<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lakukan Sidak, Ganjar Temukan Penyebab Banjir Semarang</title><description>Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan sidak ke titik-titik banjir di Kota Semarang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang"/><item><title>Lakukan Sidak, Ganjar Temukan Penyebab Banjir Semarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang</guid><pubDate>Minggu 07 Februari 2021 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Antoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang-M6CKpynQjo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi ke sejumlah titik banjir di Semarang, 7 Februari 2021. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/07/512/2358006/lakukan-sidak-ganjar-temukan-penyebab-banjir-semarang-M6CKpynQjo.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi ke sejumlah titik banjir di Semarang, 7 Februari 2021. (Foto: Istimewa)</title></images><description>SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik banjir di Kota Semarang, Minggu (7/2/2021). Sejumlah lokasi dikunjunginya, antara lain rumah pompa Mberok Kota Lama, drainase di Jalan Ronggolawe dan Stasiun Tawang Semarang.
Saat sidak di rumah pompa Mberok Kota Lama, Ganjar menemukan tidak optimalnya pompa yang ada. Dari tiga pompa yang terpasang, hanya satu yang dihidupkan.
BACA JUGA: Berikut Wilayah di Semarang yang Masih Tergenang Banjir
Ganjar pun langsung menanyakan alasan kenapa dua pompa lain tidak dihidupkan. Dari jawaban petugas, ternyata pompa itu tidak dihidupkan karena alasan administratif. &quot;Itu belum dinyalakan karena masalah administratif pak. Pekerjaannya belum diserahkan,&quot; kata petugas.
Ganjar pun langsung mengatakan tidak boleh ada hal administratif yang menghambat penanganan banjir. Apalagi, pihaknya menegaskan kondisi saat ini sedang darurat.
Ganjar langsung meminta dua pompa lain dihidupkan. Ia bahkan mengajak petugas untuk masuk ke rumah pompa dan menyalakan mesin.
Namun karena dikunci, akhirnya Ganjar mengurungkan niatnya. &quot;Tapi saya minta hari ini dihidupkan. Saya minta nomor telponnya, nanti saya cek harus sudah hidup,&quot; katanya.
Menurutnya, kondisi darurat harus dilakukan tindakan cepat. Meski pekerjaan belum diserahkan ke Pemkot Semarang, namun pompa di kawasan Mberok Kota Lama itu harus berfungsi optimal.
BACA JUGA: Masih Terendam Banjir, Perjalanan KA di Semarang Dialihkan
&quot;Saya minta dihidupkan, meskipun belum diserahkan tapi hari ini kondisi darurat, jadi harus dihidupkan. Soalnya ini vital, dari tiga pompa yang ada, yang hidup hanya satu,&quot; ujarnya.
Pihaknya menegaskan tidak boleh ada alasan administratif untuk menunda penanganan bencana. Apalagi diketahui, pompa Mberok adalah tumpuan utama untuk menangani persoalan banjir di kawasan Kota Lama.
&quot;Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ. Maka tidak boleh hanya karena administrasi itu menghambat. Saya minta tiga-tiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot,&quot; ujarnya.

Apalagi di kawasan Kota Lama terdapat pusat transportasi publik yakni  Stasiun Tawang yang juga terendam. Maka selain mengoptimalkan pompa  Mberok, Ganjar juga meminta pihak PT KAI untuk mencari penyebab genangan  di Stasiun Tawang. Jika diperlukan, maka gambar bangunan dibaca untuk  memahami kondisi stasiun tersebut.
&quot;Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran  drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di  Semarang ini cukup ekstem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa  seminggu,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wNy8xLzEyODU2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah  Dua DPU Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko membenarkan bahwa alasan tidak  dihidupkannya semua pompa di lokasi itu karena memang belum diserahkan.
&quot;Itu yang mengerjakan adalah Kementerian PUPR, dan belum diserahkan  ke Pemkot Semarang. Jadi untuk mengoperasionalkannya, itu masih di ranah  PUPR. Kami sudah melakukan komunikasi,&quot; katanya.
