<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditunjuk Jokowi Urus Ketahanan Pangan, Ini Strategi Menhan Prabowo</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo"/><item><title>Ditunjuk Jokowi Urus Ketahanan Pangan, Ini Strategi Menhan Prabowo</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2021 22:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo-GIbCPUBjne.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/13/337/2361574/ditunjuk-jokowi-urus-ketahanan-pangan-ini-strategi-menhan-prabowo-GIbCPUBjne.jpg</image><title>Menhan Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk mengurusi lumbung pangan nasional. Jokowi mengatakan bahwa pertahanan sebuah negara bukan hanya berkaitan dengan alutsista saja tapi juga masalah pangan.

Meski diserahkan kepada Prabowo, Jokowi mengatakan bahwa Menteri Pertanian juga akan memberikan dukungan. Dia juga memastikan bahwa urusan pangan lain tetap menjadi tugas Menteri Pertanian.

Instruksi tersebut langsung dijalankan Prabowo dengan menerapkan sistem pertanian presisi (precision agriculture) untuk sejumlah komoditas pangan, buah-buahan dan hortikultura. Prabowo pun langsung memanen padi perdana di lahan Puslitbang Diklat Agrinas, Cisaat, Bekasi.

&amp;ldquo;Kami harapkan dengan ujicoba ini publik bisa melihat upaya peningkatan produktivitas pangan dengan teknologi pertanian presisi untuk kelak bisa diterapkan di lahan yang lebih luas dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,&amp;rdquo; kata Prabowo Subianto.

Baca Juga: Presiden Jokowi Buka-bukaan Tunjuk Prabowo Urus Lumbung Pangan

Lahan uji coba padi dengan varites Inpago 10 kali ini menempati petak seluas 3000 meter persegi. Pola tanam padi dengan model pertanian presisi ini memungkinkan jarak tanam menjadi lebih padat sekitar 5 x 5 cm.

Bandingkan dengan teknik cocok tanam konvensional yang mencapai 30 x 40 cm. Populasi batang padi yang lebih padat di areal tanam dengan sistem pertanian presisi berupa pemasangan pipa-pipa kecil pengantar pupuk dan air (fertigation system pipe), memungkinkan gabah kering panen dalam jumlah berlipat ganda.

&amp;ldquo;Prediksi kami bisa mencapai sekitar 3 sampai 4 kali lipat dari pola  cocok tanam konvensional, teknologi ini sangat cocok untuk tingkatkan  produktivitas pangan nasional,&amp;rdquo; demikian disampaikan Direktur Jenderal  Potensi Pertahanan, Mayor Jenderal Dadang Hendrayudha, yang hadir pada  kegiatan panen perdana di Cisaat.

Untuk kepentingan ujicoba dan penelitian malai (bulir padi), maka,  pihak pelaksana penanaman pertanian presisi dari PT Buwana Selaras  Investment (BSI) akan melakukan tindak lanjut untuk proses penelitian  kualitas dan kuantitas gabah kering panen yang akan dihasilkan dari  varietas Inpago 10.

&amp;ldquo;Setelah panen perdana ini secepatnya akan kami lakukan ujicoba  penanaman dengan varietas lain untuk mendapatkan hasil terbaik dari  aspek kualitas dan kuantitas gabah kering panen,&amp;rdquo; ujar Widjajanto yang  mewakili tim konsultan penerapan pertanian presisi dari Prancis, Lead  Tech International (LTI).

Teknologi pertanian presisi ini diadopsi Menteri Pertahanan RI dari  sistem yang sudah diterapkan di sejumlah negara di Asia, Afrika dan  Timur Tengah.

Keberhasilan pertanian presisi ini di antaranya berkat penggunaan  sejumlah pipa khusus (dripping lines), dan diikuti dengan pemasangan  sensor, dan penyediaan ruang kontrol (control room), maka dengan  teknologi ini memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk  dari setiap tanaman yang termonitor oleh sensor, dan dari permintaan  kebutuhan tersebut akan dikirimkan data ke ruang kontrol.

Lantas, melalui algoritma yang bekerja selama 24 jam per hari akan disalurkan kebutuhan air dan pupuk sesuai permintaan tanaman.

