<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Sulbar, BNPB: 7.863 Rumah dan 62 Fasilitas Umum Rusak</title><description>BNPB mencatat sebanyak 7.863 rumah dan juga 62 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi M6,2</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak"/><item><title>Gempa Sulbar, BNPB: 7.863 Rumah dan 62 Fasilitas Umum Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2021 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak-mGIwPjvVTG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangunan ambruk usai diguncang gempa Sulbar (Foto: DMC Dompet Dhuafa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/27/337/2351550/gempa-sulbar-bnpb-7-863-rumah-dan-62-fasilitas-umum-rusak-mGIwPjvVTG.jpg</image><title>Bangunan ambruk usai diguncang gempa Sulbar (Foto: DMC Dompet Dhuafa)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 7.863 rumah dan juga 62 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi M6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.

Dimana data kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit.

Sementara data kerusakan di Mamuju antara lain, rumah 3.741 unit, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1.

Sehingga, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai mengatakan dari data sementara total kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut mencapai Rp829,1 miliar. &amp;ldquo;Total tersebut teridentifikasi untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat,&amp;rdquo; ungkapnya dari rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: 81 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 di Sulawesi Barat

Total kerusakan dan kerugian di Majene mencapai Rp449,8 miliar. Angka tersebut dinilai dari sektor permukiman Rp365,3 M, sosial Rp76,9 M, ekonomi Rp5,13 M, lintas sektor Rp2,1 M dan infrastruktur Rp235 juta.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNS8xLzEyNzg5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sedangkan di Mamuju, total nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp379,3 miliar. Rincian nilai kerusakan dan kerugian sebagai berikut, permukiman Rp270,1 M, ekonomi Rp50,4 M, lintas sektor Rp39,9 M, sosial Rp17,4 M dan infrastruktur Rp1,3 M.

Rifai juga mengatakan data kerusakan dan kerugian yang masih dinamis ini dilakukan oleh Tim Jitupasna dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB. Selanjutnya data ini akan dilaporkan kepada Gubernur Sulbar untuk langkah selanjutnya. &amp;ldquo;Data susulan akan melalui proses yang sama, yaitu dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Data yang sudah ada akan diproses terlebih dahulu dan segera ditindaklanjuti,&amp;rdquo; katanya.

Langkah ini akan mempercepat pemulihan pasca gempa. Rifai juga  menyampaikan pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021 nanti,  sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

&amp;ldquo;Harapan kami, warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang,  yang saya sampaikan catatan hampir 80%, mereka akan segera meninggalkan  tempat pengungsian dan kepada mereka dana stimulan langsung kami berikan  100 persen,&amp;rdquo; ujar Rifai.

Sementara itu, saat ini masih dilakukan kegiatan pembersihan  reruntuhan bangunan rumah warga akibat gempa. Data BNPB per (26/1/2021),  pukul 20.00 WIB, Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat membantu dalam  pengerahan alat berat.Pengerahan tersebut tidak hanya untuk membersihkan  puing-puing bangunan tetapi juga disiagakan untuk mengantisipasi  longsor di jalur Majene-Mamuju.

Alat berat telah menyelesaikan pembersihan reruntuhan di 19 rumah  warga, proses pengerjaan 3 rumah dan diagendakan 2 rumah untuk tahap  selanjutnya. Tercatat ada 2 unit rumah yang belum dapat dikerjakan  karena akses jalan sempit.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 7.863 rumah dan juga 62 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi M6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.

Dimana data kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit.

Sementara data kerusakan di Mamuju antara lain, rumah 3.741 unit, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1.

Sehingga, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai mengatakan dari data sementara total kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut mencapai Rp829,1 miliar. &amp;ldquo;Total tersebut teridentifikasi untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat,&amp;rdquo; ungkapnya dari rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: 81 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 di Sulawesi Barat

Total kerusakan dan kerugian di Majene mencapai Rp449,8 miliar. Angka tersebut dinilai dari sektor permukiman Rp365,3 M, sosial Rp76,9 M, ekonomi Rp5,13 M, lintas sektor Rp2,1 M dan infrastruktur Rp235 juta.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNS8xLzEyNzg5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sedangkan di Mamuju, total nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp379,3 miliar. Rincian nilai kerusakan dan kerugian sebagai berikut, permukiman Rp270,1 M, ekonomi Rp50,4 M, lintas sektor Rp39,9 M, sosial Rp17,4 M dan infrastruktur Rp1,3 M.

Rifai juga mengatakan data kerusakan dan kerugian yang masih dinamis ini dilakukan oleh Tim Jitupasna dari Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB. Selanjutnya data ini akan dilaporkan kepada Gubernur Sulbar untuk langkah selanjutnya. &amp;ldquo;Data susulan akan melalui proses yang sama, yaitu dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Data yang sudah ada akan diproses terlebih dahulu dan segera ditindaklanjuti,&amp;rdquo; katanya.

Langkah ini akan mempercepat pemulihan pasca gempa. Rifai juga  menyampaikan pemulihan diharapkan dapat selesai pada Juni 2021 nanti,  sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

&amp;ldquo;Harapan kami, warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang,  yang saya sampaikan catatan hampir 80%, mereka akan segera meninggalkan  tempat pengungsian dan kepada mereka dana stimulan langsung kami berikan  100 persen,&amp;rdquo; ujar Rifai.

Sementara itu, saat ini masih dilakukan kegiatan pembersihan  reruntuhan bangunan rumah warga akibat gempa. Data BNPB per (26/1/2021),  pukul 20.00 WIB, Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat membantu dalam  pengerahan alat berat.Pengerahan tersebut tidak hanya untuk membersihkan  puing-puing bangunan tetapi juga disiagakan untuk mengantisipasi  longsor di jalur Majene-Mamuju.

Alat berat telah menyelesaikan pembersihan reruntuhan di 19 rumah  warga, proses pengerjaan 3 rumah dan diagendakan 2 rumah untuk tahap  selanjutnya. Tercatat ada 2 unit rumah yang belum dapat dikerjakan  karena akses jalan sempit.</content:encoded></item></channel></rss>
