<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Buzzer Mengkhawatirkan, Romi Benny: Lawan dengan Pendidikan Literasi   </title><description>Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo menyoroti fenomena buzzer yang terus mengancam kehidupan demokrasi</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi"/><item><title>Fenomena Buzzer Mengkhawatirkan, Romi Benny: Lawan dengan Pendidikan Literasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi-hdCRvmEwnG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/337/2361749/fenomena-buzzer-mengkhawatirkan-romi-benny-lawan-dengan-pendidikan-literasi-hdCRvmEwnG.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo menyoroti fenomena buzzer yang terus mengancam kehidupan demokrasi, keberagaman, dan kebersamaan sebagai bangsa.
Menurut Romo Benny, fenomena buzzer akan terus terjadi selama pendidikan literasi lemah, pendidikan kritis lemah, dan tidak ada etika dalam penggunaan media sosial.
&quot;Hal ini terjadi karena salah satunya kesadaran politik etis enggak ada,&quot; kata Romo Benny dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran Negara untuk Influencer Sebaiknya Dihapus
Ia pun mendorong agar buzzer sebagai medium bisa digunakan untuk menjual sebuah ide/gagasan. Sehingga, kata dia, yang terjadi di ruang publik adalah adu gagasan.
Romo Benny mengingatkan, jangan sampai orang-orang yang punya gagasan dan memiliki kemampuan tidak bisa berperan di dalam ruang publik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Pakai Influencer atau Buzzer? Coba Lihat Perbedaannya
Dia berharap, para propaganda tidak lagi bicara hal yang negatif, tetapi berbicara hal yang positif, bangsa dan dan negara, kemajemukan, dan keberagaman.
&quot;Kalau bicara buzzer, seharusnya punya komitmen pada masa depan negara, itu di atas segala-galanya. Kalau ruang demokrasi tanpa gagasan maka muncul pemimpin yang kerdil, pemimpin yang dikarbit,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo menyoroti fenomena buzzer yang terus mengancam kehidupan demokrasi, keberagaman, dan kebersamaan sebagai bangsa.
Menurut Romo Benny, fenomena buzzer akan terus terjadi selama pendidikan literasi lemah, pendidikan kritis lemah, dan tidak ada etika dalam penggunaan media sosial.
&quot;Hal ini terjadi karena salah satunya kesadaran politik etis enggak ada,&quot; kata Romo Benny dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran Negara untuk Influencer Sebaiknya Dihapus
Ia pun mendorong agar buzzer sebagai medium bisa digunakan untuk menjual sebuah ide/gagasan. Sehingga, kata dia, yang terjadi di ruang publik adalah adu gagasan.
Romo Benny mengingatkan, jangan sampai orang-orang yang punya gagasan dan memiliki kemampuan tidak bisa berperan di dalam ruang publik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Pakai Influencer atau Buzzer? Coba Lihat Perbedaannya
Dia berharap, para propaganda tidak lagi bicara hal yang negatif, tetapi berbicara hal yang positif, bangsa dan dan negara, kemajemukan, dan keberagaman.
&quot;Kalau bicara buzzer, seharusnya punya komitmen pada masa depan negara, itu di atas segala-galanya. Kalau ruang demokrasi tanpa gagasan maka muncul pemimpin yang kerdil, pemimpin yang dikarbit,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
