<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Raja Thailand Dikritik Tunda Peluncuran Vaksin Covid-19</title><description>Raja Thailand  Maha Vajiralongkorn dikritik atas penundaan peluncuran vaksin di Thailand.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19"/><item><title>Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Raja Thailand Dikritik Tunda Peluncuran Vaksin Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19-NUxu0MPEDK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pattaya Mail</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/18/2351544/belum-pernah-terjadi-sebelumnya-raja-thailand-dikritik-tunda-peluncuran-vaksin-covid-19-NUxu0MPEDK.jpg</image><title>Foto: Pattaya Mail</title></images><description>THAILAND &amp;ndash; Raja Thailand&amp;nbsp; Maha Vajiralongkorn harus menghadapi aksi demonstrasi yang mengkritik penundaan peluncuran vaksin Covid-19 di Thailand.
Rakyat menuntut reformasi monarki dengan ribuan orang turun ke jalan selama berbulan-bulan, terlepas dari pandemi. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand karena ilegal untuk mengkritik Raja.
Pada Senin (25/1), pemerintah mengumumkan akan memulai dengan 50.000 dosis vaksin AstraZeneca untuk kelompok berisiko tinggi.
Dua pemimpin gerakan protes anti-pemerintah mengadakan demonstrasi kecil pada Senin (25/1) untuk memprotes apa yang mereka katakan sebagai perlakuan istimewa untuk Siam Bioscience.
(Baca juga: Setelah Diterpa Kasus Bocornya Foto Selfie Telanjang, Raja Thailand Angkat Selirnya Jadi Ratu Kedua)
Politisi terkemuka, Thanathorn Juangroongruangkit, mengatakan strategi tersebut terlalu bergantung pada satu perusahaan, Siam Bioscience, sebuah perusahaan di bawah kepemilikan Raja Maha Vajiralongkorn, yang akan memproduksi vaksin Astrazeneca secara lokal untuk distribusi regional.
Terkait hal ini, Siam Bioscience menolak mengomentari tuduhan itu. Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha menegaskan kembali kesepakatan itu di atas dewan.
(Baca juga: Pesan &quot;Dingin&quot; China ke Biden: Beijing Terbangkan 15 Pesawat Tempur ke Wilayah Udara Taiwan)
Pihak Siam Bioscience pada Senin (25/1) mengatakan sedang mengubah rencana manufakturnya untuk menuangkan semua sumber daya yang tersedia untuk memproduksi vaksin virus korona dan memenuhi standar AstraZenca.

</description><content:encoded>THAILAND &amp;ndash; Raja Thailand&amp;nbsp; Maha Vajiralongkorn harus menghadapi aksi demonstrasi yang mengkritik penundaan peluncuran vaksin Covid-19 di Thailand.
Rakyat menuntut reformasi monarki dengan ribuan orang turun ke jalan selama berbulan-bulan, terlepas dari pandemi. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand karena ilegal untuk mengkritik Raja.
Pada Senin (25/1), pemerintah mengumumkan akan memulai dengan 50.000 dosis vaksin AstraZeneca untuk kelompok berisiko tinggi.
Dua pemimpin gerakan protes anti-pemerintah mengadakan demonstrasi kecil pada Senin (25/1) untuk memprotes apa yang mereka katakan sebagai perlakuan istimewa untuk Siam Bioscience.
(Baca juga: Setelah Diterpa Kasus Bocornya Foto Selfie Telanjang, Raja Thailand Angkat Selirnya Jadi Ratu Kedua)
Politisi terkemuka, Thanathorn Juangroongruangkit, mengatakan strategi tersebut terlalu bergantung pada satu perusahaan, Siam Bioscience, sebuah perusahaan di bawah kepemilikan Raja Maha Vajiralongkorn, yang akan memproduksi vaksin Astrazeneca secara lokal untuk distribusi regional.
Terkait hal ini, Siam Bioscience menolak mengomentari tuduhan itu. Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha menegaskan kembali kesepakatan itu di atas dewan.
(Baca juga: Pesan &quot;Dingin&quot; China ke Biden: Beijing Terbangkan 15 Pesawat Tempur ke Wilayah Udara Taiwan)
Pihak Siam Bioscience pada Senin (25/1) mengatakan sedang mengubah rencana manufakturnya untuk menuangkan semua sumber daya yang tersedia untuk memproduksi vaksin virus korona dan memenuhi standar AstraZenca.

</content:encoded></item></channel></rss>
