<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Libur Panjang Imlek, Pemkot Bandung Antisipasi Klaster Baru Penularan Covid-19</title><description>Muncul wacana, saat Tahun Baru Imlek pada 12 Februari 2021, tidak libur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19"/><item><title>Libur Panjang Imlek, Pemkot Bandung Antisipasi Klaster Baru Penularan Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2021 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Warsudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19-U5qVfvpHZp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/525/2355433/libur-panjang-imlek-pemkot-bandung-antisipasi-klaster-baru-penularan-covid-19-U5qVfvpHZp.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan antisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19 selama libur panjang Imlek 2021. Muncul wacana, saat Tahun Baru Imlek pada 12 Februari 2021, tidak libur.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, hari libur panjang Tahun Baru Imlek perlu diantisipasi guna meminimalisasi potensi klaster Covid-19 baru. Hal tersebut perlu diantisipasi karena berkaca dari sejumlah libur panjang sebelumnya.

&quot;Ketika menghadapi libur itu harus diantisipasi. Tadi malam rapat koordinasi. Dari beberapa daerah menyampaikan usulan Imlek yang akan datang (12 Februari 2021) untuk tidak libur,&quot; kata Oded di Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/2/2021).

Menurut Oded, naik turunnya kasus Covid-19 di Kota Bandung memang sedikit banyaknya dipengaruhi oleh adanya libur panjang. Seperti pada akhir 2020, Dinkes Kota Bandung menyatakan masih menyelesaikan sejumlah kasus akibat libur panjang Oktober 2020 lalu.

Baca Juga: Soal Karantina Wilayah Terbatas hingga RT/RW, Begini Penjelasan Satgas

Sejak saat itu kasus Covid-19 di Kota Bandung terus meningkat. Sejauh ini pun masih ada 1.526 orang yang belum sembuh dari Covid-19. Meski begitu, ruang isolasi Covid-19 di Kota Bandung masih tersedia.

Berdasarkan arahan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ujar Oded, kini ruang isolasi perlu diprioritaskan kepada orang yang memiliki gejala.

&quot;Kalau yang tidak ada gejala lebih baik mandiri saja, supaya isolasi di rumah sakit untuk bergejala, kita berupaya terus menambah ruang isolasi,&quot; kata Oded.</description><content:encoded>BANDUNG - Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan antisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19 selama libur panjang Imlek 2021. Muncul wacana, saat Tahun Baru Imlek pada 12 Februari 2021, tidak libur.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, hari libur panjang Tahun Baru Imlek perlu diantisipasi guna meminimalisasi potensi klaster Covid-19 baru. Hal tersebut perlu diantisipasi karena berkaca dari sejumlah libur panjang sebelumnya.

&quot;Ketika menghadapi libur itu harus diantisipasi. Tadi malam rapat koordinasi. Dari beberapa daerah menyampaikan usulan Imlek yang akan datang (12 Februari 2021) untuk tidak libur,&quot; kata Oded di Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/2/2021).

Menurut Oded, naik turunnya kasus Covid-19 di Kota Bandung memang sedikit banyaknya dipengaruhi oleh adanya libur panjang. Seperti pada akhir 2020, Dinkes Kota Bandung menyatakan masih menyelesaikan sejumlah kasus akibat libur panjang Oktober 2020 lalu.

Baca Juga: Soal Karantina Wilayah Terbatas hingga RT/RW, Begini Penjelasan Satgas

Sejak saat itu kasus Covid-19 di Kota Bandung terus meningkat. Sejauh ini pun masih ada 1.526 orang yang belum sembuh dari Covid-19. Meski begitu, ruang isolasi Covid-19 di Kota Bandung masih tersedia.

Berdasarkan arahan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ujar Oded, kini ruang isolasi perlu diprioritaskan kepada orang yang memiliki gejala.

&quot;Kalau yang tidak ada gejala lebih baik mandiri saja, supaya isolasi di rumah sakit untuk bergejala, kita berupaya terus menambah ruang isolasi,&quot; kata Oded.</content:encoded></item></channel></rss>
