<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Klaim Tak Punya Buzzer</title><description>Fadjroel mengatakan, pemerintah tidak mempunyai buzzer.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer"/><item><title>Pemerintah Klaim Tak Punya Buzzer</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2021 05:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer-mk5UB0Q9hD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. (Foto : Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361258/pemerintah-klaim-tak-punya-buzzer-mk5UB0Q9hD.jpg</image><title>Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. (Foto : Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengklaim pemerintah tidak memakai jasa buzzer untuk melakukan kontra narasi terhadap suara-suara kritis di media sosial (medsos).


Fadjroel mengaku akun media sosialnya juga kerap diserang buzzer setiap hari. Namun, ia tidak ambil pusing, cukup block akun-akun yang dirasa tidak jelas.


&amp;ldquo;Pemerintah tidak punya buzzer. Medsos saya juga 24 jam diserang buzzer, pakai fitur blok saja ya beres,&amp;rdquo; katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021).


Fadjroel kembali mengklaim bahwa pemerintah tidak pernah takut kritik. Sebab kritik merupakan jantung demokrasi. &amp;ldquo;Pemerintah tidak pernah takut kritik. Kritik itu jantung demokrasi,&amp;rdquo; imbuh dia.


Dia menyebut influencer atau key opinion leader (KOL) yang menyosialisasikan penanganan Covid-19 dan vaksinasi tidak dibayar. &amp;ldquo;Influencer atau KOL terkait Covid-19 dan vaksinasi itu cuma-cuma dan gratis sebagai bentuk gotong royong melawan pandemi covid-19,&amp;rdquo; tandas Fadjroel.

Baca Juga : Keluarkan Fatwa soal Buzzer, Ini Hal yang Diharamkan MUI

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta warga tak segan memberi kritik atau masukkan kepada pemerintah, khususnya untuk memperbaiki pelayanan publik di Indonesia.
&amp;ldquo;Semua pihak harus menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi,&quot; katanya dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman 2020 secara virtual, Senin 8 Februari 2021.


Namun demikian, pernyataan Jokowi tersebut menuai respons dari warganet. Mereka khawatir ketika nantinya menyampaikan kritik kepada pemerintah akan dijerat dengan UU ITE.

&amp;ldquo;Tugas Jokowi.. Minta kritik yg tajam &amp;amp; pedas Tugas buzzerp.. Provokasi biar kena delik Tugas PSI.. Buat laporan polisi Kena deh UU ITE.. Masuk penjara deh.. Kabar duka deh..,&amp;rdquo; cuit seorang netizen dengan nama akun @ekowboy2.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman mengklaim pemerintah tidak memakai jasa buzzer untuk melakukan kontra narasi terhadap suara-suara kritis di media sosial (medsos).


Fadjroel mengaku akun media sosialnya juga kerap diserang buzzer setiap hari. Namun, ia tidak ambil pusing, cukup block akun-akun yang dirasa tidak jelas.


&amp;ldquo;Pemerintah tidak punya buzzer. Medsos saya juga 24 jam diserang buzzer, pakai fitur blok saja ya beres,&amp;rdquo; katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021).


Fadjroel kembali mengklaim bahwa pemerintah tidak pernah takut kritik. Sebab kritik merupakan jantung demokrasi. &amp;ldquo;Pemerintah tidak pernah takut kritik. Kritik itu jantung demokrasi,&amp;rdquo; imbuh dia.


Dia menyebut influencer atau key opinion leader (KOL) yang menyosialisasikan penanganan Covid-19 dan vaksinasi tidak dibayar. &amp;ldquo;Influencer atau KOL terkait Covid-19 dan vaksinasi itu cuma-cuma dan gratis sebagai bentuk gotong royong melawan pandemi covid-19,&amp;rdquo; tandas Fadjroel.

Baca Juga : Keluarkan Fatwa soal Buzzer, Ini Hal yang Diharamkan MUI

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta warga tak segan memberi kritik atau masukkan kepada pemerintah, khususnya untuk memperbaiki pelayanan publik di Indonesia.
&amp;ldquo;Semua pihak harus menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi,&quot; katanya dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman 2020 secara virtual, Senin 8 Februari 2021.


Namun demikian, pernyataan Jokowi tersebut menuai respons dari warganet. Mereka khawatir ketika nantinya menyampaikan kritik kepada pemerintah akan dijerat dengan UU ITE.

&amp;ldquo;Tugas Jokowi.. Minta kritik yg tajam &amp;amp; pedas Tugas buzzerp.. Provokasi biar kena delik Tugas PSI.. Buat laporan polisi Kena deh UU ITE.. Masuk penjara deh.. Kabar duka deh..,&amp;rdquo; cuit seorang netizen dengan nama akun @ekowboy2.</content:encoded></item></channel></rss>
