<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Orang Berkumpul Hari Kedua Protes Jalanan di Myanmar</title><description>Ribuan orang kembali menggelar protes menentang kudeta militer di Myanmar pada MInggu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar"/><item><title>Ribuan Orang Berkumpul Hari Kedua Protes Jalanan di Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar</guid><pubDate>Minggu 07 Februari 2021 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar-oYu7LG63Yr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan demonstran menggelar protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 6 Februari 2021. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/07/18/2358013/ribuan-orang-berkumpul-hari-kedua-protes-jalanan-di-myanmar-oYu7LG63Yr.jpg</image><title>Ribuan demonstran menggelar protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 6 Februari 2021. (Foto: Antara)</title></images><description>YANGON - Ribuan orang turun di jalan-jalan di kota terbesar Myanmar pada Minggu (7/2/2021) dalam demonstrasi hari kedua memprotes penggulingan kekuasaan sipil dan penahanan oleh junta militer terhadap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi pekan lalu.
Para pengunjuk rasa di Yangon membawa balon-balon merah &quot;warna yang mewakili Liga Nasional Suu Kyi untuk Partai Demokrasi (NLD)&quot; dan meneriakkan, &quot;Kami tidak ingin kediktatoran militer! Kami ingin demokrasi! &quot;
BACA JUGA: Aksi Terbesar Kudeta Myanmar, Penguasa Tutup Akses Internet
Menjelang tengah hari, sekira 100 orang juga berkumpul di kota pesisir Mawlamine di tenggara dan mahasiswa serta dokter berkumpul di kota Mandalay.
Kudeta militer di Myanmar itu dikecam para pemimpin dunia juga Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Mereka mendesak pemimpin militer Myanmar melepaskan kekuasaan yang direbutnya dan membebaskan para politisi.
BACA JUGA: Protes Kudeta, Ribuan Orang di Myanmar Turun ke Jalan
Militer berargumentasi bahwa pemilihan umum yang dimenangkan Aung San Suu Kyi itu berlangsung tidak jujur. Militer juga mendakwa Suu Kyi melakukan tindakan melanggar hukum dengan mengimpor handy talky secara ilegal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMi8xLzEyODI5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam pidatonya yang menyinggung soal kudeta di Myanmar, Presiden AS Joe Biden antara lain mengatakan tidak pernah diragukan lagi bahwa dalam sistem pemerintahan demokrasi, militer tak boleh membatalkan hasil pemilihan umum.
</description><content:encoded>YANGON - Ribuan orang turun di jalan-jalan di kota terbesar Myanmar pada Minggu (7/2/2021) dalam demonstrasi hari kedua memprotes penggulingan kekuasaan sipil dan penahanan oleh junta militer terhadap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi pekan lalu.
Para pengunjuk rasa di Yangon membawa balon-balon merah &quot;warna yang mewakili Liga Nasional Suu Kyi untuk Partai Demokrasi (NLD)&quot; dan meneriakkan, &quot;Kami tidak ingin kediktatoran militer! Kami ingin demokrasi! &quot;
BACA JUGA: Aksi Terbesar Kudeta Myanmar, Penguasa Tutup Akses Internet
Menjelang tengah hari, sekira 100 orang juga berkumpul di kota pesisir Mawlamine di tenggara dan mahasiswa serta dokter berkumpul di kota Mandalay.
Kudeta militer di Myanmar itu dikecam para pemimpin dunia juga Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Mereka mendesak pemimpin militer Myanmar melepaskan kekuasaan yang direbutnya dan membebaskan para politisi.
BACA JUGA: Protes Kudeta, Ribuan Orang di Myanmar Turun ke Jalan
Militer berargumentasi bahwa pemilihan umum yang dimenangkan Aung San Suu Kyi itu berlangsung tidak jujur. Militer juga mendakwa Suu Kyi melakukan tindakan melanggar hukum dengan mengimpor handy talky secara ilegal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMi8xLzEyODI5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam pidatonya yang menyinggung soal kudeta di Myanmar, Presiden AS Joe Biden antara lain mengatakan tidak pernah diragukan lagi bahwa dalam sistem pemerintahan demokrasi, militer tak boleh membatalkan hasil pemilihan umum.
</content:encoded></item></channel></rss>
