<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Tracing Covid-19 Dikhawatirkan Timbulkan Makna Lain di Masyarakat</title><description>Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas dalam&amp;nbsp;upaya tracing Covid-19 dikhawatirkan dapat memunculkan makna lain di masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat"/><item><title>Pelibatan Babinsa-Bhabinkamtibmas Tracing Covid-19 Dikhawatirkan Timbulkan Makna Lain di Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 05:35 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat-nLpd3Lv3BI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota TNI berjaga di MRT. (Foto : Sindonews/Isra Triansyah)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/337/2356786/pelibatan-babinsa-bhabinkamtibmas-tracing-covid-19-dikhawatirkan-timbulkan-makna-lain-di-masyarakat-nLpd3Lv3BI.jpeg</image><title>Anggota TNI berjaga di MRT. (Foto : Sindonews/Isra Triansyah)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyatakan pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam upaya tracing Covid-19 dikhawatirkan dapat memunculkan makna lain di masyarakat.

&quot;Pelibatan Babinsa, Bhabinkamtimnas, dan Satpol PP dalam upaya penelusuran (tracing) kasus Covid-19 perlu diperjelas lebih lanjut. Sebab, ada kekhawatiran pelibatan TNI-Polri lewat Babinsa maupun Babinkamtibmas justru bermakna lain di masyarakat,&quot; kata Khairul dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Khairul memaparkan, pelibatan Babinsa, Babinkamtibmas, maupun Satpol PP dalam gerakan masyarakat sudah sempat terjadi. Di Jawa Tengah contohnya, Kodam Diponegoro pernah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk mendorong pelaksanaan program pemantauan jentik nyamuk.

&quot;Para tentara tersebut digunakan sebagai agen untuk berhubungan dengan masyarakat. Setelah warga menerima kedatangan rombongan, petugas kesehatan masuk dan mengecek kondisi penampungan air di daerah,&quot; ujar Khairul.

Dari situasi tersebut, kata Khairul, pemerintah seolah mengambil jalan cepat untuk mengontrol rakyat dalam upaya penelusuran kasus. Pemerintah lebih memilih pendekatan dengan efek psikologis kepada masyarakat agar segera patuh dengan pemerintah dan mau diperiksa.

Di sisi lain, menurut Khairul, ada pertanyaan mengenai kapasitas dan peran Babinsa dan Babinkamtibmas dalam kegiatan tersebut. Para Babinsa/Babinkamtibmas tidak memiliki kompetensi dalam upaya tracing karena kemampuan tracing dimiliki tenaga medis.

Baca Juga : Bertemu 5 Gubernur, Jokowi Kembali Sampaikan Pembatasan Mikro

&quot;Kalaupun mereka bertugas sebagai pendamping, perlu ada protokol jelas saat pengamanan tenaga kesehatan maupun tindakan lanjutan seperti membawa kandidat yang diperiksa dengan hasil reaktif Covid-19. Belum lagi ada potensi agen penyebaran virus corona mengingat TNI-Polri yang ditugaskan adalah Babinsa/Babinkamtibmas yang berperan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di luar masalah penanganan covid,&quot; tutur Khairul.


Hal lainnya, sambung Khairul, selama ini warga tidak pernah tahu apakah evaluasi pernah dilakukan terhadap pelibatan TNI-Polri dalam penegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat yang sudah berjalan beberapa waktu.

&quot;Saya khawatir, ekspektasi kita terlalu tinggi terhadap pelibatan itu dan mengabaikan adanya kemungkinan pelibatan itu tidak berjalan efektif di lapangan. Ini tentunya bukan berarti secara keseluruhan peran TNI Polri dalam penanganan Covid -19 ini sama sekali tidak efektif. Karena dapat juga kita lihat bahwa dalam aspek penanganan medis, kontribusi tenaga kesehatan TNI Polri justru luar biasa,&quot; tutur Khairul.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan jika upaya tracing di daerah ini merupakan salah satu fungsi prioritas dari Posko di daerah.

