<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Ibaratkan Melawan Covid-19 seperti Perang: Butuh Kemampuan Intelijen</title><description>Menkes ibaratkan menghadapi pandemi Covid-19 seperti perang sehingga perlu kemampuan intelijen untuk mendeteksi virus tersebut.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen"/><item><title>Menkes Ibaratkan Melawan Covid-19 seperti Perang: Butuh Kemampuan Intelijen</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen-ZsQ11NaPM2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Apel Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (9/2/2021). (Foto : iNews/Riezky Maulana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/337/2359203/menkes-ibaratkan-melawan-covid-19-seperti-perang-butuh-kemampuan-intelijen-ZsQ11NaPM2.jpg</image><title>Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat Apel Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (9/2/2021). (Foto : iNews/Riezky Maulana)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengibaratkan melawan Covid-19 seperti perang. Kemenkes, kata dia, harus menyiapkan kontra intelijen untuk melawan virus tersebut dan oleh karenanya bekerja sama dengan instrumen TNI-Polri.

Dia menuturkan, dalam memulai perang melawan Covid-19, haruslah memiliki tujuan jelas, yaitu mengurangi laju penyebaran virus tersebut.

&quot;Pandemi Covid-19 adalah perang menghadapi SARS CoV-2 itu sebabnya kami di sini bekerja sama dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengatasi perang ini. Perang ini, harus dimulai dengan tujuan yang jelas, tujuannya adalah mengurangi laju penyebaran virus,&quot; tuturnya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021).

Agar tujuannya berjalan maksimal, kata Budi, haruslah memiliki kemampuan intelijen yang kuat. Tujuannya, untuk memudahkan identifikasi keberadaan &quot;musuh&quot; dengan melakukan program testing dan tracing.

&quot;Intelnya TNI dulu pakai pengamatan fisik dan menyadap handphone, sekarang pakai alat test kit. Tapi secara prinsip, strategi nomor satu kita harus memiliki intel yang kuat untuk tahu di mana musuhnya, kemudian kita isolasi,&quot; tuturnya.

Baca Juga : TNI Siapkan 10.000 Prajurit sebagai Vaksinator Covid-19

Strategi selanjutnya, kata dia, untuk daerah yang penyebaran virusnya meluas, harus segera dimusnahkan virus tersebut. Menurutnya, jika TNI dulu membasmi musuh dengan menggunakan senjata, sekarang beralih dengan menggunakan jarum suntik

&quot;Jadi kita harus melalukan program vaksinasi untuk bisa membunuh musuh-musuh di daerah yang memang banyak. Musuhnya sudah berkeliaran,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Doni Monardo Sebut 63% Keberhasilan Pengendalian Covid-19 di Tangan Media

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengibaratkan melawan Covid-19 seperti perang. Kemenkes, kata dia, harus menyiapkan kontra intelijen untuk melawan virus tersebut dan oleh karenanya bekerja sama dengan instrumen TNI-Polri.

Dia menuturkan, dalam memulai perang melawan Covid-19, haruslah memiliki tujuan jelas, yaitu mengurangi laju penyebaran virus tersebut.

&quot;Pandemi Covid-19 adalah perang menghadapi SARS CoV-2 itu sebabnya kami di sini bekerja sama dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengatasi perang ini. Perang ini, harus dimulai dengan tujuan yang jelas, tujuannya adalah mengurangi laju penyebaran virus,&quot; tuturnya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021).

Agar tujuannya berjalan maksimal, kata Budi, haruslah memiliki kemampuan intelijen yang kuat. Tujuannya, untuk memudahkan identifikasi keberadaan &quot;musuh&quot; dengan melakukan program testing dan tracing.

&quot;Intelnya TNI dulu pakai pengamatan fisik dan menyadap handphone, sekarang pakai alat test kit. Tapi secara prinsip, strategi nomor satu kita harus memiliki intel yang kuat untuk tahu di mana musuhnya, kemudian kita isolasi,&quot; tuturnya.

Baca Juga : TNI Siapkan 10.000 Prajurit sebagai Vaksinator Covid-19

Strategi selanjutnya, kata dia, untuk daerah yang penyebaran virusnya meluas, harus segera dimusnahkan virus tersebut. Menurutnya, jika TNI dulu membasmi musuh dengan menggunakan senjata, sekarang beralih dengan menggunakan jarum suntik

&quot;Jadi kita harus melalukan program vaksinasi untuk bisa membunuh musuh-musuh di daerah yang memang banyak. Musuhnya sudah berkeliaran,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Doni Monardo Sebut 63% Keberhasilan Pengendalian Covid-19 di Tangan Media

</content:encoded></item></channel></rss>