Ia mengatakan,  akan menindaklanjuti perintah Ganjar untuk segera  menghidupkan semua pompa yang ada. Sebab dirinya membenarkan, jika rumah  pompa Mberok adalah tumpuan utama penanganan banjir di kawasan Kota  Lama.</description><content:encoded>SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik banjir di Kota Semarang, Minggu (7/2/2021). Sejumlah lokasi dikunjunginya, antara lain rumah pompa Mberok Kota Lama, drainase di Jalan Ronggolawe dan Stasiun Tawang Semarang.
Saat sidak di rumah pompa Mberok Kota Lama, Ganjar menemukan tidak optimalnya pompa yang ada. Dari tiga pompa yang terpasang, hanya satu yang dihidupkan.
BACA JUGA: Berikut Wilayah di Semarang yang Masih Tergenang Banjir
Ganjar pun langsung menanyakan alasan kenapa dua pompa lain tidak dihidupkan. Dari jawaban petugas, ternyata pompa itu tidak dihidupkan karena alasan administratif. &quot;Itu belum dinyalakan karena masalah administratif pak. Pekerjaannya belum diserahkan,&quot; kata petugas.
Ganjar pun langsung mengatakan tidak boleh ada hal administratif yang menghambat penanganan banjir. Apalagi, pihaknya menegaskan kondisi saat ini sedang darurat.
Ganjar langsung meminta dua pompa lain dihidupkan. Ia bahkan mengajak petugas untuk masuk ke rumah pompa dan menyalakan mesin.
Namun karena dikunci, akhirnya Ganjar mengurungkan niatnya. &quot;Tapi saya minta hari ini dihidupkan. Saya minta nomor telponnya, nanti saya cek harus sudah hidup,&quot; katanya.
Menurutnya, kondisi darurat harus dilakukan tindakan cepat. Meski pekerjaan belum diserahkan ke Pemkot Semarang, namun pompa di kawasan Mberok Kota Lama itu harus berfungsi optimal.
BACA JUGA: Masih Terendam Banjir, Perjalanan KA di Semarang Dialihkan
&quot;Saya minta dihidupkan, meskipun belum diserahkan tapi hari ini kondisi darurat, jadi harus dihidupkan. Soalnya ini vital, dari tiga pompa yang ada, yang hidup hanya satu,&quot; ujarnya.
Pihaknya menegaskan tidak boleh ada alasan administratif untuk menunda penanganan bencana. Apalagi diketahui, pompa Mberok adalah tumpuan utama untuk menangani persoalan banjir di kawasan Kota Lama.
&quot;Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ. Maka tidak boleh hanya karena administrasi itu menghambat. Saya minta tiga-tiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot,&quot; ujarnya.

Apalagi di kawasan Kota Lama terdapat pusat transportasi publik yakni  Stasiun Tawang yang juga terendam. Maka selain mengoptimalkan pompa  Mberok, Ganjar juga meminta pihak PT KAI untuk mencari penyebab genangan  di Stasiun Tawang. Jika diperlukan, maka gambar bangunan dibaca untuk  memahami kondisi stasiun tersebut.
&quot;Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran  drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di  Semarang ini cukup ekstem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa  seminggu,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wNy8xLzEyODU2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah  Dua DPU Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko membenarkan bahwa alasan tidak  dihidupkannya semua pompa di lokasi itu karena memang belum diserahkan.
&quot;Itu yang mengerjakan adalah Kementerian PUPR, dan belum diserahkan  ke Pemkot Semarang. Jadi untuk mengoperasionalkannya, itu masih di ranah  PUPR. Kami sudah melakukan komunikasi,&quot; katanya.
Ia mengatakan,  akan menindaklanjuti perintah Ganjar untuk segera  menghidupkan semua pompa yang ada. Sebab dirinya membenarkan, jika rumah  pompa Mberok adalah tumpuan utama penanganan banjir di kawasan Kota  Lama.</content:encoded></item></channel></rss>