Baca Juga : Pemprov DKI Masih Menunggu Arahan Pusat soal Lockdown Akhir Pekan

&amp;ldquo;Seperti yang telah disampaikan dalam Konferensi Pers (kemarin), Posko ini terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur lain yang digerakkan oleh Pemda seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perekonomian, Puskesmas, PKK dan komunitas lainnya di bawah komando Satuan Tugas Covid-19 di daerah,&amp;rdquo; ujar Wiku dari keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 secara virtual, Kamis (4/2/2021).
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyatakan pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam upaya tracing Covid-19 dikhawatirkan dapat memunculkan makna lain di masyarakat.

&quot;Pelibatan Babinsa, Bhabinkamtimnas, dan Satpol PP dalam upaya penelusuran (tracing) kasus Covid-19 perlu diperjelas lebih lanjut. Sebab, ada kekhawatiran pelibatan TNI-Polri lewat Babinsa maupun Babinkamtibmas justru bermakna lain di masyarakat,&quot; kata Khairul dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Khairul memaparkan, pelibatan Babinsa, Babinkamtibmas, maupun Satpol PP dalam gerakan masyarakat sudah sempat terjadi. Di Jawa Tengah contohnya, Kodam Diponegoro pernah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk mendorong pelaksanaan program pemantauan jentik nyamuk.

&quot;Para tentara tersebut digunakan sebagai agen untuk berhubungan dengan masyarakat. Setelah warga menerima kedatangan rombongan, petugas kesehatan masuk dan mengecek kondisi penampungan air di daerah,&quot; ujar Khairul.

Dari situasi tersebut, kata Khairul, pemerintah seolah mengambil jalan cepat untuk mengontrol rakyat dalam upaya penelusuran kasus. Pemerintah lebih memilih pendekatan dengan efek psikologis kepada masyarakat agar segera patuh dengan pemerintah dan mau diperiksa.

Di sisi lain, menurut Khairul, ada pertanyaan mengenai kapasitas dan peran Babinsa dan Babinkamtibmas dalam kegiatan tersebut. Para Babinsa/Babinkamtibmas tidak memiliki kompetensi dalam upaya tracing karena kemampuan tracing dimiliki tenaga medis.

Baca Juga : Bertemu 5 Gubernur, Jokowi Kembali Sampaikan Pembatasan Mikro

&quot;Kalaupun mereka bertugas sebagai pendamping, perlu ada protokol jelas saat pengamanan tenaga kesehatan maupun tindakan lanjutan seperti membawa kandidat yang diperiksa dengan hasil reaktif Covid-19. Belum lagi ada potensi agen penyebaran virus corona mengingat TNI-Polri yang ditugaskan adalah Babinsa/Babinkamtibmas yang berperan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di luar masalah penanganan covid,&quot; tutur Khairul.


Hal lainnya, sambung Khairul, selama ini warga tidak pernah tahu apakah evaluasi pernah dilakukan terhadap pelibatan TNI-Polri dalam penegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat yang sudah berjalan beberapa waktu.

&quot;Saya khawatir, ekspektasi kita terlalu tinggi terhadap pelibatan itu dan mengabaikan adanya kemungkinan pelibatan itu tidak berjalan efektif di lapangan. Ini tentunya bukan berarti secara keseluruhan peran TNI Polri dalam penanganan Covid -19 ini sama sekali tidak efektif. Karena dapat juga kita lihat bahwa dalam aspek penanganan medis, kontribusi tenaga kesehatan TNI Polri justru luar biasa,&quot; tutur Khairul.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan jika upaya tracing di daerah ini merupakan salah satu fungsi prioritas dari Posko di daerah.

Baca Juga : Pemprov DKI Masih Menunggu Arahan Pusat soal Lockdown Akhir Pekan

&amp;ldquo;Seperti yang telah disampaikan dalam Konferensi Pers (kemarin), Posko ini terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur lain yang digerakkan oleh Pemda seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perekonomian, Puskesmas, PKK dan komunitas lainnya di bawah komando Satuan Tugas Covid-19 di daerah,&amp;rdquo; ujar Wiku dari keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 secara virtual, Kamis (4/2/2021).
</content:encoded></item></channel></rss>
