<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswi Diperkosa saat Cari Sinyal, Jadi Tamparan Lemahnya Pemerataan Internet</title><description>Sigit mengatakan, tragedi ini mengungkapkan kembali buruknya kualitas jaringan internet di beberapa wilayah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet"/><item><title>Siswi Diperkosa saat Cari Sinyal, Jadi Tamparan Lemahnya Pemerataan Internet</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet</guid><pubDate>Senin 25 Januari 2021 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet-K3DSJ7AWXJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/25/337/2350236/siswi-diperkosa-saat-cari-sinyal-jadi-tamparan-lemahnya-pemerataan-internet-K3DSJ7AWXJ.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Siswi berusia 15 tahun diperkosa saat mencari sinyal di hutan untuk sekolah daring. kejadian tersebut terjadi di Indragiri Hulu, Riau.

Hal itu membuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap pandemi Covid-19 yang melanda dunia menjadi momentum untuk menurunkan kesenjangan digital di Indonesia.

Harapan ini disampaikan juru bicara DPP PSI, Sigit Widodo, Senin (25/1/2021) menanggapi kasus pemerkosaan seorang siswi saat belajar daring di hutan untuk mencari sinyal.

&amp;ldquo;Saya sangat sedih membaca berita itu, seorang anak yang sangat bersemangat belajar untuk masa depan justru mengalami pemerkosaan. Ini harus jadi perhatian semua pihak,&amp;ldquo; ujarnya.

Sigit mengatakan, tragedi ini mengungkapkan kembali buruknya kualitas jaringan internet di beberapa wilayah. &amp;ldquo;Secara umum memang terjadi perbaikan kualitas jaringan internet di Indonesia selama beberapa tahun terakhir, namun di wilayah perdesaan masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan akses,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNS8xLzEyNjkzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mengutip hasil survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sigit mengingatkan, 97 persen dari hampir 200 juta pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet.

&amp;ldquo;Ini wajar saja mengingat Indonesia terdiri dari belasan ribu pulau yang tersebar di wilayah yang sangat luas,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Namun ini juga jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah bersama operator seluler untuk terus memperbaiki kualitas jaringan, terutama di wilayah perdesaan yang tidak terjangkau jaringan internet kabel,&amp;rdquo; tambah Sigit lagi.

Melihat banyak peserta didik yang harus pergi ke atas bukit, naik  pohon, atau ke hutan sepi untuk mencari sinyal, PSI berharap dinas-dinas  pendidikan di daerah juga turun ke lapangan untuk mencari solusi  terbaik.

&amp;ldquo;Pola belajar daring di wilayah susah sinyal, tentu tidak bisa  disamakan dengan daerah yang memiliki akses internet yang memadai.  Pembuat kebijakan harus turun ke lapangan untuk menyelesaikan  masalah-masalah ini. Siswa harus dapat belajar dengan baik dan aman.  Pergi ke hutan untuk belajar daring jelas bukan proses belajar yang  sehat dan aman,&amp;rdquo; tegas Sigit.

Salah satu solusi yang juga bisa dilakukan, masih menurut Sigit,  adalah membangun titik-titik wifi gratis di desa-desa dan perkampungan  yang bisa digunakan oleh siswa untuk belajar daring tidak jauh dari  rumahnya.

&amp;ldquo;Orangtua dan masyarakat bisa mengawasi anak-anak saat belajar online  sehingga kejadian yang sangat menyedihkan kemarin tidak terulang  Kembali,&amp;rdquo; pungkas Sigit.


</description><content:encoded>JAKARTA - Siswi berusia 15 tahun diperkosa saat mencari sinyal di hutan untuk sekolah daring. kejadian tersebut terjadi di Indragiri Hulu, Riau.

Hal itu membuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap pandemi Covid-19 yang melanda dunia menjadi momentum untuk menurunkan kesenjangan digital di Indonesia.

Harapan ini disampaikan juru bicara DPP PSI, Sigit Widodo, Senin (25/1/2021) menanggapi kasus pemerkosaan seorang siswi saat belajar daring di hutan untuk mencari sinyal.

&amp;ldquo;Saya sangat sedih membaca berita itu, seorang anak yang sangat bersemangat belajar untuk masa depan justru mengalami pemerkosaan. Ini harus jadi perhatian semua pihak,&amp;ldquo; ujarnya.

Sigit mengatakan, tragedi ini mengungkapkan kembali buruknya kualitas jaringan internet di beberapa wilayah. &amp;ldquo;Secara umum memang terjadi perbaikan kualitas jaringan internet di Indonesia selama beberapa tahun terakhir, namun di wilayah perdesaan masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan akses,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNS8xLzEyNjkzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Mengutip hasil survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Sigit mengingatkan, 97 persen dari hampir 200 juta pengguna internet di Indonesia menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet.

&amp;ldquo;Ini wajar saja mengingat Indonesia terdiri dari belasan ribu pulau yang tersebar di wilayah yang sangat luas,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Namun ini juga jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah bersama operator seluler untuk terus memperbaiki kualitas jaringan, terutama di wilayah perdesaan yang tidak terjangkau jaringan internet kabel,&amp;rdquo; tambah Sigit lagi.

Melihat banyak peserta didik yang harus pergi ke atas bukit, naik  pohon, atau ke hutan sepi untuk mencari sinyal, PSI berharap dinas-dinas  pendidikan di daerah juga turun ke lapangan untuk mencari solusi  terbaik.

&amp;ldquo;Pola belajar daring di wilayah susah sinyal, tentu tidak bisa  disamakan dengan daerah yang memiliki akses internet yang memadai.  Pembuat kebijakan harus turun ke lapangan untuk menyelesaikan  masalah-masalah ini. Siswa harus dapat belajar dengan baik dan aman.  Pergi ke hutan untuk belajar daring jelas bukan proses belajar yang  sehat dan aman,&amp;rdquo; tegas Sigit.

Salah satu solusi yang juga bisa dilakukan, masih menurut Sigit,  adalah membangun titik-titik wifi gratis di desa-desa dan perkampungan  yang bisa digunakan oleh siswa untuk belajar daring tidak jauh dari  rumahnya.

&amp;ldquo;Orangtua dan masyarakat bisa mengawasi anak-anak saat belajar online  sehingga kejadian yang sangat menyedihkan kemarin tidak terulang  Kembali,&amp;rdquo; pungkas Sigit.


</content:encoded></item></channel></rss>
