<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Alami Jantung Bocor, Bocah 11 Tahun di Pangandaran Butuh Bantuan Biaya Berobat   </title><description>Ahmad Septiana, bocah 11 tahun mengalami jantung bocor sehingga harus menjalani perawatan secara berkala.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat"/><item><title> Alami Jantung Bocor, Bocah 11 Tahun di Pangandaran Butuh Bantuan Biaya Berobat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat-HN4vBSG1it.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Septiana dan ibunda (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/525/2360920/alami-jantung-bocor-bocah-11-tahun-di-pangandaran-butuh-bantuan-biaya-berobat-HN4vBSG1it.jpg</image><title>Ahmad Septiana dan ibunda (foto: ist)</title></images><description>PANGANDARAN - Ahmad Septiana, bocah 11 tahun mengalami jantung bocor sehingga harus menjalani perawatan secara berkala.

Anak pasangan Rasimin (61) dan Masinem (55) warga RT 16/05 Dusun Cidahon, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Banten itu bertahan hidup dengan segala keterbatasan.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Sular! Keajaiban Datang saat Anak Operasi Jantung Bocor (1)
Menurut Masinem, ibunya, Ahmad Septiana harus menjalani perawatan karena ada kebocoran pada organ jantung sejak umur 1 bulan.

&quot;Saya harus ikhlas menerima takdir ini selain harus berjuang demi kesembuhannya,&quot; kata Masinem.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Sular! Keajaiban Datang saat Anak Jalan Operasi Jantung Bocor (2)
Keterbatasan biaya hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit Masinem dan Rasimin terus berjuang agar anaknya bisa bertahan hidup.

&quot;Keseharian suami saya sebagai penderes kelapa, ditengah lelahnya mencari biaya hidup kami harus mengatur keuangan meski yang didapat hanya alakadarnya,&quot; tambah dia.

Saat Ahmad Septiana usia 5 bulan, salah satu dokter di RSHS Bandung pernah menyarankan untuk operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta.

&quot;Waktu itu biaya oprasi sekitar Rp300 juta, saya bingung lantaran tidak punya uang sebesar itu,&quot; jelasnya.

Untuk bertahan hidup Ahmad Septiana dipasang alat pacu jantung permanen dibadannya. Alat tersebut harus dicharge setiap lima bulan satu kali agar bisa mempertahankan hidup Ahmad Septiana.

&quot;Kepesertaan BPJS tidak bisa mengcover seluruh pengobatan yang dilakukan,&quot; terangnya.
Kali ini Rasimin dan Masinem hanya berharap ada keajaiban yang datang demi kesembuhan anaknya.
</description><content:encoded>PANGANDARAN - Ahmad Septiana, bocah 11 tahun mengalami jantung bocor sehingga harus menjalani perawatan secara berkala.

Anak pasangan Rasimin (61) dan Masinem (55) warga RT 16/05 Dusun Cidahon, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Banten itu bertahan hidup dengan segala keterbatasan.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Sular! Keajaiban Datang saat Anak Operasi Jantung Bocor (1)
Menurut Masinem, ibunya, Ahmad Septiana harus menjalani perawatan karena ada kebocoran pada organ jantung sejak umur 1 bulan.

&quot;Saya harus ikhlas menerima takdir ini selain harus berjuang demi kesembuhannya,&quot; kata Masinem.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Sular! Keajaiban Datang saat Anak Jalan Operasi Jantung Bocor (2)
Keterbatasan biaya hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit Masinem dan Rasimin terus berjuang agar anaknya bisa bertahan hidup.

&quot;Keseharian suami saya sebagai penderes kelapa, ditengah lelahnya mencari biaya hidup kami harus mengatur keuangan meski yang didapat hanya alakadarnya,&quot; tambah dia.

Saat Ahmad Septiana usia 5 bulan, salah satu dokter di RSHS Bandung pernah menyarankan untuk operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta.

&quot;Waktu itu biaya oprasi sekitar Rp300 juta, saya bingung lantaran tidak punya uang sebesar itu,&quot; jelasnya.

Untuk bertahan hidup Ahmad Septiana dipasang alat pacu jantung permanen dibadannya. Alat tersebut harus dicharge setiap lima bulan satu kali agar bisa mempertahankan hidup Ahmad Septiana.

&quot;Kepesertaan BPJS tidak bisa mengcover seluruh pengobatan yang dilakukan,&quot; terangnya.
Kali ini Rasimin dan Masinem hanya berharap ada keajaiban yang datang demi kesembuhan anaknya.
</content:encoded></item></channel></rss>
