<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tekan Penyebaran Covid-19, Epidemiolog Serukan Lockdown 1 Bulan   </title><description>Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengimbau kepada Pemerintah untuk melakukan Lockdown</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan"/><item><title> Tekan Penyebaran Covid-19, Epidemiolog Serukan Lockdown 1 Bulan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 06:29 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan-EwxKXlhHYR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/337/2352712/tekan-penyebaran-covid-19-epidemiolog-serukan-lockdown-1-bulan-EwxKXlhHYR.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengimbau kepada Pemerintah untuk melakukan Lockdown, selama satu bulan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Menurutnya, waktu satu bulan itu diambil dari masa lamanya inkubasi seseorang yang terjangkit virus SARS-CoV-2 tersebut.
&quot;Jadi Lockdown yang harus dilakukan PSBB itu minimal 1 kali masa inkubasi terpanjang, terlama, jadi inkubasi masalahanya ada dua minggu sampai tiga minggu saya melihat berbagai masa inkubasi ini setidaknya PSBB kalau diluar Lockdown sesuai regulasi minimal 1 bulan,&quot; kata Dicky kepada MNC Media, Jakarta, Jumat (29/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lockdown Akhir Pekan Tak Selesaikan Krisis Ekonomi dan Penyebaran Covid-19
Oleh sebab itu, Dicky kurang sepakat apabila Lockdown hanya dilakukan ketika hari libur atau Weekend. Pasalnya, virus corona tidak mengenal libur atau tidak.
&quot;Bukan weekend. Kalau weekend liburan. Masalahnya saya tak bilang weekend liburan virusnya tak ikut liburan dia tetap menularkan,&quot; ujar Dicky.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Lockdown Akhir Pekan Bisa Ganggu Proses Pemulihan Ekonomi
Sekadar diketahui, kasus positif Covid-19 di Tanah Air per hari ini, Kamis (28/1/2021) bertambah 13.695 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1 juta kasus atau sebanyak 1.037.993.
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 10.792 orang. Sehingga total sebanyak 842.122 orang sembuh. Atau jika dipresentasikan sebanyak 81,1% telah sembuh dari terkonfirmasi positif Covid-19.
Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 476 orang. Sehingga meninggal menjadi 29.331 orang. Dimana saat ini persentase kematian akibat Covid-19 sebesar 2,8%.


</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengimbau kepada Pemerintah untuk melakukan Lockdown, selama satu bulan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Menurutnya, waktu satu bulan itu diambil dari masa lamanya inkubasi seseorang yang terjangkit virus SARS-CoV-2 tersebut.
&quot;Jadi Lockdown yang harus dilakukan PSBB itu minimal 1 kali masa inkubasi terpanjang, terlama, jadi inkubasi masalahanya ada dua minggu sampai tiga minggu saya melihat berbagai masa inkubasi ini setidaknya PSBB kalau diluar Lockdown sesuai regulasi minimal 1 bulan,&quot; kata Dicky kepada MNC Media, Jakarta, Jumat (29/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lockdown Akhir Pekan Tak Selesaikan Krisis Ekonomi dan Penyebaran Covid-19
Oleh sebab itu, Dicky kurang sepakat apabila Lockdown hanya dilakukan ketika hari libur atau Weekend. Pasalnya, virus corona tidak mengenal libur atau tidak.
&quot;Bukan weekend. Kalau weekend liburan. Masalahnya saya tak bilang weekend liburan virusnya tak ikut liburan dia tetap menularkan,&quot; ujar Dicky.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Lockdown Akhir Pekan Bisa Ganggu Proses Pemulihan Ekonomi
Sekadar diketahui, kasus positif Covid-19 di Tanah Air per hari ini, Kamis (28/1/2021) bertambah 13.695 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1 juta kasus atau sebanyak 1.037.993.
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 10.792 orang. Sehingga total sebanyak 842.122 orang sembuh. Atau jika dipresentasikan sebanyak 81,1% telah sembuh dari terkonfirmasi positif Covid-19.
Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 476 orang. Sehingga meninggal menjadi 29.331 orang. Dimana saat ini persentase kematian akibat Covid-19 sebesar 2,8%.


</content:encoded></item></channel></rss>
