<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nakes Positif Covid-19 Usai Vaksinisasi Dipastikan Terpapar Sebelum Divaksin   </title><description>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin"/><item><title>Nakes Positif Covid-19 Usai Vaksinisasi Dipastikan Terpapar Sebelum Divaksin   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin</guid><pubDate>Sabtu 30 Januari 2021 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi KR Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin-RdwUgfrSV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/30/340/2353612/nakes-positif-covid-19-usai-vaksinisasi-dipastikan-terpapar-sebelum-divaksin-RdwUgfrSV7.jpg</image><title>Vaksin Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>SUKOHARJO &amp;ndash;  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait temuan satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti kegiatan vaksinasi.
Tenaga kesehatan tersebut dipastikan tertular usia menerima suntikan vaksin dalam rentang waktu 25-28 Januari lalu. Selama empat hari tersebut, ribuan sasaran mengikuti vaksinasi tahap pertama yang digelar Pemkab Sukoharjo.
Yunia meyakini satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif tersebut, dalam masa inkubasi virus Covid-19 pada saat mendapakan vaksin. Artinya, sudah terpapar Corona terlebih dahulu sebelum di suntik vaksin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Vaksin Covid-19, Masyarakat Baiknya Percaya MUI dan BPOM
&amp;ldquo;Sudah ada gejala Corona terhadap satu tenaga kesehatan tersebut, dan setelah ikut vaksinasi beberapa hari kemudian baru terkonfirmasi positif ,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dukung Program Vaksinasi Covid-19, MUI Percepat Pemeriksaan Halal
Yunia mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan kasus satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Corona usai ikut vaksinasi. Penanganan dilakukan dengan meminta satu tenaga kesehatan tersebut, menjalani isolasi mandiri dan pengawasan ketat dari petugas.
Bentuk penanganan lain dilakukan dengan pelacakan kontak erat. Sebab, dimungkinkan satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif  melakukan kontak erat dengan orang lain. Mereka yang masuk sebagai kontak erat nantinya akan mendapatkan pemeriksaan salah satunya rapid test, apabila reaktif maka dilanjutkan tes swab.
</description><content:encoded>SUKOHARJO &amp;ndash;  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait temuan satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti kegiatan vaksinasi.
Tenaga kesehatan tersebut dipastikan tertular usia menerima suntikan vaksin dalam rentang waktu 25-28 Januari lalu. Selama empat hari tersebut, ribuan sasaran mengikuti vaksinasi tahap pertama yang digelar Pemkab Sukoharjo.
Yunia meyakini satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif tersebut, dalam masa inkubasi virus Covid-19 pada saat mendapakan vaksin. Artinya, sudah terpapar Corona terlebih dahulu sebelum di suntik vaksin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Soal Vaksin Covid-19, Masyarakat Baiknya Percaya MUI dan BPOM
&amp;ldquo;Sudah ada gejala Corona terhadap satu tenaga kesehatan tersebut, dan setelah ikut vaksinasi beberapa hari kemudian baru terkonfirmasi positif ,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dukung Program Vaksinasi Covid-19, MUI Percepat Pemeriksaan Halal
Yunia mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan kasus satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Corona usai ikut vaksinasi. Penanganan dilakukan dengan meminta satu tenaga kesehatan tersebut, menjalani isolasi mandiri dan pengawasan ketat dari petugas.
Bentuk penanganan lain dilakukan dengan pelacakan kontak erat. Sebab, dimungkinkan satu tenaga kesehatan terkonfirmasi positif  melakukan kontak erat dengan orang lain. Mereka yang masuk sebagai kontak erat nantinya akan mendapatkan pemeriksaan salah satunya rapid test, apabila reaktif maka dilanjutkan tes swab.
</content:encoded></item></channel></rss>
