<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blinken: Iran Akan Miliki Material untuk Buat Bom Nuklir dalam Beberapa Minggu</title><description>Blinken menyerukan agar Iran segera kembali ke JCPOA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu"/><item><title>Blinken: Iran Akan Miliki Material untuk Buat Bom Nuklir dalam Beberapa Minggu</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu-Av7gKxVXg0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/18/2355072/blinken-iran-akan-miliki-material-untuk-buat-bom-nuklir-dalam-beberapa-minggu-Av7gKxVXg0.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)</title></images><description>JEDDAH &amp;ndash; Iran akan dapat membuat bom nuklir dalam waktu beberapa minggu lagi dengan perkembangan saat ini, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Senin (1/2/2021).
Dalam wawancara TV pertamanya sejak diangkat sebagai Menlu AS, Blinken mengatakan Teheran masih membutuhkan beberapa bulan lagi untuk dapat menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk senjata nuklir. Namun, dia mengingatkan jangka waktu itu akan menjadi &amp;ldquo;hitungan minggu&amp;rdquo; jika Iran terus melanggar kesepakatan nuklir 2015.
BACA JUGA: Antony Blinken Disetujui Sebagai Menteri Luar Negeri AS
Kelanjutan dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi, merupakan tantangan kebijakan luar negeri awal untuk pemerintahan Biden yang baru.
Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Teheran telah menanggapinya dengan secara bertahap meningkatkan pengayaan uraniumnya melebihi apa yang diizinkan berdasarkan kesepakatan tersebut.
Pada Senin, Blinken mengatakan bahwa AS bersedia untuk kembali mematuhi JCPOA jika Iran melakukannya, dan kemudian bekerja dengan sekutu dan mitra AS dalam kesepakatan &quot;yang lebih lama dan lebih kuat&quot; yang mencakup masalah lain, demikian diwartakan Arab News.
BACA JUGA: Menlu Baru AS Minta Iran Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Iran telah menolak negosiasi baru atau perubahan apa pun terhadap peserta di JCPOA, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pembicaraan baru harus mencakup Arab Saudi. Kerajaan dan sekutu Teluknya percaya bahwa perjanjian yang ditingkatkan harus membahas program rudal balistik Iran, dan campur tangan regionalnya melalui milisi proksi di Irak, Yaman dan Lebanon.
</description><content:encoded>JEDDAH &amp;ndash; Iran akan dapat membuat bom nuklir dalam waktu beberapa minggu lagi dengan perkembangan saat ini, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Senin (1/2/2021).
Dalam wawancara TV pertamanya sejak diangkat sebagai Menlu AS, Blinken mengatakan Teheran masih membutuhkan beberapa bulan lagi untuk dapat menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk senjata nuklir. Namun, dia mengingatkan jangka waktu itu akan menjadi &amp;ldquo;hitungan minggu&amp;rdquo; jika Iran terus melanggar kesepakatan nuklir 2015.
BACA JUGA: Antony Blinken Disetujui Sebagai Menteri Luar Negeri AS
Kelanjutan dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi, merupakan tantangan kebijakan luar negeri awal untuk pemerintahan Biden yang baru.
Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Teheran telah menanggapinya dengan secara bertahap meningkatkan pengayaan uraniumnya melebihi apa yang diizinkan berdasarkan kesepakatan tersebut.
Pada Senin, Blinken mengatakan bahwa AS bersedia untuk kembali mematuhi JCPOA jika Iran melakukannya, dan kemudian bekerja dengan sekutu dan mitra AS dalam kesepakatan &quot;yang lebih lama dan lebih kuat&quot; yang mencakup masalah lain, demikian diwartakan Arab News.
BACA JUGA: Menlu Baru AS Minta Iran Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Iran telah menolak negosiasi baru atau perubahan apa pun terhadap peserta di JCPOA, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pembicaraan baru harus mencakup Arab Saudi. Kerajaan dan sekutu Teluknya percaya bahwa perjanjian yang ditingkatkan harus membahas program rudal balistik Iran, dan campur tangan regionalnya melalui milisi proksi di Irak, Yaman dan Lebanon.
</content:encoded></item></channel></rss>
