<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Membludaknya Permintaan, Bayer Akan Produksi Vaksin Baru Covid-19</title><description>Perusahaan farmasi raksasa Bayer akan ikut memproduksi vaksin eksperimental.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19"/><item><title>Membludaknya Permintaan, Bayer Akan Produksi Vaksin Baru Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19-evKLl5L2Z9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang perawat menyiapkan vaksin Covid-19 di Nantes, Prancis (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2354821/membludaknya-permintaan-bayer-akan-produksi-vaksin-baru-covid-19-evKLl5L2Z9.jpg</image><title>Seorang perawat menyiapkan vaksin Covid-19 di Nantes, Prancis (Foto: Reuters)</title></images><description>JERMAN &amp;ndash; Perusahaan farmasi raksasa Bayer akan membantu sebuah perusahaan biomedis Jerman yang lebih kecil, CureVac, untuk memproduksi vaksin eksperimental.
Bayer menjadi perusahaan terbaru yang menawarkan kapasitas manufaktur, sementara permintaan akan vaksin Covid-19 di seluruh dunia lebih besar dari pasokan.
Melalui konferensi pers virtual di Berlin pada Senin (1/2) yang diadakan Menteri Kesehatan Jens Spahn, Kepala Farmasi Bayer, Stefan Oelrich, mengatakan perusahaannya diperkirakan akan memproduksi 160 juta dosis pada 2022. Saat ini vaksin eksperimental CureVac tersebut sedang dalam tahap akhir uji coba.
Bayer dan CureVac membuat kesepakatan bulan lalu untuk bekerja sama mengembangkan vaksin. Oelrich mengatakan Bayer memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memperbesar kapasitas produksi CureVac.
(Baca juga: Berterimakasih Keluarganya Terlindungi Saat Perang Dunia II, Pria Ini Beri Warisan Rp34 M ke Penduduk Desa)
Vaksin CureVac masih dalam tahap uji coba. CEO perusahaan itu, Franz-Werner Haas, telah mengatakan vaksinnya kemungkinan akan dipertimbangkan untuk disetujui &amp;ldquo;untuk memproduksi hingga 300 juta dosis pada akhir 2021.&amp;rdquo;
Terkait minimnya pasokan vaksin, Menkes Spahn mengatakan Jerman dan Eropa berusaha keras untuk memiliki kapasitas produksi dan pengembangan di kawasan itu, dan mendukungnya sebisa mungkin -- meski vaksinnya baru akan diproduksi setahun mendatang.
(Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar, Presiden Biden Akan Minta Pertanggungjawaban Militer)

</description><content:encoded>JERMAN &amp;ndash; Perusahaan farmasi raksasa Bayer akan membantu sebuah perusahaan biomedis Jerman yang lebih kecil, CureVac, untuk memproduksi vaksin eksperimental.
Bayer menjadi perusahaan terbaru yang menawarkan kapasitas manufaktur, sementara permintaan akan vaksin Covid-19 di seluruh dunia lebih besar dari pasokan.
Melalui konferensi pers virtual di Berlin pada Senin (1/2) yang diadakan Menteri Kesehatan Jens Spahn, Kepala Farmasi Bayer, Stefan Oelrich, mengatakan perusahaannya diperkirakan akan memproduksi 160 juta dosis pada 2022. Saat ini vaksin eksperimental CureVac tersebut sedang dalam tahap akhir uji coba.
Bayer dan CureVac membuat kesepakatan bulan lalu untuk bekerja sama mengembangkan vaksin. Oelrich mengatakan Bayer memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memperbesar kapasitas produksi CureVac.
(Baca juga: Berterimakasih Keluarganya Terlindungi Saat Perang Dunia II, Pria Ini Beri Warisan Rp34 M ke Penduduk Desa)
Vaksin CureVac masih dalam tahap uji coba. CEO perusahaan itu, Franz-Werner Haas, telah mengatakan vaksinnya kemungkinan akan dipertimbangkan untuk disetujui &amp;ldquo;untuk memproduksi hingga 300 juta dosis pada akhir 2021.&amp;rdquo;
Terkait minimnya pasokan vaksin, Menkes Spahn mengatakan Jerman dan Eropa berusaha keras untuk memiliki kapasitas produksi dan pengembangan di kawasan itu, dan mendukungnya sebisa mungkin -- meski vaksinnya baru akan diproduksi setahun mendatang.
(Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar, Presiden Biden Akan Minta Pertanggungjawaban Militer)

</content:encoded></item></channel></rss>
