<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek di Vihara Tertua di Banten Ditiadakan   </title><description>Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Vihara Avalooitesvara ditiadakan berkaitan dengan pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan"/><item><title> Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek di Vihara Tertua di Banten Ditiadakan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2021 06:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan-s9xyQ5Wvhb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vihara Avalooitesvara (foto: Dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/11/340/2360156/pandemi-covid-19-perayaan-imlek-di-vihara-tertua-di-banten-ditiadakan-s9xyQ5Wvhb.jpg</image><title>Vihara Avalooitesvara (foto: Dok Antara)</title></images><description>
SERANG - Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Vihara Avalooitesvara yang merupakan vihara tertua di Banten, pada tahun ini ditiadakan berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Vihara Avalokitesvara, Asaji Manggala Putra mengatakan, ditiadakanya perayaan Imlek tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan Vihara Avalokitesvara dan dikhawatirkan menjadi klaster baru.

&quot;Meskipun dari pemerintah setempat sendiri tidak melarang untuk merayakan imlek dan hanya membatasi kapasitanya sebanyak 50 persen, tapi kita tetap memilih untuk tidak merayakan demi keamanan jamaah,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Libur Imlek, ASN Dilarang Pergi ke Luar Kota
Pihaknya juga melakukan pembatasan kujungan bagi warga Tionghoa yang hendak beribadah serta harus mentaati penerapan protokol kesehatan.

&quot;Jadi kalau jamaah yang ingin beribadah boleh, tetapi harus mentaati protokol kesehatan Covid-19. Kemudian jumlah jamaahnya kita batasi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pemkot Surabaya Izinkan Atraksi Barongsai saat Imlek, Asal Digelar secara Virtual
Ia mengemukakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, pihaknya selalu mempersiapkan upacara-upacara keagamaan dengan meriah, bahkan pada hari perayaan Imlek selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan.

&quot;Ya kalau dibilang prihatin sih prihatin juga, yang biasanya kita melaksanakan perayaan imlek sekarang tidak. Karena kan sekarang ruang gerak kita juga di batasi,&quot; kata dia.</description><content:encoded>
SERANG - Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Vihara Avalooitesvara yang merupakan vihara tertua di Banten, pada tahun ini ditiadakan berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Vihara Avalokitesvara, Asaji Manggala Putra mengatakan, ditiadakanya perayaan Imlek tersebut untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan Vihara Avalokitesvara dan dikhawatirkan menjadi klaster baru.

&quot;Meskipun dari pemerintah setempat sendiri tidak melarang untuk merayakan imlek dan hanya membatasi kapasitanya sebanyak 50 persen, tapi kita tetap memilih untuk tidak merayakan demi keamanan jamaah,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Libur Imlek, ASN Dilarang Pergi ke Luar Kota
Pihaknya juga melakukan pembatasan kujungan bagi warga Tionghoa yang hendak beribadah serta harus mentaati penerapan protokol kesehatan.

&quot;Jadi kalau jamaah yang ingin beribadah boleh, tetapi harus mentaati protokol kesehatan Covid-19. Kemudian jumlah jamaahnya kita batasi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pemkot Surabaya Izinkan Atraksi Barongsai saat Imlek, Asal Digelar secara Virtual
Ia mengemukakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, pihaknya selalu mempersiapkan upacara-upacara keagamaan dengan meriah, bahkan pada hari perayaan Imlek selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan.

&quot;Ya kalau dibilang prihatin sih prihatin juga, yang biasanya kita melaksanakan perayaan imlek sekarang tidak. Karena kan sekarang ruang gerak kita juga di batasi,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
