<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Vaksin Covid-19, Masyarakat Baiknya Percaya MUI dan BPOM</title><description>Masyarakat semuanya, kita bisa percaya pada lembaga ini karena dia bertanggung jawab baik secara hukum dunia maupun akhirat</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom"/><item><title>Soal Vaksin Covid-19, Masyarakat Baiknya Percaya MUI dan BPOM</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom</guid><pubDate>Sabtu 30 Januari 2021 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom-Qg07Cfq4By.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/337/2353594/soal-vaksin-covid-19-masyarakat-baiknya-percaya-mui-dan-bpom-Qg07Cfq4By.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat percaya dan menyerahkan masalah vaksin Covid-19 kepada lembaga dan perusahaan yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin efikasinya dan MUI yang memastikan kehalalannya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis mengatakan masyarakat bisa mempercayakan permasalahan kelaikan vaksin kepada BPOM dan MUI. Karena kedua lembaga ini lah yang bertanggung jawab terkait kehalalan dan kelaikan vaksin.

&quot;Oleh karena itu, teman-teman, masyarakat semuanya, kita bisa percaya pada lembaga ini karena dia bertanggung jawab baik secara hukum dunia maupun akhirat,&quot; ujarnya dalam acara Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit, Sabtu (30/1/2021).

Cholil pun menjelaskan peran dari masing-masing lembaga tersebut dalam keterkaitannya dengan vaksin. Terkait masalah kehalalan yang fatwanya akan dikeluarkan oleh MUI lewat proses penelitian dan mencocokan dengan dalil-dalil yang ada.

Sementara itu, yang berkaitan dengan kelayakannya akan diserahkan kepada BPOM. Termasuk juga berkaitan dengan efikasi dari vaksin yang disuntikan kepada manusia.

&quot;Tentunya kita kembali ke dalam prinsip-prinsi al-qur'an yaitu halal dan toyiban. Pertama yang dicamkan oleh kita adalah setiap penyakit pasti ada obatnya. Kedua tentunya adalah halal yang dilakukan melalui lembaga resmi seperti MUI. Toyiban itu berkaitan dengan efikasinya, oleh karena itu efikasi itu berkenaan dengan BPOM sementara halalnya oleh majelis ulama,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yOS8xLzEyODA4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Dukung Program Vaksinasi Covid-19, MUI Percepat Pemeriksaan Halal&amp;nbsp;

MUI juga meminta kepada masyarakat tidak perlu panik dan menyerahkan segala takdir kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun Cholil juga meminta kepada masyarakat untuk tidak sombong.

&quot;Tentunya kita bagian upaya dari pengobatan preventif bukan sifatnya akuratif.  Tapi tenang kita tetap sabar kita ingat pada hadits nabi selain kita berupaya secara maksimal dalam hal ini kita yakin semua sudah ada takdirnya Allah Yang Maha Kuasa sehingga kita jangan panik dan jangan juga sombong,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat percaya dan menyerahkan masalah vaksin Covid-19 kepada lembaga dan perusahaan yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin efikasinya dan MUI yang memastikan kehalalannya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis mengatakan masyarakat bisa mempercayakan permasalahan kelaikan vaksin kepada BPOM dan MUI. Karena kedua lembaga ini lah yang bertanggung jawab terkait kehalalan dan kelaikan vaksin.

&quot;Oleh karena itu, teman-teman, masyarakat semuanya, kita bisa percaya pada lembaga ini karena dia bertanggung jawab baik secara hukum dunia maupun akhirat,&quot; ujarnya dalam acara Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit, Sabtu (30/1/2021).

Cholil pun menjelaskan peran dari masing-masing lembaga tersebut dalam keterkaitannya dengan vaksin. Terkait masalah kehalalan yang fatwanya akan dikeluarkan oleh MUI lewat proses penelitian dan mencocokan dengan dalil-dalil yang ada.

Sementara itu, yang berkaitan dengan kelayakannya akan diserahkan kepada BPOM. Termasuk juga berkaitan dengan efikasi dari vaksin yang disuntikan kepada manusia.

&quot;Tentunya kita kembali ke dalam prinsip-prinsi al-qur'an yaitu halal dan toyiban. Pertama yang dicamkan oleh kita adalah setiap penyakit pasti ada obatnya. Kedua tentunya adalah halal yang dilakukan melalui lembaga resmi seperti MUI. Toyiban itu berkaitan dengan efikasinya, oleh karena itu efikasi itu berkenaan dengan BPOM sementara halalnya oleh majelis ulama,&quot; ujarnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yOS8xLzEyODA4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Dukung Program Vaksinasi Covid-19, MUI Percepat Pemeriksaan Halal&amp;nbsp;

MUI juga meminta kepada masyarakat tidak perlu panik dan menyerahkan segala takdir kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun Cholil juga meminta kepada masyarakat untuk tidak sombong.

&quot;Tentunya kita bagian upaya dari pengobatan preventif bukan sifatnya akuratif.  Tapi tenang kita tetap sabar kita ingat pada hadits nabi selain kita berupaya secara maksimal dalam hal ini kita yakin semua sudah ada takdirnya Allah Yang Maha Kuasa sehingga kita jangan panik dan jangan juga sombong,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
