<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Infeksi Ganda Pertama di Dunia, Pasien Terinfeksi Dua Varian Virus Covid-19 Sekaligus</title><description>Dua pasien di Brasil telah dites positif untuk lebih dari satu jenis virus corona pada saat yang sama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus"/><item><title>Kasus Infeksi Ganda Pertama di Dunia, Pasien Terinfeksi Dua Varian Virus Covid-19 Sekaligus</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus-2kZ3ZDVBwm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2354902/kasus-infeksi-ganda-pertama-di-dunia-pasien-terinfeksi-dua-varian-virus-covid-19-sekaligus-2kZ3ZDVBwm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>BRASIL - Dua pasien di Brasil telah dites positif untuk lebih dari satu jenis virus corona pada saat yang sama, yang diyakini sebagai kasus infeksi Covid-19 ganda pertama di dunia.
Peneliti di Universitas Feevale menemukan hal itu setelah memeriksa 90 orang yang terinfeksi di Rio Grande do Sul, Brasil selatan.
Salah satu pasien dinyatakan positif untuk dua strain Brazil yang berkembang secara terpisah di negara bagian yang berbeda, yang dikenal sebagai P.1 dan P.2.
P.1 telah menyebabkan kekhawatiran internasional karena tampaknya agak kebal terhadap vaksin, yang menyebabkan Inggris melarang semua perjalanan dari Amerika Selatan.
Pasien lain dinyatakan positif P.2 dan strain B.1.91, yang pertama kali muncul di Swedia, pada saat yang sama.
(Baca juga: Ditabrak Mobil, Remaja Ini Koma Hampir Setahun, Kena Covid-19 Sebanyak Dua Kali)
Peneliti utama dalam studi Fernando Spilki, mengatakan dia khawatir infeksi dua virus sekaligus ini akan 'menghasilkan kombinasi dan menghasilkan varian baru dengan lebih cepat'.
Direktur Pusat Influenza Seluruh Dunia di Francis Crick Institute di London, Dr John McCauley,mengatakan kepada MailOnline jika  seseorang bisa saja terinfeksi oleh dua jenis pada waktu yang sama, yang dapat terjadi dengan flu.
Dia memperingatkan, meski tidak mungkin, secara biologis kedua strain dapat mengganggu satu sama lain dan menukar kode genetik.
(Baca juga: 72 Gangster Narkoba &quot;Tak Tersentuh&quot; Ditangkap, Dipenjara 221 Tahun)
&amp;ldquo;Satu virus masuk lubang hidung ini dan virus jenis lainnya masuk ke lubang hidung lainnya tidak masalah ... tetapi (risikonya adalah) jika mereka sampai ke bagian belakang tenggorokan dan kemudian masuk ke sel yang sama - maka ada peluang untuk ini terjadi,&amp;rdquo; terangnya.Profesor ilmu pernapasan di Universitas Leicester, Dr Julian Tang, mengatakan 'tidak jarang' ada dua jenis virus yang menginfeksi orang yang sama.

&amp;ldquo;Sangat mungkin bagi seorang anak yang bersekolah di sekolah dasar untuk terinfeksi satu varian Covid-19, dan saudara yang lebih tua bersekolah di sekolah menengah dan terinfeksi varian Covid-19 yang berbeda - dan kedua anak tersebut membawa virus mereka ke dala rumah untuk menginfeksi satu sama lain - dan orang tua mereka dengan kedua varian,&amp;rdquo; ujarnya.

Pendapat berbeda dilontarkan ahli virologi di University of Warwick, Profesor Lawrence Young. Dia mengatakan a tidak mungkin dua jenis virus Covid-19 dapat menginfeksi sel pada saat yang bersamaan.

&amp;ldquo;Jika satu virus masuk, ia mengambil alih sel itu, dan sulit bagi virus lain untuk masuk,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dia menambahkan perubahan pada virus itu didorong oleh mutasi acak. &amp;ldquo;Virus bermutasi pada tingkat yang sangat rendah dan banyak (mutasinya) sebagai tanggapan terhadap tekanan rendah yang kita berikan padanya,&amp;rdquo; tambahnya.

Sementara itu, ilmuwan senior lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan ada kemungkinan ilmuwan Brasil telah mencemari sampel mereka selama pengurutan, yang menyebabkan hasil yang salah.

