<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiai Rosyad, Penerjemah Ratusan Kitab Klasik Meninggal Dunia</title><description>KH Abdul Rosyad Shiddiq merupakan penerjemah kitab-kitab klasik ke dalam bahasa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia"/><item><title>Kiai Rosyad, Penerjemah Ratusan Kitab Klasik Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Haryudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia-teWHQPN84P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdul Rosyid Shiddiq meninggal dunia (Foto: Ist/Haryudi) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/337/2355801/kiai-rosyad-penerjemah-ratusan-kitab-klasik-meninggal-dunia-teWHQPN84P.jpg</image><title>KH Abdul Rosyid Shiddiq meninggal dunia (Foto: Ist/Haryudi) </title></images><description>BOGOR - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) kembali berduka. KH Abdul Rosyad Shiddiq penerjemah ratusan kitab klasik dikabarkan wafat di kediamannya di Kelurahan Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (2/2/2021)
Kabar duka itu disampaikan langsung Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang KH Muslih Mustofa yang menyampaikan sosok alim dan sederhana itu telah berpulang pada pukul 07.45 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bupati Sleman Sembuh dari Covid-19 Usai Isolasi 14 Hari
Menurutnya, KH Abdul Rosyad Shiddiq merupakan penerjemah kitab-kitab klasik ke dalam bahasa Indonesia. Semasa hidupnya almarhum telah menterjemahkan 300 kitab klasik.
&quot;Sehingga membuat kitab-kitab klasik semakin mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Beliau alumnus Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,&quot; kenang Kiai Muslih dikutip dari laman nu.or.id, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, almarhum masih sempat bertemu dengan dengan Kai Kholil, Abah dari Gus Yaqut Cholil Qoumas yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

&quot;Sangat langka orang semacam beliau itu. Hanya ada dua di Rembang yang produktif adalah beliau (KH Abdul Rosyad Shiddiq) dan H Sunarto yang merupakan Ketua PCNU Rembang,&quot; katanya.

Kiai Muslih menjelaskan bahwa Kiai Rosyad saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kabupaten Rembang di bidang kesehatan.

Perjuangannya dalam membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) dengan akidah Ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang. Maka dari itu, dengan berpulangnya KH Rosyad, Nahdlatul Ulama betul-betul sangat kehilangan, sebab beliau berjuang bersama.

&quot;Bagaimana NU di Rembang ini selalu dikenal oleh masyarakat, dan masyarakat semakin kenal dengan NU. Sehingga akidah Ahlussunnah wal jamaah itu bisa masuk ke seluruh elemen masyarakat,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berusia Ratusan Tahun, 7 Kitab Kiai Hasyim Asy'ari Ini Masih Utuh
Ia menjelaskan almarhum telah dimakamkan pada Selasa (2/2/2021) pada pukul 13.00 WIB di di TPU Krapyak, Rembang. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang sangat aktif di dalam segala persoalan. Beliau adalah sosok yang murah hati dan mudah membantu terutama di saat ada orang sakit atau meninggal.

&amp;ldquo;Beliau pertama kali yang mengumumkan sekaligus mengajak teman-teman untuk menjenguk orang yang sakit dan saat ada orang meninggal mengajak memberi belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.&quot; ungkapnya.

Ia mengenang, almarhum merupakan sosok humoris dan jarang menunjukkan raut yang susah, raut yang sedih, pokoknya selalu gembira tertawa, kadang juga suka bercanda.

&quot;Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal baiknya sehingga beliau dimasukkan di dalam orang-orang yang berjuang di jalan Allah dan akhirnya Insyallah syahid, karena meninggalnya pun setelah sholat subuh, tidak ada orang tahu dan tidak merepotkan orang lain. Insyaallah saya punya keyakinan beliau husnul khatimah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BOGOR - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) kembali berduka. KH Abdul Rosyad Shiddiq penerjemah ratusan kitab klasik dikabarkan wafat di kediamannya di Kelurahan Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (2/2/2021)
Kabar duka itu disampaikan langsung Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang KH Muslih Mustofa yang menyampaikan sosok alim dan sederhana itu telah berpulang pada pukul 07.45 WIB.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bupati Sleman Sembuh dari Covid-19 Usai Isolasi 14 Hari
Menurutnya, KH Abdul Rosyad Shiddiq merupakan penerjemah kitab-kitab klasik ke dalam bahasa Indonesia. Semasa hidupnya almarhum telah menterjemahkan 300 kitab klasik.
&quot;Sehingga membuat kitab-kitab klasik semakin mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Beliau alumnus Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,&quot; kenang Kiai Muslih dikutip dari laman nu.or.id, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, almarhum masih sempat bertemu dengan dengan Kai Kholil, Abah dari Gus Yaqut Cholil Qoumas yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

&quot;Sangat langka orang semacam beliau itu. Hanya ada dua di Rembang yang produktif adalah beliau (KH Abdul Rosyad Shiddiq) dan H Sunarto yang merupakan Ketua PCNU Rembang,&quot; katanya.

Kiai Muslih menjelaskan bahwa Kiai Rosyad saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kabupaten Rembang di bidang kesehatan.

Perjuangannya dalam membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) dengan akidah Ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang. Maka dari itu, dengan berpulangnya KH Rosyad, Nahdlatul Ulama betul-betul sangat kehilangan, sebab beliau berjuang bersama.

&quot;Bagaimana NU di Rembang ini selalu dikenal oleh masyarakat, dan masyarakat semakin kenal dengan NU. Sehingga akidah Ahlussunnah wal jamaah itu bisa masuk ke seluruh elemen masyarakat,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berusia Ratusan Tahun, 7 Kitab Kiai Hasyim Asy'ari Ini Masih Utuh
Ia menjelaskan almarhum telah dimakamkan pada Selasa (2/2/2021) pada pukul 13.00 WIB di di TPU Krapyak, Rembang. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang sangat aktif di dalam segala persoalan. Beliau adalah sosok yang murah hati dan mudah membantu terutama di saat ada orang sakit atau meninggal.

&amp;ldquo;Beliau pertama kali yang mengumumkan sekaligus mengajak teman-teman untuk menjenguk orang yang sakit dan saat ada orang meninggal mengajak memberi belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.&quot; ungkapnya.

Ia mengenang, almarhum merupakan sosok humoris dan jarang menunjukkan raut yang susah, raut yang sedih, pokoknya selalu gembira tertawa, kadang juga suka bercanda.

&quot;Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal baiknya sehingga beliau dimasukkan di dalam orang-orang yang berjuang di jalan Allah dan akhirnya Insyallah syahid, karena meninggalnya pun setelah sholat subuh, tidak ada orang tahu dan tidak merepotkan orang lain. Insyaallah saya punya keyakinan beliau husnul khatimah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
