<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Gempa Besar di Sesar Lembang, Begini Analisa BMKG</title><description>Bagaimana potensi gempa besar di Sesar Lembang ini?
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg"/><item><title>Potensi Gempa Besar di Sesar Lembang, Begini Analisa BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg-TNdqTeZeag.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/337/2361652/potensi-gempa-besar-di-sesar-lembang-begini-analisa-bmkg-TNdqTeZeag.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat. Lokasi jalur sesar ini terletak sekitar 10 km arah utara Kota Bandung dengan panjang sesar diperkirakan sekitar 25-30 km, berarah barat-timur. Lalu, bagaimana potensi gempa besar di Sesar Lembang ini?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan BMKG telah melakukan pengamatan terhadap Sesar Lembang ini sejak tahun 1963.

&amp;ldquo;Jadi, BMKG itu sudah pernah memasang alat ya pada tahun 1963, tanggal 1 Januari. Kami mengoperasikan Seismograph WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang. Jenis seismograf ini adalah Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen. Memang untuk lokal earthquake ya,&amp;rdquo; kata Daryono.

&amp;ldquo;BMKG itu sudah menganalisa terkait sesar lembang sejak dulu. Kita harus maklum bahwa dulu belum ada sistem digital dan network sehingga kita dalam mengoperasionalkan analisis gempa itu secara analog. Dan masuk ke dunia digital itu 1990,&amp;rdquo; jelas Daryono.

Daryono juga mengatakan hasil kajian para ahli menunjukkan bahwa sesar aktif ini memiliki magnitudo tertarget 6,8. &amp;ldquo;Jadi ya cukup lumayan, kalau dibandingkan Jogja dulu 6,4 dan 6,8 tentu lebih besar lagi dampaknya,&amp;rdquo; ungkapnya.

Baca Juga: Gemuruh di Bandung karena Benda Ruang Angkasa? Ini Penjelasan BMKG

Kemudian, Daryono mengungkapkan jika pada bulan Maret hingga Desember 2020 tidak ada aktivitas kegempaan di Sesar Lembang. &amp;ldquo;Data yang saya amati, pada bulan Maret hingga Desember 2020, data terbaru sekali ya. Nampaknya tidak muncul satupun dalam periode itu. Tapi yang pasti setahun penuh itu tidak menangkap satu gempa pun. Padahal kita sudah bagus jaringannya. Bahwa sesar lembang sebenarnya cukup berjalan lama ya dalam memproduksi gempa itu,&amp;rdquo; katanya.

Sebelumnya, kata Daryono, memang gempa di Sesar Lembang ini terbukti ada. &amp;ldquo;Jadi, pada tahun 2015, 2017, 2018, itu ada monitoring sesar lembang. Dan ternyata memang ada fenomena menarik ketika alat portabel seismograf dipasang di beberapa titik, memang gempa di sesar lembang itu memang terbukti ada. Dan pada tahun 2011 ada gempa yang destruktif itu kekuatan 3,3 magnitudo,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Memang sesar lembang itu terbukti aktif. Dan gempanya juga normal seperti sesar-sesar biasanya ya. Kalau kita kedepan mengandalkan sensor BMKG maka akan lebih banyak lagi yang akan kita catat,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

Daryono pun mengungkapkan beberapa kali gempa yang pernah dirasakan  dan merusak di Sesar Lembang. &amp;ldquo;Jadi, di Lembang itu pernah terjadi gempa  merusak pada tanggal 11 Juli 2003. Kekuatan gempa itu magnitudonya 4,2.  Dimana gempa itu merusak di Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat.

Guncangan terasa di Cigadung, Bojong Koneng serta di sekitar jalan  Surapati di Bandung, jalan Suci hingga Cicaheum. Kalau kita melihat itu  gempa terjadi di Segmen Cihideung,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian, kata Daryono, gempa di Lembang pada 22 Juli 2011 dengan  kekuatannya magnitudo 3,4. &amp;ldquo;Gempa  ini pagi terjadi. Dirasakan di  Bojongkoneng, Ujungberung, dan Pasir Impun, Kota Bandung dalam skala  intensitas II-III MMI. Paling merusak dan dirasakan di Ujungberung.&amp;rdquo;

Selain itu, Daryono mengatakan ada gempa di Lembang yang paling  merusak itu terjadi pada 28 Agustus 2011. &amp;ldquo;Kekuatannya 3,3 magnitudo  tapi merusak 103 rumah di Kp Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kec. Cisarua,  Bandung Barat,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai potensi gempa besar akan  terjadi pada tahu 2021 di Sesar Lembang? Daryono menegaskan bahwa  informasi itu hanya salah paham. &amp;ldquo;Itu sebenarnya salah paham. Bahwa,  Kepala BMKG Bandung itu tidak pernah menyatakan akan gempa pada tahun  2021 di Sesar Lembang.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah, yang saat itu berbicara terkait aktivitas kegempaan namun tidak  berbicara terkait aktivitas gempa di Lembang pada tahun 2021. Tidak  benar bahwa tahun 2021 akan rilis terjadi gempa di sesar Lembang. Tidak  benar,&amp;rdquo; tegas Daryono.

