<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Masih Siaga, Sleman Perpanjang Tanggap Darurat Merapi hingga 28 Februari   </title><description>Pemkab Sleman memperpanjang Tanggap Darurat Bencana Merapi dari 1 Februari hingga 28 Februari 2021</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari"/><item><title>Status Masih Siaga, Sleman Perpanjang Tanggap Darurat Merapi hingga 28 Februari   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari</guid><pubDate>Selasa 02 Februari 2021 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari-p2AyMt4YQc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/02/340/2354944/status-masih-siaga-sleman-perpanjang-tanggap-darurat-merapi-hingga-28-februari-p2AyMt4YQc.jpg</image><title>Gunung Merapi.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>SLEMAN - Pemkab Sleman memperpanjang Tanggap Darurat Bencana Merapi dari 1 Februari hingga 28 Februari 2021. Perpanjangan ini tertuang dalam surat keputusan Bupati Sleman No 8/Kep.KDH/A/2021 yang  ditandatangi Bupati Sleman Sri Purnomo pad a29 Januari 2021.
Alasan perpanjangan ini, karena sampai sekarang belum ada penurunan status Gunung Merapi,  yaitu Level III (Siaga).
Potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas ke sektor selatan barat daya hulu sungai Boyong, Bedog, Krasak, Beberng dan Putih sejauh 5 kilometer (km) dan lontaran letuasan radius 3 km  dari puncak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Candi Asu dan Pendem Ditutup Plastik Antisipasi Abu Gunung Merapi
Ini merupakan perpanjang tanggap darurat yang ketiga. Pemkab Sleman sebelumnya sudah  mengeluarkan surat keputusan (SK) No  75/Kep.KDh/A/2020  tertanggal 5 November 2020  tentang Tanggap Darurat  bencana gunung Merapi.   Yaitu  mulai 5-30 November 2020. ,
Perpajangan pertama 1 Desember 2020-31 Desember 2020.. Perpanjang tertuang dalam SK bupati Sleman No 84.6/Kep.KDH/A/2020 tanggal 30 November 2020. Perpanjang kedua, 1 Januari 2021-31 Januari 2021, tertuang dalam SK bupati Sleman No 94.98/Kep.KDH/A/2020, tanggal 26 Desember 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 2 Kali Sejauh 800 Meter
Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto mengatakan  pertimbangan perpanjangan ini, karena Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum menurunkan atau menaikan status aktivtas Gunung Merapi, yaitu  masih tetap siaga atau level III.
Saat ini, juga masih melakukan penangganan pengungsi  warga Turgo, Piurwobinangun, Pakem yang mengungsi di Barak Purwobinangun dan SD Sanjaya Tritis. Tercatat Senin (1/2/2021) ada 128 orang yang menungsi di Barak Purwobinangun dan 62 orang di SDN Sanjaya Tritis Purwobinangun. Mereka mengungsi setelah terjadi rentetan awan panas sebayak 52 kali, 27 Januari 2021.
&amp;ldquo;Implikasi dengan penetapan status tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengajukan anggaran terkait penanganan erupsi,&amp;rdquo; kata Joko,Selasa (2/2/2021).
Joko menjelaskan dari evaluasi, untuk penanggan di barak pengungsian Purwobinangun, yang diperlukan, di antaranya toilet potable, Wifi serta tenda pengaduan anak dan perempuan. Untuk toilet portable menjadi domian Dinas Pekerjaa Umum Permuahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Wifi unruk mendukung kegiatan belajara dan komunikasi kewenangan Dinas Komubikasi dan Informasi (Diskominfo).
&amp;ldquo;Tenda pengaduan anak dan perempuan, dibutuhkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan, perlindungan anak, pengendalian pendudukan keluarga berenana (DP3AP2KB) Sleman untuk pendampingan anak dan perempuan,&amp;rdquo; jelas manta Kasat Pol PP Sleman itu.
Hal lain yang sekarang dipersiapkan, yakni perbaikan jalur evakuasi dan lampu penerangan jalan di sepanjang jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Sebab untuk jalur evakuasi belum semua diperbaikan. Yaitu di Tunggularum, sejauh 1 km. Perbaikan jalan oleh DPUPKP, lampu penerangan jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman.
