<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Luapan Sungai Begawan Solo Rusak Ratusan Hektare Padi Gagal Panen, Status Siagai I   </title><description>Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir membuat debit air Singai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus meningkat&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i"/><item><title>Banjir Luapan Sungai Begawan Solo Rusak Ratusan Hektare Padi Gagal Panen, Status Siagai I   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2021 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i-4s0xh2tOSQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luapan Sungai Megawan Solo membuat ratusan hektare sawah petani di Bojonegoro banjir.(Foto:iNews TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/340/2358313/banjir-luapan-sungai-begawan-solo-rusak-ratusan-hektare-padi-gagal-panen-status-siagai-i-4s0xh2tOSQ.jpg</image><title>Luapan Sungai Megawan Solo membuat ratusan hektare sawah petani di Bojonegoro banjir.(Foto:iNews TV)</title></images><description>bOJONEGORO - Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir membuat debit air Singai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus meningkat, sehingga berada pada level Siaga Hijau atau Siaga I banjir.
Kondisi ini berdampak pada ratusan hektare areal tanaman padi yang berada di sekitar bantaran sungai. Tanaman padi yang sudah berumur rata-rata lebih dua bulan atau memasuki masa panen, kini rusak bahkan sebagian besar di antaranya dipastikan gagal panen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Diguyur Hujan Semalaman, Berikut Lokasi Banjir di Jakarta
Kondisi ini seperti yang terpantau di wilayah Desa Tulungagung, Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan, Gunungsari dan Kalisari, Kecamatan Boerno, Bojonegoro.
Petani setempat mengaku banjir mulai merendam padi sejak dua hari terakhir, banjir merendam tanaman padi hingga nyaris tak terlihat, petani rugi hingga puluhan juta rupiah.
Baca Juga:&amp;nbsp;BNPB Catat 66 Bencana di Pekan Awal Februari 2021, Terbanyak Banjir
Sementara untuk meminimalisir resiko kerugian yang lebih besar,  sejumlah petani berinisiatif tetap memanen padi yang terendam banjir meski dengan hasil seadanya, tak lebih dari sepuluh persen dari kondisi normal.
&quot;Semuanya kena banjir, baru dua hari ini. Biasanya dapat 15 sak, sekarang cuma dapat 2 sak padi,&quot; ujar Muntayah, petani sekitar, Senin (8/2/2021).
</description><content:encoded>bOJONEGORO - Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir membuat debit air Singai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus meningkat, sehingga berada pada level Siaga Hijau atau Siaga I banjir.
Kondisi ini berdampak pada ratusan hektare areal tanaman padi yang berada di sekitar bantaran sungai. Tanaman padi yang sudah berumur rata-rata lebih dua bulan atau memasuki masa panen, kini rusak bahkan sebagian besar di antaranya dipastikan gagal panen.
Baca Juga:&amp;nbsp;Diguyur Hujan Semalaman, Berikut Lokasi Banjir di Jakarta
Kondisi ini seperti yang terpantau di wilayah Desa Tulungagung, Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan, Gunungsari dan Kalisari, Kecamatan Boerno, Bojonegoro.
Petani setempat mengaku banjir mulai merendam padi sejak dua hari terakhir, banjir merendam tanaman padi hingga nyaris tak terlihat, petani rugi hingga puluhan juta rupiah.
Baca Juga:&amp;nbsp;BNPB Catat 66 Bencana di Pekan Awal Februari 2021, Terbanyak Banjir
Sementara untuk meminimalisir resiko kerugian yang lebih besar,  sejumlah petani berinisiatif tetap memanen padi yang terendam banjir meski dengan hasil seadanya, tak lebih dari sepuluh persen dari kondisi normal.
&quot;Semuanya kena banjir, baru dua hari ini. Biasanya dapat 15 sak, sekarang cuma dapat 2 sak padi,&quot; ujar Muntayah, petani sekitar, Senin (8/2/2021).
</content:encoded></item></channel></rss>