Namun, Daryono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada sains dan  teknologi yang dapat memprediksi gempa, bahkan negara dengan penelitian  yang maju sekalipun.
&amp;ldquo;Jadi, kita itu belum ada sains dan teknologi yang dapat memprediksi  gempa. Negara-negara yang risetnya maju pun belum mempunyai metode yang  establish yang didedikasikaan untuk meramal gempa. Itu semua belum ada.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kalaupun ada, mereka sudah menggunakan untuk menyelamatkan. Nyatanya  negara Jepang, China, Amerika, Turki, Italia, juga New Zealand, gempa  terjadi juga kadang menimbulkan korban. Sehingga, tidak ada orang yang  bisa memprediksi gempa,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

Berikut Data gempa di Sesar Lembang:

16 September 1991 kedalaman 33 km dengan kekuatan M4,4
12 November 2009 kedalaman 24.495 km dengan kekuatan M3,4
22 April 2010 kedalaman 17.2 km dengan kekuatan M3,2
10 Agustus 2011 kedalaman 14.0 km dengan kekuatan M1,6
28 Agustus 2011 kedalaman 15.005 km dengan kekuatan M3,3
4 September 2011 kedalaman 27.3 km dengan kekuatan M1,4
4 September 2011 kedalaman 19.8 km dengan kekuatan M1,6
23 September 2011 kedalaman 10.5 km dengan kekuatan M0,3
28 September 2011 kedalaman 2.3 km dengan kekuatan M0,4
22 Juli 2011 kedalaman 9.917 km dengan kekuatan M3,0
29 September 2011 kedalaman 25.5 km dengan kekuatan M1,0
3 Oktober 2011 kedalaman 29.6 km dengan kekuatan M1,8
22 Agustus 2011 kedalaman 21.542 km dengan kekuatan M3,0
14 Mei 2017 kedalaman 5.0 km dengan kekuatan M2,8
18 Mei 2017 kedalaman 6.0 km dengan kekuatan M2,9
1 September 2017 kedalaman 10 km dengan kekuatan M2,3


</description><content:encoded>JAKARTA - Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat. Lokasi jalur sesar ini terletak sekitar 10 km arah utara Kota Bandung dengan panjang sesar diperkirakan sekitar 25-30 km, berarah barat-timur. Lalu, bagaimana potensi gempa besar di Sesar Lembang ini?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan BMKG telah melakukan pengamatan terhadap Sesar Lembang ini sejak tahun 1963.

&amp;ldquo;Jadi, BMKG itu sudah pernah memasang alat ya pada tahun 1963, tanggal 1 Januari. Kami mengoperasikan Seismograph WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang. Jenis seismograf ini adalah Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen. Memang untuk lokal earthquake ya,&amp;rdquo; kata Daryono.

&amp;ldquo;BMKG itu sudah menganalisa terkait sesar lembang sejak dulu. Kita harus maklum bahwa dulu belum ada sistem digital dan network sehingga kita dalam mengoperasionalkan analisis gempa itu secara analog. Dan masuk ke dunia digital itu 1990,&amp;rdquo; jelas Daryono.

Daryono juga mengatakan hasil kajian para ahli menunjukkan bahwa sesar aktif ini memiliki magnitudo tertarget 6,8. &amp;ldquo;Jadi ya cukup lumayan, kalau dibandingkan Jogja dulu 6,4 dan 6,8 tentu lebih besar lagi dampaknya,&amp;rdquo; ungkapnya.

Baca Juga: Gemuruh di Bandung karena Benda Ruang Angkasa? Ini Penjelasan BMKG

Kemudian, Daryono mengungkapkan jika pada bulan Maret hingga Desember 2020 tidak ada aktivitas kegempaan di Sesar Lembang. &amp;ldquo;Data yang saya amati, pada bulan Maret hingga Desember 2020, data terbaru sekali ya. Nampaknya tidak muncul satupun dalam periode itu. Tapi yang pasti setahun penuh itu tidak menangkap satu gempa pun. Padahal kita sudah bagus jaringannya. Bahwa sesar lembang sebenarnya cukup berjalan lama ya dalam memproduksi gempa itu,&amp;rdquo; katanya.