Di Cisaat dalam rangka ujicoba ini Puslitbang Diklat Agrinas  bekerjasama dengan LTI  mengembangkan berbagai komoditas di lahan 5  hektar. Di antaranya mencakup 8 unit green house yang berisi aneka  sayuran dan buah (melon, kangkong, kalian, cabai, tomat, pakcoy), lahan  terbuka berisi padi, singkong, tebu, kapas, jahe merah dan areal  perkebunan berisi mangga, jeruk, lemon, alpukat, manggis, kopi, coklat  hingga sagu. Tidak kurang dari 26 jenis komoditas telah diujicobakan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk mengurusi lumbung pangan nasional. Jokowi mengatakan bahwa pertahanan sebuah negara bukan hanya berkaitan dengan alutsista saja tapi juga masalah pangan.

Meski diserahkan kepada Prabowo, Jokowi mengatakan bahwa Menteri Pertanian juga akan memberikan dukungan. Dia juga memastikan bahwa urusan pangan lain tetap menjadi tugas Menteri Pertanian.

Instruksi tersebut langsung dijalankan Prabowo dengan menerapkan sistem pertanian presisi (precision agriculture) untuk sejumlah komoditas pangan, buah-buahan dan hortikultura. Prabowo pun langsung memanen padi perdana di lahan Puslitbang Diklat Agrinas, Cisaat, Bekasi.

&amp;ldquo;Kami harapkan dengan ujicoba ini publik bisa melihat upaya peningkatan produktivitas pangan dengan teknologi pertanian presisi untuk kelak bisa diterapkan di lahan yang lebih luas dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,&amp;rdquo; kata Prabowo Subianto.

Baca Juga: Presiden Jokowi Buka-bukaan Tunjuk Prabowo Urus Lumbung Pangan

Lahan uji coba padi dengan varites Inpago 10 kali ini menempati petak seluas 3000 meter persegi. Pola tanam padi dengan model pertanian presisi ini memungkinkan jarak tanam menjadi lebih padat sekitar 5 x 5 cm.

Bandingkan dengan teknik cocok tanam konvensional yang mencapai 30 x 40 cm. Populasi batang padi yang lebih padat di areal tanam dengan sistem pertanian presisi berupa pemasangan pipa-pipa kecil pengantar pupuk dan air (fertigation system pipe), memungkinkan gabah kering panen dalam jumlah berlipat ganda.

&amp;ldquo;Prediksi kami bisa mencapai sekitar 3 sampai 4 kali lipat dari pola  cocok tanam konvensional, teknologi ini sangat cocok untuk tingkatkan  produktivitas pangan nasional,&amp;rdquo; demikian disampaikan Direktur Jenderal  Potensi Pertahanan, Mayor Jenderal Dadang Hendrayudha, yang hadir pada  kegiatan panen perdana di Cisaat.

Untuk kepentingan ujicoba dan penelitian malai (bulir padi), maka,  pihak pelaksana penanaman pertanian presisi dari PT Buwana Selaras  Investment (BSI) akan melakukan tindak lanjut untuk proses penelitian  kualitas dan kuantitas gabah kering panen yang akan dihasilkan dari  varietas Inpago 10.

&amp;ldquo;Setelah panen perdana ini secepatnya akan kami lakukan ujicoba  penanaman dengan varietas lain untuk mendapatkan hasil terbaik dari  aspek kualitas dan kuantitas gabah kering panen,&amp;rdquo; ujar Widjajanto yang  mewakili tim konsultan penerapan pertanian presisi dari Prancis, Lead  Tech International (LTI).

Teknologi pertanian presisi ini diadopsi Menteri Pertahanan RI dari  sistem yang sudah diterapkan di sejumlah negara di Asia, Afrika dan  Timur Tengah.

Keberhasilan pertanian presisi ini di antaranya berkat penggunaan  sejumlah pipa khusus (dripping lines), dan diikuti dengan pemasangan  sensor, dan penyediaan ruang kontrol (control room), maka dengan  teknologi ini memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk  dari setiap tanaman yang termonitor oleh sensor, dan dari permintaan  kebutuhan tersebut akan dikirimkan data ke ruang kontrol.

Lantas, melalui algoritma yang bekerja selama 24 jam per hari akan disalurkan kebutuhan air dan pupuk sesuai permintaan tanaman.

Di Cisaat dalam rangka ujicoba ini Puslitbang Diklat Agrinas  bekerjasama dengan LTI  mengembangkan berbagai komoditas di lahan 5  hektar. Di antaranya mencakup 8 unit green house yang berisi aneka  sayuran dan buah (melon, kangkong, kalian, cabai, tomat, pakcoy), lahan  terbuka berisi padi, singkong, tebu, kapas, jahe merah dan areal  perkebunan berisi mangga, jeruk, lemon, alpukat, manggis, kopi, coklat  hingga sagu. Tidak kurang dari 26 jenis komoditas telah diujicobakan.</content:encoded></item></channel></rss>