Diketahui, Brasil berada di tengah gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan, dengan lebih dari 1.000 kematian sehari, dan memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia. Setidaknya dua varian telah muncul di sana, yang diyakini para ahli disebabkan oleh tingkat penularan berkelanjutan yang begitu tinggi, dan banyak varian lainnya sedang beredar.

</description><content:encoded>BRASIL - Dua pasien di Brasil telah dites positif untuk lebih dari satu jenis virus corona pada saat yang sama, yang diyakini sebagai kasus infeksi Covid-19 ganda pertama di dunia.
Peneliti di Universitas Feevale menemukan hal itu setelah memeriksa 90 orang yang terinfeksi di Rio Grande do Sul, Brasil selatan.
Salah satu pasien dinyatakan positif untuk dua strain Brazil yang berkembang secara terpisah di negara bagian yang berbeda, yang dikenal sebagai P.1 dan P.2.
P.1 telah menyebabkan kekhawatiran internasional karena tampaknya agak kebal terhadap vaksin, yang menyebabkan Inggris melarang semua perjalanan dari Amerika Selatan.
Pasien lain dinyatakan positif P.2 dan strain B.1.91, yang pertama kali muncul di Swedia, pada saat yang sama.
(Baca juga: Ditabrak Mobil, Remaja Ini Koma Hampir Setahun, Kena Covid-19 Sebanyak Dua Kali)
Peneliti utama dalam studi Fernando Spilki, mengatakan dia khawatir infeksi dua virus sekaligus ini akan 'menghasilkan kombinasi dan menghasilkan varian baru dengan lebih cepat'.
Direktur Pusat Influenza Seluruh Dunia di Francis Crick Institute di London, Dr John McCauley,mengatakan kepada MailOnline jika  seseorang bisa saja terinfeksi oleh dua jenis pada waktu yang sama, yang dapat terjadi dengan flu.
Dia memperingatkan, meski tidak mungkin, secara biologis kedua strain dapat mengganggu satu sama lain dan menukar kode genetik.
(Baca juga: 72 Gangster Narkoba &quot;Tak Tersentuh&quot; Ditangkap, Dipenjara 221 Tahun)
&amp;ldquo;Satu virus masuk lubang hidung ini dan virus jenis lainnya masuk ke lubang hidung lainnya tidak masalah ... tetapi (risikonya adalah) jika mereka sampai ke bagian belakang tenggorokan dan kemudian masuk ke sel yang sama - maka ada peluang untuk ini terjadi,&amp;rdquo; terangnya.Profesor ilmu pernapasan di Universitas Leicester, Dr Julian Tang, mengatakan 'tidak jarang' ada dua jenis virus yang menginfeksi orang yang sama.

&amp;ldquo;Sangat mungkin bagi seorang anak yang bersekolah di sekolah dasar untuk terinfeksi satu varian Covid-19, dan saudara yang lebih tua bersekolah di sekolah menengah dan terinfeksi varian Covid-19 yang berbeda - dan kedua anak tersebut membawa virus mereka ke dala rumah untuk menginfeksi satu sama lain - dan orang tua mereka dengan kedua varian,&amp;rdquo; ujarnya.

Pendapat berbeda dilontarkan ahli virologi di University of Warwick, Profesor Lawrence Young. Dia mengatakan a tidak mungkin dua jenis virus Covid-19 dapat menginfeksi sel pada saat yang bersamaan.

&amp;ldquo;Jika satu virus masuk, ia mengambil alih sel itu, dan sulit bagi virus lain untuk masuk,&amp;rdquo; ungkapnya.

Dia menambahkan perubahan pada virus itu didorong oleh mutasi acak. &amp;ldquo;Virus bermutasi pada tingkat yang sangat rendah dan banyak (mutasinya) sebagai tanggapan terhadap tekanan rendah yang kita berikan padanya,&amp;rdquo; tambahnya.

Sementara itu, ilmuwan senior lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan ada kemungkinan ilmuwan Brasil telah mencemari sampel mereka selama pengurutan, yang menyebabkan hasil yang salah.

Diketahui, Brasil berada di tengah gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan, dengan lebih dari 1.000 kematian sehari, dan memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia. Setidaknya dua varian telah muncul di sana, yang diyakini para ahli disebabkan oleh tingkat penularan berkelanjutan yang begitu tinggi, dan banyak varian lainnya sedang beredar.

</content:encoded></item></channel></rss>
