<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor di 3 Titik, Jalan Raya Malang-Kediri Putus Lagi</title><description>Longsor susulan terjadi di 2 titik sehingga Jalan Raya Malang-Kediri kembali terputus.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi"/><item><title>Longsor di 3 Titik, Jalan Raya Malang-Kediri Putus Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 22:43 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi-boiakGBDWW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Raya Malang-Kediri longsor. (Foto : BPBD Kabupaten Malang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/519/2356089/longsor-di-3-titik-jalan-raya-malang-kediri-putus-lagi-boiakGBDWW.jpg</image><title>Jalan Raya Malang-Kediri longsor. (Foto : BPBD Kabupaten Malang)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Jalan Raya Malang-Kediri kembali tertutup material longsor dan tak bisa dilintasi. Longsor terjadi pada sepanjang hari Rabu (3/2/2021) di tiga titik lokasi di dua kecamatan berbeda, yaitu di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Plt Kabid Kedaruratan dan Ligistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono mengatakan, dua titik longsor susulan terjadi di Desa Jombok, Ngantang, dan Desa Ngeprih, Pujon, Malang.

&quot;Ada dua titik yang mengalami longsor susulan, pertama di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, dan di Desa Ngeprih, Kecamatan Pujon,&quot; kata Sadono, saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Sebagai informasi, kejadian tanah longsor di Desa Jombok, pertama kali terjadi pada Selasa (2/2/2021). Saat itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngantang, menyebabkan tebing setinggi 25 meter longsor.

Kemudian, lanjut Sadono, longsor terjadi di Desa Ngeprih, Kecamatan Pujon, Malang, pada pada Rabu (3/2/2021) sekira pukul 04.30 WIB. Sementara titik longsor baru terakhir yang terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB, yang ada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon.

&quot;Longsor hampir terjadi bersamaan, sekitar pukul 17.00 WIB. Untuk penanganan di Jombok, sebelumnya sudah bisa dilewati kendaraan, dan tinggal pembersihan saja. Namun, akibat hujan deras, tanah yang ada di tebing kembali jenuh, sehingga mengalami longsor,&quot; kata Sadono.

Baca Juga : Akses ke Kawah Ijen Putus Tertutup Longsor dan Banjir Bandang

Sadono menambahkan, hingga Rabu malam pukul 20.00 WIB, tim gabungan dengan jumlah personel lebih dari 100 orang dikerahkan untuk membersihkan material longsor tersebut. Untuk penanganan di Desa Kedungrejo, masih tertahan akibat longsor yang terjadi di Desa Ngeprih.




&quot;Saya mendapatkan informasi longsor di Kedungrejo, namun alat berat masih tertahan di Ngeprih, karena ada tiang kabel yang jatuh ke badan jalan. Untuk dua lokasi, Jombok, dan Ngeprih, tidak ada korban jiwa,&quot; kata Sadono.

Sadono menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini curah hujan yang tinggi.

Baca Juga : Tebing Setinggi 25 Meter Longsor, Jalan Malang-Kediri Tertutup Total

Masyarakat yang ada di wilayah pegunungan, lanjut Sadono, diharapkan terus waspada mengingat adanya hujan deras bisa mengakibatkan tanah menjadi jenuh dan bencana tanah longsor.

&quot;Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai jika melihat retakan tanah, atau adanya sumber air baru. Itu harus waspada. Saat ini, akses Malang-Kediri, masih tertutup total,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Jalan Raya Malang-Kediri kembali tertutup material longsor dan tak bisa dilintasi. Longsor terjadi pada sepanjang hari Rabu (3/2/2021) di tiga titik lokasi di dua kecamatan berbeda, yaitu di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Plt Kabid Kedaruratan dan Ligistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono mengatakan, dua titik longsor susulan terjadi di Desa Jombok, Ngantang, dan Desa Ngeprih, Pujon, Malang.

&quot;Ada dua titik yang mengalami longsor susulan, pertama di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, dan di Desa Ngeprih, Kecamatan Pujon,&quot; kata Sadono, saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Sebagai informasi, kejadian tanah longsor di Desa Jombok, pertama kali terjadi pada Selasa (2/2/2021). Saat itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngantang, menyebabkan tebing setinggi 25 meter longsor.

Kemudian, lanjut Sadono, longsor terjadi di Desa Ngeprih, Kecamatan Pujon, Malang, pada pada Rabu (3/2/2021) sekira pukul 04.30 WIB. Sementara titik longsor baru terakhir yang terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB, yang ada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon.

&quot;Longsor hampir terjadi bersamaan, sekitar pukul 17.00 WIB. Untuk penanganan di Jombok, sebelumnya sudah bisa dilewati kendaraan, dan tinggal pembersihan saja. Namun, akibat hujan deras, tanah yang ada di tebing kembali jenuh, sehingga mengalami longsor,&quot; kata Sadono.

Baca Juga : Akses ke Kawah Ijen Putus Tertutup Longsor dan Banjir Bandang

Sadono menambahkan, hingga Rabu malam pukul 20.00 WIB, tim gabungan dengan jumlah personel lebih dari 100 orang dikerahkan untuk membersihkan material longsor tersebut. Untuk penanganan di Desa Kedungrejo, masih tertahan akibat longsor yang terjadi di Desa Ngeprih.




&quot;Saya mendapatkan informasi longsor di Kedungrejo, namun alat berat masih tertahan di Ngeprih, karena ada tiang kabel yang jatuh ke badan jalan. Untuk dua lokasi, Jombok, dan Ngeprih, tidak ada korban jiwa,&quot; kata Sadono.

Sadono menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini curah hujan yang tinggi.

Baca Juga : Tebing Setinggi 25 Meter Longsor, Jalan Malang-Kediri Tertutup Total

Masyarakat yang ada di wilayah pegunungan, lanjut Sadono, diharapkan terus waspada mengingat adanya hujan deras bisa mengakibatkan tanah menjadi jenuh dan bencana tanah longsor.

&quot;Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai jika melihat retakan tanah, atau adanya sumber air baru. Itu harus waspada. Saat ini, akses Malang-Kediri, masih tertutup total,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
