<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>#MenujuSatuAbadNU, PKB Gelar Istighotsah &amp; Tahlil</title><description>Partai Kebangkitan Nasional (PKB) mengelar istighotsah dan tahlil dalam rangka merayakan HUT ke-95 Nahdlatul Ulama (NU).
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil"/><item><title>#MenujuSatuAbadNU, PKB Gelar Istighotsah &amp; Tahlil</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil</guid><pubDate>Minggu 31 Januari 2021 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil-thZRqvMWCS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/31/337/2353838/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighotsah-tahlil-thZRqvMWCS.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Kebangkitan Nasional (PKB) mengelar istighotsah dan tahlil dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU).

Acara istighotsah dan tahlil menuju seabad NU tersebut digelar secara daring di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (31/1/2021), pukul 19.00 WIB.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj akan menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut.

PKB menggelar perayaan HUT ke-95 NU secara sederhana dan daring lantaran bangsa Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, PBNU merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

NU yang lahir di masa penjajahan, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah. Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakan kebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalam wujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam umumnya.

Baca Juga: Mahfud MD : Indonesia Harus Bersyukur Punya Ormas seperti NU

NU sempat menjadi peserta pemilu tahun 1955, dalam pesta demokrasi saat itu NU berhasil dengan meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU dikenal sebagai partai yang mendukung Soekarno, dan bergabung dalam NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili Partai Nasional Indonesia (PNI), Agama Partai Nahdhatul Ulama dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

NU kemudian menggabungkan diri dengan Partai Persatuan Pembangunan pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa orde baru Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP. Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk 'Kembali ke Khittah 1926' yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi.


</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Kebangkitan Nasional (PKB) mengelar istighotsah dan tahlil dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU).

Acara istighotsah dan tahlil menuju seabad NU tersebut digelar secara daring di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (31/1/2021), pukul 19.00 WIB.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj akan menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut.

PKB menggelar perayaan HUT ke-95 NU secara sederhana dan daring lantaran bangsa Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, PBNU merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

NU yang lahir di masa penjajahan, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah. Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakan kebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalam wujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam umumnya.

Baca Juga: Mahfud MD : Indonesia Harus Bersyukur Punya Ormas seperti NU

NU sempat menjadi peserta pemilu tahun 1955, dalam pesta demokrasi saat itu NU berhasil dengan meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU dikenal sebagai partai yang mendukung Soekarno, dan bergabung dalam NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili Partai Nasional Indonesia (PNI), Agama Partai Nahdhatul Ulama dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

NU kemudian menggabungkan diri dengan Partai Persatuan Pembangunan pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa orde baru Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP. Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk 'Kembali ke Khittah 1926' yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi.


</content:encoded></item></channel></rss>
