<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M 6,2 di Sulbar Picu Gempa Lain di Indonesia? Ini Penjelasan Guru Besar ITB</title><description>BMKG mencatat per tanggal 29 Januari 2021, sebanyak 77 gempa bumi dirasakan terjadi di Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb"/><item><title>Gempa M 6,2 di Sulbar Picu Gempa Lain di Indonesia? Ini Penjelasan Guru Besar ITB</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2021 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb-3mJYyzMBZu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/01/337/2354361/gempa-m-6-2-di-sulbar-picu-gempa-lain-di-indonesia-ini-penjelasan-guru-besar-itb-3mJYyzMBZu.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas abnormal kegempaan di Indonesia selama Januari 2021. Bahkan, BMKG mencatat per tanggal 29 Januari 2021, sebanyak 77 gempa bumi dirasakan terjadi di Tanah Air.
Bahkan, gempa bumi juga semakin sering terjadi pasca-gempa M 6,2 di Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021. Lantas, apakah aktivitas tektonik kegempaan di Sulawesi memicu gerakan lempeng tektonik lainnya penyebab gempa?
Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Benyamin Sapii mengatakan, secara umum gempa tektonik yang terjadi di Sulbar tidak ada hubungan langsung dengan rentetan gempa bumi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M 3,9 Guncang Manggarai, Kedalaman 10 Km
&amp;ldquo;Secara umum tidak ada hal ini terjadi karena prosesnya tektonik terjadi perlahan dan Panjang sekali waktunya. Jadi sulit mengatakan hubungan secara langsung,&amp;rdquo; kata Benyamin dalam Focus Group Discussion (FGD) Gempa Bumi di Sulawesi Barat secara virtual, Senin (1/2/2021).&amp;nbsp;
Sementara itu, Benyamin mengatakan, Majene dan Mamuju Sulbar memang berpotensi tinggi mengalami gempa bumi yang memicu tsunami.
Baca juga:&amp;nbsp;Perubahan Iklim Itu Nyata, Cuaca di 2020 Jadi yang Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah!
&amp;ldquo;Daerah Majene, Mamuju ini ternyata daerah yang boleh dikatakan signifikan tinggi potensi gempa buminya dan juga berasosiasi dengan tsunami. Jadi, kalau gempa tektonik selalu berasosiasi dengan batas lempeng ya. Kalau kita tahu kalau batas lempeng di dalamnya juga mempunyai sesar-sesar aktif yang cukup signifikan,&amp;rdquo; ujar Benyamin.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Benyamin melanjutkan, jika sesar aktif di wilayah Sulbar berasosiasi dengan sesar-sesar aktif salah satunya Palu Koro dan Matano.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nah, di antaranya Sulawesi ini terletak pada border yang kita pikir secara tektonik relatif tenang dan stabil ternyata banyak sekali gempa dangkal yang di daerah Sulawesi ini terutama berasosiasi sesar-sesar yang cukup terkenal seperti sesar Palu Koro dan Matano,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi di Sulawesi Barat ini cukup tinggi dan juga mempunyai struktur yang cukup aktif. Jadi di Sulawesi ini sebenarnya tektonik boleh dikatakan tidak terlalu matang, tetapi kita mengenal voltras belt di daerah Majene Mamuju yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai Sulawesi Volt Belt di daerah Makassar ini. Kemudian sebelah timur kita juga mempunyai sesar yang disebut Kolanae, di Utara kita tahu kita mempunyai Palu Koro. Keaktifan sesar di daerah ini cukup tinggi sekali dibandingkan dengan banyak daerah lainnya,&amp;rdquo; papar Benyamin</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas abnormal kegempaan di Indonesia selama Januari 2021. Bahkan, BMKG mencatat per tanggal 29 Januari 2021, sebanyak 77 gempa bumi dirasakan terjadi di Tanah Air.
Bahkan, gempa bumi juga semakin sering terjadi pasca-gempa M 6,2 di Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021. Lantas, apakah aktivitas tektonik kegempaan di Sulawesi memicu gerakan lempeng tektonik lainnya penyebab gempa?
Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Benyamin Sapii mengatakan, secara umum gempa tektonik yang terjadi di Sulbar tidak ada hubungan langsung dengan rentetan gempa bumi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Gempa M 3,9 Guncang Manggarai, Kedalaman 10 Km
&amp;ldquo;Secara umum tidak ada hal ini terjadi karena prosesnya tektonik terjadi perlahan dan Panjang sekali waktunya. Jadi sulit mengatakan hubungan secara langsung,&amp;rdquo; kata Benyamin dalam Focus Group Discussion (FGD) Gempa Bumi di Sulawesi Barat secara virtual, Senin (1/2/2021).&amp;nbsp;
Sementara itu, Benyamin mengatakan, Majene dan Mamuju Sulbar memang berpotensi tinggi mengalami gempa bumi yang memicu tsunami.
Baca juga:&amp;nbsp;Perubahan Iklim Itu Nyata, Cuaca di 2020 Jadi yang Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah!
&amp;ldquo;Daerah Majene, Mamuju ini ternyata daerah yang boleh dikatakan signifikan tinggi potensi gempa buminya dan juga berasosiasi dengan tsunami. Jadi, kalau gempa tektonik selalu berasosiasi dengan batas lempeng ya. Kalau kita tahu kalau batas lempeng di dalamnya juga mempunyai sesar-sesar aktif yang cukup signifikan,&amp;rdquo; ujar Benyamin.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Benyamin melanjutkan, jika sesar aktif di wilayah Sulbar berasosiasi dengan sesar-sesar aktif salah satunya Palu Koro dan Matano.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nah, di antaranya Sulawesi ini terletak pada border yang kita pikir secara tektonik relatif tenang dan stabil ternyata banyak sekali gempa dangkal yang di daerah Sulawesi ini terutama berasosiasi sesar-sesar yang cukup terkenal seperti sesar Palu Koro dan Matano,&amp;rdquo; ucapnya.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi di Sulawesi Barat ini cukup tinggi dan juga mempunyai struktur yang cukup aktif. Jadi di Sulawesi ini sebenarnya tektonik boleh dikatakan tidak terlalu matang, tetapi kita mengenal voltras belt di daerah Majene Mamuju yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai Sulawesi Volt Belt di daerah Makassar ini. Kemudian sebelah timur kita juga mempunyai sesar yang disebut Kolanae, di Utara kita tahu kita mempunyai Palu Koro. Keaktifan sesar di daerah ini cukup tinggi sekali dibandingkan dengan banyak daerah lainnya,&amp;rdquo; papar Benyamin</content:encoded></item></channel></rss>
