<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perlu Kerja Sama 5 Unsur untuk Atasi Pandemi Covid-19</title><description>Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, tidak mungkin kita menyelesaikan ini sendirian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19"/><item><title>Perlu Kerja Sama 5 Unsur untuk Atasi Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 30 Januari 2021 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19-rea929NiL7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fadjroel Rahman (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/337/2353451/perlu-kerja-sama-5-unsur-untuk-atasi-pandemi-covid-19-rea929NiL7.jpg</image><title>Fadjroel Rahman (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman menekankan, perlu ada kerja sama pentahelix untuk mengatasi pandemi virus corona (Covid-19). Pentahelix sendiri merupakan kerja sama yang melibatkan lima unsur yakni, pemerintah, swasta, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, dan media.

Demikian diungkapkan Fadjroel saat menjadi pembicara kunci pada webinar bertema 'Vaksin Covid-19 ; Tantangan dan Harapan' yang digelar Kawan Vaksin dan HMI Cabang Sanana, Maluku Utara, pada Jumat, 29 Januari 2021.

&quot;Sekali lagi, mengutip Presiden Joko Widodo, tidak mungkin kita menyelesaikan ini sendirian. Tanggung jawab kita bersama untuk 270,20 juta masyarakat Indonesia harus bersama-sama bekerja sama untuk menghadapi Covid-19 ini sehingga kita juga bersama masyarakat dunia berperang melawan Covid-19,&quot; ujar Fadjroel.

Menurut Fadjroel, salah satu tantangan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 adalah adanya misinformasi dan disinformasi yang membuat masyarakat memperoleh informasi yang tidak benar mengenai Covid-19. Utamanya, terkait vaksinasi. Fadjroel mengajak semua seluruh pihak untuk memerangi misinformasi dan disinformasi tersebut.

&quot;Yang kita hadapi soal misinformasi atau disinformasi. Ini yang kami minta bantuan supaya bisa kita atasi secara bersama-sama,&quot; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yOS8xLzEyODExMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;TNI Kerahkan 9.176 Vaksinator Covid-19

Tantangan kedua, sambung Fadjroel, adalah dimensi keagamaan, yang terlihat dari masih adanya sebagian masyarakat yang mempermasalahkan kehalalan vaksin Covid-19. Fadjroel menegaskan vaksin yang dipergunakan dalam program vaksinasi saat ini telah memperoleh fatwa suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

&quot;Mudah-mudahan semua Ibu-Bapak yang menghadiri acara webinar hari ini termasuk juga para tokoh-tokoh agama bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu ragu lagi terhadap vaksin yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta pada tanggal 13 Januari dan 27 Januari kemarin,&quot; pintanya.Tantangan ketiga, imbuh Fadjroel, adalah dimensi pengetahuan, terutama berkaitan dengan keamanan dan efektivitas. Namun, ia menekankan bahwa vaksin Covid-19 aman karena telah sudah diteliti oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

&quot;BPOM sudah mengeluarkan emergency use authorization, vaksin Covid-19 yang digunakan Presiden Joko Widodo itu aman dan efektif,&quot; tegasnya.

Ketiga tantangan tersebut, ujar Fadjroel, dapat dihadapi melalui kerja sama pentahelix yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai ke tingkat paling bawah di RT dan RW, perguruan tinggi, akademisi, media massa, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat.

Kerja sama pentahelix tersebut, imbuhnya, juga sangat menentukan keberhasilan tiga strategi yang dijalankan Pemerintah dalam menangani Covid-19, yaitu penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan); program vaksinasi; dan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment).</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman menekankan, perlu ada kerja sama pentahelix untuk mengatasi pandemi virus corona (Covid-19). Pentahelix sendiri merupakan kerja sama yang melibatkan lima unsur yakni, pemerintah, swasta, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, dan media.

Demikian diungkapkan Fadjroel saat menjadi pembicara kunci pada webinar bertema 'Vaksin Covid-19 ; Tantangan dan Harapan' yang digelar Kawan Vaksin dan HMI Cabang Sanana, Maluku Utara, pada Jumat, 29 Januari 2021.

&quot;Sekali lagi, mengutip Presiden Joko Widodo, tidak mungkin kita menyelesaikan ini sendirian. Tanggung jawab kita bersama untuk 270,20 juta masyarakat Indonesia harus bersama-sama bekerja sama untuk menghadapi Covid-19 ini sehingga kita juga bersama masyarakat dunia berperang melawan Covid-19,&quot; ujar Fadjroel.

Menurut Fadjroel, salah satu tantangan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 adalah adanya misinformasi dan disinformasi yang membuat masyarakat memperoleh informasi yang tidak benar mengenai Covid-19. Utamanya, terkait vaksinasi. Fadjroel mengajak semua seluruh pihak untuk memerangi misinformasi dan disinformasi tersebut.

&quot;Yang kita hadapi soal misinformasi atau disinformasi. Ini yang kami minta bantuan supaya bisa kita atasi secara bersama-sama,&quot; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yOS8xLzEyODExMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;TNI Kerahkan 9.176 Vaksinator Covid-19

Tantangan kedua, sambung Fadjroel, adalah dimensi keagamaan, yang terlihat dari masih adanya sebagian masyarakat yang mempermasalahkan kehalalan vaksin Covid-19. Fadjroel menegaskan vaksin yang dipergunakan dalam program vaksinasi saat ini telah memperoleh fatwa suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

&quot;Mudah-mudahan semua Ibu-Bapak yang menghadiri acara webinar hari ini termasuk juga para tokoh-tokoh agama bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu ragu lagi terhadap vaksin yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta pada tanggal 13 Januari dan 27 Januari kemarin,&quot; pintanya.Tantangan ketiga, imbuh Fadjroel, adalah dimensi pengetahuan, terutama berkaitan dengan keamanan dan efektivitas. Namun, ia menekankan bahwa vaksin Covid-19 aman karena telah sudah diteliti oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

&quot;BPOM sudah mengeluarkan emergency use authorization, vaksin Covid-19 yang digunakan Presiden Joko Widodo itu aman dan efektif,&quot; tegasnya.

Ketiga tantangan tersebut, ujar Fadjroel, dapat dihadapi melalui kerja sama pentahelix yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai ke tingkat paling bawah di RT dan RW, perguruan tinggi, akademisi, media massa, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat.

Kerja sama pentahelix tersebut, imbuhnya, juga sangat menentukan keberhasilan tiga strategi yang dijalankan Pemerintah dalam menangani Covid-19, yaitu penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan); program vaksinasi; dan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment).</content:encoded></item></channel></rss>
