<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yusril Debat JK soal Demokrasi di Indonesia, Ada Apa?</title><description>Yusril Ihza Mahendra menyinggung sistem demokrasi Indonesia. Hal itu dia singgung saat mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden JK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa"/><item><title>Yusril Debat JK soal Demokrasi di Indonesia, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2021 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa-OudlIAS7HP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yusril Ihza Mahendra (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361382/yusril-debat-jk-soal-demokrasi-di-indonesia-ada-apa-OudlIAS7HP.jpg</image><title>Yusril Ihza Mahendra (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menyinggung sistem demokrasi Indonesia. Hal itu dia singgung saat mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

'Jika demokrasi tidak jalan, pemerintah akan jatuh' begitu pernyataan JK. Tetapi, Yusril memandang hal itu bisa juga terjadi sebaliknya, di mana jika demokrasi dijalankan maka negara yang akan runtuh. &quot;Persoalan mendasarnya adalah, demokrasi yang bagaimana yang mau dijalankan. Dari dulu kita berdebat tidak habis-habisnya tentang konsep demokrasi kita,&quot; kata Yusril dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dukung Vaksin Mandiri, JK: Ringankan Beban Pemerintah
Menurut dia, bongkar pasang konsep demokrasi tak selesai-selesai. Di mana, sistem dan rincian pelaksanaan Pemilu lima tahun sekali yang kerap dibongkar pasang, sistem kepartaian juga begitu. Kemudian, Pemerintahan daerah juga sama, bongkar pasang yang tak kunjung selesai-selesai. Pengelolaan kekayaan negara antara pusat dan daerah juga sama, bongkar pasang terus.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menilai bahwa konsep demokrasi akhirnya menjadi permainan kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaannya sendiri. Di mana, siapa kuat, dia menang dan berkuasa. Siapa lemah akan kalah dan tersingkir.

&quot;Demokrasi kita sekarang bergantung pada kekuatan baru: kekuatan uang dan modal. Apa demokrasi seperti ini yang mau dijalankan?&quot; ujar dia.

&quot;Kalau demokrasi seperti itu tidak dijalankan pemerintah akan jatuh, ya mungkin saja. Tetapi jika demokrasi semacam itu dijalankan, maka negara yang akan runtuh,&quot; tutur dia melanjutkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sindir Rizieq, Yusril: Kenapa Gak Minta Bantuan ke Prabowo, Saya kan Murtad dan Kafir!</description><content:encoded>JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menyinggung sistem demokrasi Indonesia. Hal itu dia singgung saat mengutip pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

'Jika demokrasi tidak jalan, pemerintah akan jatuh' begitu pernyataan JK. Tetapi, Yusril memandang hal itu bisa juga terjadi sebaliknya, di mana jika demokrasi dijalankan maka negara yang akan runtuh. &quot;Persoalan mendasarnya adalah, demokrasi yang bagaimana yang mau dijalankan. Dari dulu kita berdebat tidak habis-habisnya tentang konsep demokrasi kita,&quot; kata Yusril dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dukung Vaksin Mandiri, JK: Ringankan Beban Pemerintah
Menurut dia, bongkar pasang konsep demokrasi tak selesai-selesai. Di mana, sistem dan rincian pelaksanaan Pemilu lima tahun sekali yang kerap dibongkar pasang, sistem kepartaian juga begitu. Kemudian, Pemerintahan daerah juga sama, bongkar pasang yang tak kunjung selesai-selesai. Pengelolaan kekayaan negara antara pusat dan daerah juga sama, bongkar pasang terus.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menilai bahwa konsep demokrasi akhirnya menjadi permainan kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaannya sendiri. Di mana, siapa kuat, dia menang dan berkuasa. Siapa lemah akan kalah dan tersingkir.

&quot;Demokrasi kita sekarang bergantung pada kekuatan baru: kekuatan uang dan modal. Apa demokrasi seperti ini yang mau dijalankan?&quot; ujar dia.

&quot;Kalau demokrasi seperti itu tidak dijalankan pemerintah akan jatuh, ya mungkin saja. Tetapi jika demokrasi semacam itu dijalankan, maka negara yang akan runtuh,&quot; tutur dia melanjutkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sindir Rizieq, Yusril: Kenapa Gak Minta Bantuan ke Prabowo, Saya kan Murtad dan Kafir!</content:encoded></item></channel></rss>
