<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentagon: Militer AS Tak Perlu Dilibatkan Selesaikan Situasi di Myanmar</title><description>Presiden AS Joe Biden mengancam menjatuhkan denda kepada Myanmar terkait kudeta ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar"/><item><title>Pentagon: Militer AS Tak Perlu Dilibatkan Selesaikan Situasi di Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar-qzarwzrmOj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/18/2355676/pentagon-militer-as-tak-perlu-dilibatkan-selesaikan-situasi-di-myanmar-qzarwzrmOj.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>WASHINGTON, DC - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon,&amp;nbsp; tidak melihat perlunya militer Amerika diterjunkan dan berperan di Myanmar, demikian disampaikan Sekretaris Pers Pentagon John Kirby kepada wartawan pada Selasa (2/2/2021).
&quot;Saya tidak percaya kami memperkirakan sekarang dengan apa yang terjadi di sana, diperlukan solusi atau tindakan militer AS,&quot; kata Kirby sebagaimana dilansir Sputnik. &quot;Kami pasti telah melihat dengan sangat waspada apa yang terjadi di Burma (Myanmar), tetapi saya tidak melihat peran militer AS sekarang.&quot;
BACA JUGA: Min Aung Hlaing, Sosok Panglima di Balik Kudeta Militer Myanmar
Militer Myanmar melancarkan kudeta pada Senin (1/2/2021) pagi dan menahan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan anggota senior Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya. Militer mengumumkan keadaan darurat satu tahun di negara itu, bersumpah untuk &quot;mengambil tindakan&quot; terhadap dugaan penipuan pemilih selama pemilihan umum 8 November, yang dimenangkan oleh partai NLD.
Militer mengatakan mereka berkomitmen pada sistem demokrasi dan berjanji untuk mengadakan pemilihan yang baru dan adil ketika keadaan darurat berakhir.
BACA JUGA: Pemimpin Kudeta Myanmar: Pengambilalihan Kekuasaan Tak Bisa Dihindari
Sebelumnya pada Selasa, AS menyatakan bahwa peristiwa di Myanmar merupakan kudeta militer, yang membuka jalan bagi Washington untuk menjatuhkan sanksi. AS telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa pemimpin militer Myanmar atas peran mereka dalam krisis kemanusiaan Rohingya.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan para pejabat AS tidak memiliki kontak langsung dengan pejabat Myanmar yang ditahan. AS sedang berkoordinasi dengan sekutu dan mitranya, termasuk Jepang dan India, untuk mengatasi situasi tersebut.
</description><content:encoded>WASHINGTON, DC - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon,&amp;nbsp; tidak melihat perlunya militer Amerika diterjunkan dan berperan di Myanmar, demikian disampaikan Sekretaris Pers Pentagon John Kirby kepada wartawan pada Selasa (2/2/2021).
&quot;Saya tidak percaya kami memperkirakan sekarang dengan apa yang terjadi di sana, diperlukan solusi atau tindakan militer AS,&quot; kata Kirby sebagaimana dilansir Sputnik. &quot;Kami pasti telah melihat dengan sangat waspada apa yang terjadi di Burma (Myanmar), tetapi saya tidak melihat peran militer AS sekarang.&quot;
BACA JUGA: Min Aung Hlaing, Sosok Panglima di Balik Kudeta Militer Myanmar
Militer Myanmar melancarkan kudeta pada Senin (1/2/2021) pagi dan menahan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan anggota senior Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya. Militer mengumumkan keadaan darurat satu tahun di negara itu, bersumpah untuk &quot;mengambil tindakan&quot; terhadap dugaan penipuan pemilih selama pemilihan umum 8 November, yang dimenangkan oleh partai NLD.
Militer mengatakan mereka berkomitmen pada sistem demokrasi dan berjanji untuk mengadakan pemilihan yang baru dan adil ketika keadaan darurat berakhir.
BACA JUGA: Pemimpin Kudeta Myanmar: Pengambilalihan Kekuasaan Tak Bisa Dihindari
Sebelumnya pada Selasa, AS menyatakan bahwa peristiwa di Myanmar merupakan kudeta militer, yang membuka jalan bagi Washington untuk menjatuhkan sanksi. AS telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa pemimpin militer Myanmar atas peran mereka dalam krisis kemanusiaan Rohingya.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan para pejabat AS tidak memiliki kontak langsung dengan pejabat Myanmar yang ditahan. AS sedang berkoordinasi dengan sekutu dan mitranya, termasuk Jepang dan India, untuk mengatasi situasi tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
