<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPPTKG : Gunung Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif</title><description>BPPTKG menyatakan Gunung Merapi masih berpotensi terjadi erupsi eksplosif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif"/><item><title>BPPTKG : Gunung Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2021 22:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suharjono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif-0PZckNdX0j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi. (Dok BPPTKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/29/510/2353306/bpptkg-gunung-merapi-berpotensi-erupsi-eksplosif-0PZckNdX0j.jpg</image><title>Gunung Merapi. (Dok BPPTKG)</title></images><description>YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi masih berpotensi terjadi erupsi eksplosif.
&amp;ldquo;Erupsi eksplosif masih mungkin terjadi di Gunung Merapi. Potensi bahaya erupsi eksplosif ini berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak,&quot; kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (29/1/2021).
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut mengingat awan panas guguran dan lahar hujan dapat terjadi sewaktu-waktu.
&amp;ldquo;BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,&amp;rdquo; tuturnya, Jumat (29/1/2021).
Sebelumnya, BPPTKG menyatakan, berdasarkan hasil foto pantauan udara, jarak luncur awan panas Gunung Merapi pada Rabu lalu mencapai hingga 3,5 km.
&amp;ldquo;BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,&amp;rdquo; tuturnya.
Ia menjelaskan, jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu pada jarak maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Saat ini awan panas masih berpotensi terjadi di Gunung api teraktif di Indonesia tersebut.
Baca Juga : Ternyata Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Capai 3,5 Km
&quot;Daerah yang berpotensi bahaya awan panas guguran dan guguran lava adalah alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km,&quot; katanya.
Baca Juga : BPPTKG: Volume Kubah Lava Gunung Merapi Menurun Signifikan</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi masih berpotensi terjadi erupsi eksplosif.
&amp;ldquo;Erupsi eksplosif masih mungkin terjadi di Gunung Merapi. Potensi bahaya erupsi eksplosif ini berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak,&quot; kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (29/1/2021).
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut mengingat awan panas guguran dan lahar hujan dapat terjadi sewaktu-waktu.
&amp;ldquo;BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,&amp;rdquo; tuturnya, Jumat (29/1/2021).
Sebelumnya, BPPTKG menyatakan, berdasarkan hasil foto pantauan udara, jarak luncur awan panas Gunung Merapi pada Rabu lalu mencapai hingga 3,5 km.
&amp;ldquo;BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,&amp;rdquo; tuturnya.
Ia menjelaskan, jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu pada jarak maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Saat ini awan panas masih berpotensi terjadi di Gunung api teraktif di Indonesia tersebut.
Baca Juga : Ternyata Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Capai 3,5 Km
&quot;Daerah yang berpotensi bahaya awan panas guguran dan guguran lava adalah alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km,&quot; katanya.
Baca Juga : BPPTKG: Volume Kubah Lava Gunung Merapi Menurun Signifikan</content:encoded></item></channel></rss>
