, demikian Donald Sambuaga.</content:encoded></item></channel></rss>