Sebelumnya, kata Daryono, memang gempa di Sesar Lembang ini terbukti ada. &amp;ldquo;Jadi, pada tahun 2015, 2017, 2018, itu ada monitoring sesar lembang. Dan ternyata memang ada fenomena menarik ketika alat portabel seismograf dipasang di beberapa titik, memang gempa di sesar lembang itu memang terbukti ada. Dan pada tahun 2011 ada gempa yang destruktif itu kekuatan 3,3 magnitudo,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Memang sesar lembang itu terbukti aktif. Dan gempanya juga normal seperti sesar-sesar biasanya ya. Kalau kita kedepan mengandalkan sensor BMKG maka akan lebih banyak lagi yang akan kita catat,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

Daryono pun mengungkapkan beberapa kali gempa yang pernah dirasakan  dan merusak di Sesar Lembang. &amp;ldquo;Jadi, di Lembang itu pernah terjadi gempa  merusak pada tanggal 11 Juli 2003. Kekuatan gempa itu magnitudonya 4,2.  Dimana gempa itu merusak di Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat.

Guncangan terasa di Cigadung, Bojong Koneng serta di sekitar jalan  Surapati di Bandung, jalan Suci hingga Cicaheum. Kalau kita melihat itu  gempa terjadi di Segmen Cihideung,&amp;rdquo; katanya.

Kemudian, kata Daryono, gempa di Lembang pada 22 Juli 2011 dengan  kekuatannya magnitudo 3,4. &amp;ldquo;Gempa  ini pagi terjadi. Dirasakan di  Bojongkoneng, Ujungberung, dan Pasir Impun, Kota Bandung dalam skala  intensitas II-III MMI. Paling merusak dan dirasakan di Ujungberung.&amp;rdquo;

Selain itu, Daryono mengatakan ada gempa di Lembang yang paling  merusak itu terjadi pada 28 Agustus 2011. &amp;ldquo;Kekuatannya 3,3 magnitudo  tapi merusak 103 rumah di Kp Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kec. Cisarua,  Bandung Barat,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai potensi gempa besar akan  terjadi pada tahu 2021 di Sesar Lembang? Daryono menegaskan bahwa  informasi itu hanya salah paham. &amp;ldquo;Itu sebenarnya salah paham. Bahwa,  Kepala BMKG Bandung itu tidak pernah menyatakan akan gempa pada tahun  2021 di Sesar Lembang.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Nah, yang saat itu berbicara terkait aktivitas kegempaan namun tidak  berbicara terkait aktivitas gempa di Lembang pada tahun 2021. Tidak  benar bahwa tahun 2021 akan rilis terjadi gempa di sesar Lembang. Tidak  benar,&amp;rdquo; tegas Daryono.

Namun, Daryono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada sains dan  teknologi yang dapat memprediksi gempa, bahkan negara dengan penelitian  yang maju sekalipun.
&amp;ldquo;Jadi, kita itu belum ada sains dan teknologi yang dapat memprediksi  gempa. Negara-negara yang risetnya maju pun belum mempunyai metode yang  establish yang didedikasikaan untuk meramal gempa. Itu semua belum ada.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kalaupun ada, mereka sudah menggunakan untuk menyelamatkan. Nyatanya  negara Jepang, China, Amerika, Turki, Italia, juga New Zealand, gempa  terjadi juga kadang menimbulkan korban. Sehingga, tidak ada orang yang  bisa memprediksi gempa,&amp;rdquo; ungkap Daryono.

Berikut Data gempa di Sesar Lembang:

16 September 1991 kedalaman 33 km dengan kekuatan M4,4
12 November 2009 kedalaman 24.495 km dengan kekuatan M3,4
22 April 2010 kedalaman 17.2 km dengan kekuatan M3,2
10 Agustus 2011 kedalaman 14.0 km dengan kekuatan M1,6
28 Agustus 2011 kedalaman 15.005 km dengan kekuatan M3,3
4 September 2011 kedalaman 27.3 km dengan kekuatan M1,4
4 September 2011 kedalaman 19.8 km dengan kekuatan M1,6
23 September 2011 kedalaman 10.5 km dengan kekuatan M0,3
28 September 2011 kedalaman 2.3 km dengan kekuatan M0,4
22 Juli 2011 kedalaman 9.917 km dengan kekuatan M3,0
29 September 2011 kedalaman 25.5 km dengan kekuatan M1,0
3 Oktober 2011 kedalaman 29.6 km dengan kekuatan M1,8
22 Agustus 2011 kedalaman 21.542 km dengan kekuatan M3,0
14 Mei 2017 kedalaman 5.0 km dengan kekuatan M2,8
18 Mei 2017 kedalaman 6.0 km dengan kekuatan M2,9
1 September 2017 kedalaman 10 km dengan kekuatan M2,3


</content:encoded></item></channel></rss>
