<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AHY Sebut Ada 5 Orang Ingin Kudeta Demokrat, dari Kader hingga Mantan Koruptor</title><description>Awalnya AHY dan beberapa pengurus inti Demokrat tidak percaya atas upaya tersebut</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor"/><item><title>AHY Sebut Ada 5 Orang Ingin Kudeta Demokrat, dari Kader hingga Mantan Koruptor</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 06:44 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor-HoFNWkGduD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/337/2354820/ahy-sebut-ada-5-orang-ingin-kudeta-demokrat-dari-kader-hingga-mantan-koruptor-HoFNWkGduD.jpg</image><title>Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap ada dugaan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari lingkaran kekuasaan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan ingin menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Meskipun awalnya AHY dan beberapa pengurus inti Demokrat tidak percaya atas upaya tersebut dan berharap bahwa hal ini tidak benar, AHY tidak akan tinggal diam dan akan mempertahankan kedaulatan Partai Demokrat.

&amp;ldquo;Awalnya, kami tidak begitu saja percaya ketika para pelapor menyebut nama tokoh, yang berencana untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat itu, mengingat posisi yang sedang dia emban saat ini dan faktor latar belakangnya. Tetapi, lebih dari 8 saksi mengatakan telah bertemu langsung dengan pejabat pemerintahan itu dan mendengar secara langsung pula rencana-rencana seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya,&amp;rdquo; kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Bukan Hanya Demokrat, Penggembosan Parpol Oposisi Sudah Terjadi Sejak Dulu

AHY memaparkan, 10 hari lalu pihaknya menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis.

&amp;ldquo;Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang; terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga: PKS Sarankan Presiden Jokowi Buka Suara soal Isu Kudeta AHY

Pilpres 2024 AHY menegaskan, dengan adanya gerakan untuk pengambilalihan secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat tersebut, pihaknya tentu akan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan partai kami. Karena, dia yakin bahwa tidak ada satu pun pemimpin partai politik yang rela diambil alih kekuasaannya secara inkonstitusional oleh pihak manapun.

&amp;ldquo;Dalam upaya mempertahankan apa yang kami miliki tersebut, akan kami tempuh dengan mengindahkan konstitusi dan undang-undang, pranata hukum serta ikhtiar politik, yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan, moral dan etika,&amp;rdquo; ujarnya.

Kemudian, sambung lulusan Harvard University itu, Demokrat akan  bersikap tegas. Namun, Partai Demokrat akan tetap konsisten menggunakan  cara-cara yang damai dan berkeadaban, bukan kekerasan dan kegaduhan  sosial, yang mungkin saja akan mengganggu situasi nasional, yang tengah  menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi dewasa ini.

Selain itu, putra sulung Presiden RI ke-6 itu menambahkan, secara  internal, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai di DPP Partai Demokrat  juga tengah bekerja melalui mekanisme dan proses yang diatur oleh  konstitusi partai atau AD/ART, untuk menindaklanjuti laporan atas  gerakan ini, sehingga segala sesuatunya dapat dipertanggung jawabkan.

&amp;ldquo;Bersamaan dengan itu, kami juga telah mengonsolidasikan partai kami  yang tengah menghadapi ancaman serius ini. Kami sungguh bersyukur karena  hakikatnya semua pemimpin dan kader Demokrat menolak dengan tegas  segala niat, upaya dan gerakan untuk mendongkel kepemimpinan Partai  Demokrat yang sah,&amp;rdquo; ucapnya.

Hal ini disampaikan AHY dalam konferensi pers dengan didampingi oleh  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua  Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua  Majelis Tinggi Partai Demokrat Nahrawi Ramli, sejumlah pengurus DPP  Partai Demokrat secara fisik dan virtual, serta sang istri Anisa Pohan.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap ada dugaan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari lingkaran kekuasaan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan ingin menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Meskipun awalnya AHY dan beberapa pengurus inti Demokrat tidak percaya atas upaya tersebut dan berharap bahwa hal ini tidak benar, AHY tidak akan tinggal diam dan akan mempertahankan kedaulatan Partai Demokrat.

&amp;ldquo;Awalnya, kami tidak begitu saja percaya ketika para pelapor menyebut nama tokoh, yang berencana untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat itu, mengingat posisi yang sedang dia emban saat ini dan faktor latar belakangnya. Tetapi, lebih dari 8 saksi mengatakan telah bertemu langsung dengan pejabat pemerintahan itu dan mendengar secara langsung pula rencana-rencana seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya,&amp;rdquo; kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca Juga: Bukan Hanya Demokrat, Penggembosan Parpol Oposisi Sudah Terjadi Sejak Dulu

AHY memaparkan, 10 hari lalu pihaknya menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis.

&amp;ldquo;Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang; terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu,&amp;rdquo; paparnya.

Baca Juga: PKS Sarankan Presiden Jokowi Buka Suara soal Isu Kudeta AHY

Pilpres 2024 AHY menegaskan, dengan adanya gerakan untuk pengambilalihan secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat tersebut, pihaknya tentu akan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan partai kami. Karena, dia yakin bahwa tidak ada satu pun pemimpin partai politik yang rela diambil alih kekuasaannya secara inkonstitusional oleh pihak manapun.

&amp;ldquo;Dalam upaya mempertahankan apa yang kami miliki tersebut, akan kami tempuh dengan mengindahkan konstitusi dan undang-undang, pranata hukum serta ikhtiar politik, yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan, moral dan etika,&amp;rdquo; ujarnya.

Kemudian, sambung lulusan Harvard University itu, Demokrat akan  bersikap tegas. Namun, Partai Demokrat akan tetap konsisten menggunakan  cara-cara yang damai dan berkeadaban, bukan kekerasan dan kegaduhan  sosial, yang mungkin saja akan mengganggu situasi nasional, yang tengah  menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi dewasa ini.

Selain itu, putra sulung Presiden RI ke-6 itu menambahkan, secara  internal, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai di DPP Partai Demokrat  juga tengah bekerja melalui mekanisme dan proses yang diatur oleh  konstitusi partai atau AD/ART, untuk menindaklanjuti laporan atas  gerakan ini, sehingga segala sesuatunya dapat dipertanggung jawabkan.

&amp;ldquo;Bersamaan dengan itu, kami juga telah mengonsolidasikan partai kami  yang tengah menghadapi ancaman serius ini. Kami sungguh bersyukur karena  hakikatnya semua pemimpin dan kader Demokrat menolak dengan tegas  segala niat, upaya dan gerakan untuk mendongkel kepemimpinan Partai  Demokrat yang sah,&amp;rdquo; ucapnya.

Hal ini disampaikan AHY dalam konferensi pers dengan didampingi oleh  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua  Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua  Majelis Tinggi Partai Demokrat Nahrawi Ramli, sejumlah pengurus DPP  Partai Demokrat secara fisik dan virtual, serta sang istri Anisa Pohan.

</content:encoded></item></channel></rss>
