<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Pantau Kondisi di Myanmar paska Kudeta Militer </title><description>Kementerian Luar Negeri Singapura&amp;nbsp; memantau dengan cermat situasi di Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer"/><item><title>Singapura Pantau Kondisi di Myanmar paska Kudeta Militer </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer-FnsQXK9XQL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: NDTV</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/18/2354370/singapura-pantau-kondisi-di-myanmar-paska-kudeta-militer-FnsQXK9XQL.jpg</image><title>Foto: NDTV</title></images><description>SINGAPURA-  Kementerian Luar Negeri (MFA) Singapura mengatakan pihaknya memantau dengan cermat situasi di Myanmar setelah penangkapan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.
&amp;ldquo;Singapura sangat prihatin tentang situasi terbaru di Myanmar,&amp;rdquo; kata MFA, dikutip Channel News Asia.
&amp;ldquo;Kami memantau situasi dengan cermat dan berharap semua pihak yang terlibat akan menahan diri, menjaga dialog, dan bekerja menuju hasil yang positif dan damai,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Myanmar adalah teman dekat Singapura dan anggota kunci ASEAN. Kami berharap situasinya akan kembali normal secepat mungkin,&amp;rdquo; jelasnya.
(Baca juga: Prihatin dengan Situasi di Myanmar, Indonesia Minta Semua Pihak Tahan Diri)
MFA juga menyarankan warga Singapura di Myanmar untuk tetap waspada.
&amp;ldquo;Mengingat situasi yang berubah-ubah, warga Singapura di Myanmar disarankan untuk tetap waspada, memantau berita lokal dengan cermat, dan mengikuti saran dari otoritas lokal,&amp;rdquo; urai kementerian tersebut.
Warga Singapura di Myanmar juga diharapkan mendaftar secara elektronik dengan MFA agar kementerian dapat menghubungi mereka jika diperlukan.
(Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, Kekuasaan Dipegang Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata)
Selain itu, mereka yang membutuhkan bantuan konsuler selama berada di Myanmar harus menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Yangon.
</description><content:encoded>SINGAPURA-  Kementerian Luar Negeri (MFA) Singapura mengatakan pihaknya memantau dengan cermat situasi di Myanmar setelah penangkapan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.
&amp;ldquo;Singapura sangat prihatin tentang situasi terbaru di Myanmar,&amp;rdquo; kata MFA, dikutip Channel News Asia.
&amp;ldquo;Kami memantau situasi dengan cermat dan berharap semua pihak yang terlibat akan menahan diri, menjaga dialog, dan bekerja menuju hasil yang positif dan damai,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Myanmar adalah teman dekat Singapura dan anggota kunci ASEAN. Kami berharap situasinya akan kembali normal secepat mungkin,&amp;rdquo; jelasnya.
(Baca juga: Prihatin dengan Situasi di Myanmar, Indonesia Minta Semua Pihak Tahan Diri)
MFA juga menyarankan warga Singapura di Myanmar untuk tetap waspada.
&amp;ldquo;Mengingat situasi yang berubah-ubah, warga Singapura di Myanmar disarankan untuk tetap waspada, memantau berita lokal dengan cermat, dan mengikuti saran dari otoritas lokal,&amp;rdquo; urai kementerian tersebut.
Warga Singapura di Myanmar juga diharapkan mendaftar secara elektronik dengan MFA agar kementerian dapat menghubungi mereka jika diperlukan.
(Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, Kekuasaan Dipegang Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata)
Selain itu, mereka yang membutuhkan bantuan konsuler selama berada di Myanmar harus menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Yangon.
</content:encoded></item></channel></rss>
