<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhat Penggali Kubur saat Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Masuk Angin Dikira Kena Virus</title><description>Angka kematian akibat Covid-19 masih belum terkendali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus"/><item><title>Curhat Penggali Kubur saat Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Masuk Angin Dikira Kena Virus</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 05:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus-Z2KTFbnfLm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Taufik Budi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/512/2356783/curhat-penggali-kubur-saat-kematian-akibat-covid-19-tinggi-masuk-angin-dikira-kena-virus-Z2KTFbnfLm.jpg</image><title>Foto: Taufik Budi</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Angka kematian akibat Covid-19 masih belum terkendali. Penggali kubur yang berada di garda paling ujung, tak kalah sibuknya ketika melaksanakan tugas pemakaman. Selain cepat, mereka juga mesti menerapkan protokol kesehatan agar tak turut terpapar.

&amp;ldquo;Jenazah (pasine Covid-19) nyampai sini hujan enggak hujan, bahkan hujan terus kaya apa kita lakukan langsung pemakaman, sesegera mungkin tertutup,&amp;rdquo; kata seorang penggali kubur di TPU Jatisari, Mijen, Kota Semarang, Maryadi, Kamis (4/2/2021).

Pria asal Kabupaten Boyolali itu pun menceritakan sempat diliputi kepanikan ketika merasa kurang enak badan. Kekhawatiran terpapar virus corona kerap kali menghantui, terlebih sesuai melakukan pemakanan.

&amp;ldquo;Kita pas pemakaman itu aja itu ada yang masuk angin. Kita punya perasaan takut. Saya sampai masuk angin kaya gini itu masuk angin biasa, atau (terpapar Covid-19),&amp;rdquo; ungkap dia.

Baca Juga: 2 Minggu PPKM, Satgas: Kasus Aktif Covid-19 Melandai, Keterisian RS Menurun Drastis

&amp;ldquo;Takutnya kan kita yang menangani langsung pemakaman (pasien) Covid. Ya (sempat diliputi) takut ya. Alhamdulillah itu bukan (terpapar corona), cuma masuk angin biasa, karena kecapaian aja,&amp;rdquo; tandasnya.

Sebagai penggali kubur, dia prihatin dengan banyaknya warga yang meninggal dunia karena Covid-19.  Sebab jika ada pasien Covid-19 meninggal dunia dan akan dimakamkan di TPU Jatisari, dirinya harus siaga, meski dalam kondisi malam sekali pun. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan tak ada lagi warga yang terinfeksi.

Staf TPU Jatisari, Warni, menambahkan, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Jatisari sejak 2 April 2020 sampai sekarang mencapai ratusan orang. &quot;Kurang lebih 428 orang (pasien Covid-19 meninggal dimakamkan di TPU Jatisari),&quot; bebernya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Angka kematian akibat Covid-19 masih belum terkendali. Penggali kubur yang berada di garda paling ujung, tak kalah sibuknya ketika melaksanakan tugas pemakaman. Selain cepat, mereka juga mesti menerapkan protokol kesehatan agar tak turut terpapar.

&amp;ldquo;Jenazah (pasine Covid-19) nyampai sini hujan enggak hujan, bahkan hujan terus kaya apa kita lakukan langsung pemakaman, sesegera mungkin tertutup,&amp;rdquo; kata seorang penggali kubur di TPU Jatisari, Mijen, Kota Semarang, Maryadi, Kamis (4/2/2021).

Pria asal Kabupaten Boyolali itu pun menceritakan sempat diliputi kepanikan ketika merasa kurang enak badan. Kekhawatiran terpapar virus corona kerap kali menghantui, terlebih sesuai melakukan pemakanan.

&amp;ldquo;Kita pas pemakaman itu aja itu ada yang masuk angin. Kita punya perasaan takut. Saya sampai masuk angin kaya gini itu masuk angin biasa, atau (terpapar Covid-19),&amp;rdquo; ungkap dia.

Baca Juga: 2 Minggu PPKM, Satgas: Kasus Aktif Covid-19 Melandai, Keterisian RS Menurun Drastis

&amp;ldquo;Takutnya kan kita yang menangani langsung pemakaman (pasien) Covid. Ya (sempat diliputi) takut ya. Alhamdulillah itu bukan (terpapar corona), cuma masuk angin biasa, karena kecapaian aja,&amp;rdquo; tandasnya.

Sebagai penggali kubur, dia prihatin dengan banyaknya warga yang meninggal dunia karena Covid-19.  Sebab jika ada pasien Covid-19 meninggal dunia dan akan dimakamkan di TPU Jatisari, dirinya harus siaga, meski dalam kondisi malam sekali pun. Dia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan tak ada lagi warga yang terinfeksi.

Staf TPU Jatisari, Warni, menambahkan, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Jatisari sejak 2 April 2020 sampai sekarang mencapai ratusan orang. &quot;Kurang lebih 428 orang (pasien Covid-19 meninggal dimakamkan di TPU Jatisari),&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
