<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Warga Kuba Diselamatkan Setelah Terdampar 33 Hari di Pulau Tak Berpenghuni</title><description>Ketiganya bertahan hidup dengan mengonsumsi kelapa, tikus, dan keong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni"/><item><title>3 Warga Kuba Diselamatkan Setelah Terdampar 33 Hari di Pulau Tak Berpenghuni</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2021 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni-1C05RB4cHb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: US Coast Guard District 7.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/11/18/2360329/3-warga-kuba-diselamatkan-setelah-terdampar-33-hari-di-pulau-tak-berpenghuni-1C05RB4cHb.jpg</image><title>Foto: US Coast Guard District 7.</title></images><description>MIAMI - Tiga orang yang diyakini terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni di Bahamas selama 33 hari telah diselamatkan, kata Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS). Seorang awak pesawat sedang melakukan patroli rutin ketika melihat kelompok itu dengan panik mengibarkan bendera darurat di Anguilla Cay.
Ketiga orang tersebut, yang merupakan warga Kuba, mengatakan bahwa mereka bertahan hidup sebagian besar dari kelapa.
BACA JUGA: Misteri Kode SOS di Pulau Laki, Ini 4 Kasus Mirip yang Pernah Bikin Gempar
Mereka pertama kali terihat di sebuah pulau yang terletak antara Florida Keys dan Kuba pada Senin (8/2/2021). Pejabat Penjaga Pantai Riley Beecher mengatakan bahwa dia sedang berpatroli ketika sesuatu menarik perhatiannya, dan saat dia turun ke ketinggian yang lebih rendah, Beecher menyadari bahwa ada orang di pulau itu dan mereka dalam kesulitan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/BreakingNews?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#BreakingNews&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/USCG?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@USCG&amp;lt;/a&amp;gt; is assisting 3 people who have reportedly been stranded on Anguilla Cay, Bahamas for 33 days. An Air Station Miami HC-144 Ocean Sentry aircrew has dropped a radio, food and water. More to follow.&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/D7?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#D7&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Ready?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Ready&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Relevant?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Relevant&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Responsive?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Responsive&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/searchandrescue?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#searchandrescue&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/USCG?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#USCG&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/D263ptTarz&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/D263ptTarz&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; USCGSoutheast (@USCGSoutheast) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/USCGSoutheast/status/1359177990547120135?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;February 9, 2021&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Para kru tidak diperlengkapi untuk melakukan penyelamatan dengan segera, tetapi mereka memberikan makanan, air, dan radio diberikan kepada kelompok itu sehingga mereka dapat berkomunikasi.
&quot;Sayangnya kami tidak memiliki penutur bahasa Spanyol yang fasih tetapi dalam bahasa Spanyol saya yang kurang bagus, saya dapat melihat bahwa mereka berasal dari Kuba dan bahwa mereka membutuhkan bantuan medis. Mereka memastikan untuk menekankan bahwa mereka telah berada di pulau itu selama 33 hari,&quot; kata Beecher kepada BBC.
BACA JUGA: Sebulan Tewas, Jasad Misionaris AS Tidak Dievakuasi dari Pulau Terlarang India
Kelompok yang terdiri dari dua pria dan satu wanita mengatakan kepada petugas Penjaga Pantai bahwa mereka berenang ke pulau itu setelah perahu mereka tenggelam. Salah satu kru yang terlibat dalam upaya penyelamatan mengatakan bahwa dia kagum karena ketiganya bisa bertahan begitu lama di pulau tersebut.
Selain dari kelapa, media AS melaporkan bahwa mereka mengonsumsi tikus dan keong untuk bertahan hidup.
Ketiganya akhirnya diterbangkan dari pulau itu dengan helikopter pada  Selasa (9/2/2021) dan dibawa ke pusat medis di Florida, meskipun mereka  tidak memiliki laporan cedera besar.
Mereka sejak itu telah dipindahkan ke Imigrasi AS dan Penegakan Bea Cukai, kata Penjaga Pantai.
