<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diperlihatkan di Sidang Pemakzulan Trump, Video Terbaru Tunjukkan Kekerasan di Capitol</title><description>Video tersebut memperlihatkan pendukung Trump mencari Mike Pence di gedung Capitol untuk menggantungnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol"/><item><title>Diperlihatkan di Sidang Pemakzulan Trump, Video Terbaru Tunjukkan Kekerasan di Capitol</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol-vTUsxfQGNa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu ke Gedung Capitol, Washington, DC, 6 Januari 2021. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/18/2361111/diperlihatkan-di-sidang-pemakzulan-trump-video-terbaru-tunjukkan-kekerasan-di-capitol-vTUsxfQGNa.jpg</image><title>Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu ke Gedung Capitol, Washington, DC, 6 Januari 2021. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON, DC - Para jaksa penuntut pada sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Senat pada Kamis (11/2/2021) memaparkan kasus mereka, menyatakan bahwa Trump menghasut serangan maut terhadap Gedung Kongres AS atau Capitol bulan lalu.
Jaksa, yang terdiri dari para anggota fraksi Demokrat di DPR, memperlihatkan video-video berisi kekerasan yang belum pernah diputar sebelumnya mengenai kekacauan yang terjadi pada serangan tersebut kepada para senator yang bertindak sebagai juri, Rabu (10/2/2021).
BACA JUGA: Senat AS Putuskan Sidang Pemakzulan Trump Konstitusional
Berbagai video itu menunjukkan ratusan perusuh menyerbu gedung dan memasuki ruang-ruang DPR dan Senat. Para perusuh itu adalah pendukung Trump yang ia desak untuk ke Capitol dalam usaha menghentikan pengukuhan resmi atas kekalahannya dalam pemilu. Sebagian perusuh mengobrak-abrik dokumen yang ditinggalkan para legislator sewaktu mereka berlari menyelamatkan diri.
Menurut video yang diputar, sebagian perusuh berteriak-teriak bahwa mereka sedang mencari mantan wakil presiden Mike Pence untuk menggantungnya. Pendukung Trump menganggap Pence berkhianat karena menolak permintaan Trump untuk menghalangi sertifikasi hasil Dewan Elektoral agar pasangan Trump-Pence tetap berkuasa empat tahun lagi.
BACA JUGA: Trump Tolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan Dirinya
Dalam berbagai video itu juga tampak para perusuh lainnya dengan mengancam memburu ketua DPR Nancy Pelosi. Para demonstran menyerbu kantornya, tetapi para jaksa mengatakan pihak berwenang telah membawanya pergi dari Capitol untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian stafnya berkumpul di ruang sidang di dekatnya, di balik pintu yang dikunci.
&amp;ldquo;Gerombolan massa itu mencari Pence karena patriotismenya, untuk mengeksekusinya,&amp;rdquo; kata manajer pemakzulan Stacey Plaskett dari Virgin Island dalam sidang di Senat yang beranggotakan 100 orang, mengacu pada sertifikasi yang akan dilakukan Pence atas kemenangan Biden.
Manajer pemakzulan lainnya, Eric Swalwell dari California,  menceritakan sebuah rekaman video dari kamera keamanan di dalam Capitol,  dengan mengatakan kepada para legislator, &amp;ldquo;Sebagian besar publik tidak  tahu betapa dekatnya Anda dengan massa&amp;rdquo; sebelum lari menyelamatkan diri.  &amp;ldquo;Kita semua tahu bahwa hari yang mengerikan itu bisa menjadi lebih  buruk lagi,&amp;rdquo; lanjut Swalwell.
Sebelumnya, ketua tim manajer pemakzulan, Jamie Raskin dari Maryland  mengatakan bahwa Trump &amp;ldquo;bukan penonton yang tak bersalah&amp;rdquo; atas kekerasan  itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy8xLzEyNzAxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Raskin dan para legislator Demokrat lainnya mengatakan Trump  meletakkan landasan bagi penyerbuan Capitol selama berpekan-pekan  sebelum pemilu, dengan mengemukakan puluhan klaim tak berdasar bahwa  satu-satunya cara ia mungkin kalah adalah apabila pemilu itu dicurangi.
</description><content:encoded>WASHINGTON, DC - Para jaksa penuntut pada sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Senat pada Kamis (11/2/2021) memaparkan kasus mereka, menyatakan bahwa Trump menghasut serangan maut terhadap Gedung Kongres AS atau Capitol bulan lalu.
Jaksa, yang terdiri dari para anggota fraksi Demokrat di DPR, memperlihatkan video-video berisi kekerasan yang belum pernah diputar sebelumnya mengenai kekacauan yang terjadi pada serangan tersebut kepada para senator yang bertindak sebagai juri, Rabu (10/2/2021).
BACA JUGA: Senat AS Putuskan Sidang Pemakzulan Trump Konstitusional
Berbagai video itu menunjukkan ratusan perusuh menyerbu gedung dan memasuki ruang-ruang DPR dan Senat. Para perusuh itu adalah pendukung Trump yang ia desak untuk ke Capitol dalam usaha menghentikan pengukuhan resmi atas kekalahannya dalam pemilu. Sebagian perusuh mengobrak-abrik dokumen yang ditinggalkan para legislator sewaktu mereka berlari menyelamatkan diri.
Menurut video yang diputar, sebagian perusuh berteriak-teriak bahwa mereka sedang mencari mantan wakil presiden Mike Pence untuk menggantungnya. Pendukung Trump menganggap Pence berkhianat karena menolak permintaan Trump untuk menghalangi sertifikasi hasil Dewan Elektoral agar pasangan Trump-Pence tetap berkuasa empat tahun lagi.
BACA JUGA: Trump Tolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan Dirinya
Dalam berbagai video itu juga tampak para perusuh lainnya dengan mengancam memburu ketua DPR Nancy Pelosi. Para demonstran menyerbu kantornya, tetapi para jaksa mengatakan pihak berwenang telah membawanya pergi dari Capitol untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian stafnya berkumpul di ruang sidang di dekatnya, di balik pintu yang dikunci.
&amp;ldquo;Gerombolan massa itu mencari Pence karena patriotismenya, untuk mengeksekusinya,&amp;rdquo; kata manajer pemakzulan Stacey Plaskett dari Virgin Island dalam sidang di Senat yang beranggotakan 100 orang, mengacu pada sertifikasi yang akan dilakukan Pence atas kemenangan Biden.
Manajer pemakzulan lainnya, Eric Swalwell dari California,  menceritakan sebuah rekaman video dari kamera keamanan di dalam Capitol,  dengan mengatakan kepada para legislator, &amp;ldquo;Sebagian besar publik tidak  tahu betapa dekatnya Anda dengan massa&amp;rdquo; sebelum lari menyelamatkan diri.  &amp;ldquo;Kita semua tahu bahwa hari yang mengerikan itu bisa menjadi lebih  buruk lagi,&amp;rdquo; lanjut Swalwell.
Sebelumnya, ketua tim manajer pemakzulan, Jamie Raskin dari Maryland  mengatakan bahwa Trump &amp;ldquo;bukan penonton yang tak bersalah&amp;rdquo; atas kekerasan  itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy8xLzEyNzAxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Raskin dan para legislator Demokrat lainnya mengatakan Trump  meletakkan landasan bagi penyerbuan Capitol selama berpekan-pekan  sebelum pemilu, dengan mengemukakan puluhan klaim tak berdasar bahwa  satu-satunya cara ia mungkin kalah adalah apabila pemilu itu dicurangi.
</content:encoded></item></channel></rss>