&quot;Berbagai usulan itu direalisasikan menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yang berlaku selama masa tanggap darurat,&quot; terangnya.
Menurut Joko untuk penangganan pengungsi warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan di barak Glagaharjo, dari hasil evakuasi berjalan dengan baik dan lancar. Para pengungsi sendiri sekarang sudah pulang ke rumah.</description><content:encoded>SLEMAN - Pemkab Sleman memperpanjang Tanggap Darurat Bencana Merapi dari 1 Februari hingga 28 Februari 2021. Perpanjangan ini tertuang dalam surat keputusan Bupati Sleman No 8/Kep.KDH/A/2021 yang  ditandatangi Bupati Sleman Sri Purnomo pad a29 Januari 2021.
Alasan perpanjangan ini, karena sampai sekarang belum ada penurunan status Gunung Merapi,  yaitu Level III (Siaga).
Potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas ke sektor selatan barat daya hulu sungai Boyong, Bedog, Krasak, Beberng dan Putih sejauh 5 kilometer (km) dan lontaran letuasan radius 3 km  dari puncak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Candi Asu dan Pendem Ditutup Plastik Antisipasi Abu Gunung Merapi
Ini merupakan perpanjang tanggap darurat yang ketiga. Pemkab Sleman sebelumnya sudah  mengeluarkan surat keputusan (SK) No  75/Kep.KDh/A/2020  tertanggal 5 November 2020  tentang Tanggap Darurat  bencana gunung Merapi.   Yaitu  mulai 5-30 November 2020. ,
Perpajangan pertama 1 Desember 2020-31 Desember 2020.. Perpanjang tertuang dalam SK bupati Sleman No 84.6/Kep.KDH/A/2020 tanggal 30 November 2020. Perpanjang kedua, 1 Januari 2021-31 Januari 2021, tertuang dalam SK bupati Sleman No 94.98/Kep.KDH/A/2020, tanggal 26 Desember 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 2 Kali Sejauh 800 Meter
Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto mengatakan  pertimbangan perpanjangan ini, karena Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum menurunkan atau menaikan status aktivtas Gunung Merapi, yaitu  masih tetap siaga atau level III.
Saat ini, juga masih melakukan penangganan pengungsi  warga Turgo, Piurwobinangun, Pakem yang mengungsi di Barak Purwobinangun dan SD Sanjaya Tritis. Tercatat Senin (1/2/2021) ada 128 orang yang menungsi di Barak Purwobinangun dan 62 orang di SDN Sanjaya Tritis Purwobinangun. Mereka mengungsi setelah terjadi rentetan awan panas sebayak 52 kali, 27 Januari 2021.
&amp;ldquo;Implikasi dengan penetapan status tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengajukan anggaran terkait penanganan erupsi,&amp;rdquo; kata Joko,Selasa (2/2/2021).
Joko menjelaskan dari evaluasi, untuk penanggan di barak pengungsian Purwobinangun, yang diperlukan, di antaranya toilet potable, Wifi serta tenda pengaduan anak dan perempuan. Untuk toilet portable menjadi domian Dinas Pekerjaa Umum Permuahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Wifi unruk mendukung kegiatan belajara dan komunikasi kewenangan Dinas Komubikasi dan Informasi (Diskominfo).
&amp;ldquo;Tenda pengaduan anak dan perempuan, dibutuhkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan, perlindungan anak, pengendalian pendudukan keluarga berenana (DP3AP2KB) Sleman untuk pendampingan anak dan perempuan,&amp;rdquo; jelas manta Kasat Pol PP Sleman itu.
Hal lain yang sekarang dipersiapkan, yakni perbaikan jalur evakuasi dan lampu penerangan jalan di sepanjang jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Sebab untuk jalur evakuasi belum semua diperbaikan. Yaitu di Tunggularum, sejauh 1 km. Perbaikan jalan oleh DPUPKP, lampu penerangan jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman.
&quot;Berbagai usulan itu direalisasikan menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yang berlaku selama masa tanggap darurat,&quot; terangnya.
Menurut Joko untuk penangganan pengungsi warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan di barak Glagaharjo, dari hasil evakuasi berjalan dengan baik dan lancar. Para pengungsi sendiri sekarang sudah pulang ke rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