Anggota tim penyelamat mengatakan kepada BBC bahwa mereka belum pernah menyaksikan situasi seperti ini sebelumnya.
&quot;Saya tidak pernah menemukan orang yang telah (terdampar) selama  waktu seperti itu sebelumnya,&quot; kata Letnan Dougherty salah satu penjaga  pantai yang ikut dalam upaya penyelamatan.
</description><content:encoded>MIAMI - Tiga orang yang diyakini terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni di Bahamas selama 33 hari telah diselamatkan, kata Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS). Seorang awak pesawat sedang melakukan patroli rutin ketika melihat kelompok itu dengan panik mengibarkan bendera darurat di Anguilla Cay.
Ketiga orang tersebut, yang merupakan warga Kuba, mengatakan bahwa mereka bertahan hidup sebagian besar dari kelapa.
BACA JUGA: Misteri Kode SOS di Pulau Laki, Ini 4 Kasus Mirip yang Pernah Bikin Gempar
Mereka pertama kali terihat di sebuah pulau yang terletak antara Florida Keys dan Kuba pada Senin (8/2/2021). Pejabat Penjaga Pantai Riley Beecher mengatakan bahwa dia sedang berpatroli ketika sesuatu menarik perhatiannya, dan saat dia turun ke ketinggian yang lebih rendah, Beecher menyadari bahwa ada orang di pulau itu dan mereka dalam kesulitan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/BreakingNews?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#BreakingNews&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/USCG?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;@USCG&amp;lt;/a&amp;gt; is assisting 3 people who have reportedly been stranded on Anguilla Cay, Bahamas for 33 days. An Air Station Miami HC-144 Ocean Sentry aircrew has dropped a radio, food and water. More to follow.&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/D7?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#D7&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Ready?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Ready&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Relevant?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Relevant&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Responsive?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Responsive&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/searchandrescue?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#searchandrescue&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/USCG?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#USCG&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/D263ptTarz&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/D263ptTarz&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; USCGSoutheast (@USCGSoutheast) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/USCGSoutheast/status/1359177990547120135?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;February 9, 2021&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Para kru tidak diperlengkapi untuk melakukan penyelamatan dengan segera, tetapi mereka memberikan makanan, air, dan radio diberikan kepada kelompok itu sehingga mereka dapat berkomunikasi.
&quot;Sayangnya kami tidak memiliki penutur bahasa Spanyol yang fasih tetapi dalam bahasa Spanyol saya yang kurang bagus, saya dapat melihat bahwa mereka berasal dari Kuba dan bahwa mereka membutuhkan bantuan medis. Mereka memastikan untuk menekankan bahwa mereka telah berada di pulau itu selama 33 hari,&quot; kata Beecher kepada BBC.
BACA JUGA: Sebulan Tewas, Jasad Misionaris AS Tidak Dievakuasi dari Pulau Terlarang India
Kelompok yang terdiri dari dua pria dan satu wanita mengatakan kepada petugas Penjaga Pantai bahwa mereka berenang ke pulau itu setelah perahu mereka tenggelam. Salah satu kru yang terlibat dalam upaya penyelamatan mengatakan bahwa dia kagum karena ketiganya bisa bertahan begitu lama di pulau tersebut.
Selain dari kelapa, media AS melaporkan bahwa mereka mengonsumsi tikus dan keong untuk bertahan hidup.
Ketiganya akhirnya diterbangkan dari pulau itu dengan helikopter pada  Selasa (9/2/2021) dan dibawa ke pusat medis di Florida, meskipun mereka  tidak memiliki laporan cedera besar.
Mereka sejak itu telah dipindahkan ke Imigrasi AS dan Penegakan Bea Cukai, kata Penjaga Pantai.
Anggota tim penyelamat mengatakan kepada BBC bahwa mereka belum pernah menyaksikan situasi seperti ini sebelumnya.
&quot;Saya tidak pernah menemukan orang yang telah (terdampar) selama  waktu seperti itu sebelumnya,&quot; kata Letnan Dougherty salah satu penjaga  pantai yang ikut dalam upaya penyelamatan.
</content:encoded></item></channel></rss>
