<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Sebut TNI-Polri Sekarang Berbeda saat Rezim Orde Baru</title><description>Meski begitu Komnas HAM, kata Ahmad, tetap memberikan atensi kepada TNI-Polri untuk tetap tidak bertindak represi dalam hal penegakan hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru"/><item><title>Komnas HAM Sebut TNI-Polri Sekarang Berbeda saat Rezim Orde Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru-rUYZ8BuAlm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/337/2362362/komnas-ham-sebut-tni-polri-sekarang-berbeda-saat-rezim-orde-baru-rUYZ8BuAlm.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik memberikan apresiasi kepada lembaga TNI-Polri yang terus melakukan reformasi birokrasi sampai saat ini.
(Baca juga: Prada Ginanjar Prajurit Raider Gugur Akibat Tertembak di Pinggang)
Hal itu disampaikan Ahmad saat memberikan pemaparan dalam Rapim TNI-Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).
&quot;Komnas HAM selalu memberikan apresiasi bahwa reformasi TNI-Polri itu satu langkah sangat progresif,&quot; kata Ahmad.
Menurut Ahmad, reformasi di internal TNI-Polri sangat kentara dibandingkan ketika zaman Orde Baru (Orba). Ahmad yang seorang aktivis ketika itu sangat merasakan represifitas oleh aparat.
(Baca juga: 5 Hal Menarik Keraton Solo: Tempat Pertemuan Ratu Laut Selatan hingga Ritual Malam 1 Suro)
&quot;Saya kebetulan aktivis Orba pada masa itu mengalami peristiwa dimana saya dikejar alami represif. Kalau saya bandingkan sekarang jauh sekali,&quot; ujar Ahmad.
Oleh sebab itu, Ahmad menampik pandangan generasi muda dewasa ini yang masih menyebut bahwa TNI-Polri masih sangat represif. Menurutnya, saat ini jauh lebih baik dibandingkan Orba.
&quot;Kalau anak-anak muda sekarang bilang tak ada perubahan dari Orba, mungkin mereka tak mengalami represi di zaman itu, tidak mengalami jadi orang dikejar-kejar harus lari sana kemari. Kalau sekarang kan tidak tentu berbeda,&quot; ucap Ahmad.
Meski begitu Komnas HAM, kata Ahmad, tetap memberikan atensi kepada TNI-Polri untuk tetap tidak bertindak represi dalam hal penegakan hukum.

&quot;Tapi kami tetap ajak bapak-bapak TNI-Polri marilah sama-sana utamakan norma HAM dalam melaksanakan tugas kewenangan dari level tingi sampai bawah. Saya tahu langkah banyak dilakukan tapi bawah belum menyadari norma-norma HAM,&quot; kata Ahmad.
Sebab itu, Ahmad menekankan perlu ada penekanan di level terbawah bagaimana melaksanakan tugas hukumnya tetap mengedepankan hak asasi manusia.
&quot;Saya kira norma prinsip HAM, bisa di lembagakan melalui training perubahan kurikulum pendidikan termasuk pengawasan intensif saya kira reformasi TNI-Polri mencapai tingkat yang membanggakan,&quot; tutup Ahmad.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik memberikan apresiasi kepada lembaga TNI-Polri yang terus melakukan reformasi birokrasi sampai saat ini.
(Baca juga: Prada Ginanjar Prajurit Raider Gugur Akibat Tertembak di Pinggang)
Hal itu disampaikan Ahmad saat memberikan pemaparan dalam Rapim TNI-Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).
&quot;Komnas HAM selalu memberikan apresiasi bahwa reformasi TNI-Polri itu satu langkah sangat progresif,&quot; kata Ahmad.
Menurut Ahmad, reformasi di internal TNI-Polri sangat kentara dibandingkan ketika zaman Orde Baru (Orba). Ahmad yang seorang aktivis ketika itu sangat merasakan represifitas oleh aparat.
(Baca juga: 5 Hal Menarik Keraton Solo: Tempat Pertemuan Ratu Laut Selatan hingga Ritual Malam 1 Suro)
&quot;Saya kebetulan aktivis Orba pada masa itu mengalami peristiwa dimana saya dikejar alami represif. Kalau saya bandingkan sekarang jauh sekali,&quot; ujar Ahmad.
Oleh sebab itu, Ahmad menampik pandangan generasi muda dewasa ini yang masih menyebut bahwa TNI-Polri masih sangat represif. Menurutnya, saat ini jauh lebih baik dibandingkan Orba.
&quot;Kalau anak-anak muda sekarang bilang tak ada perubahan dari Orba, mungkin mereka tak mengalami represi di zaman itu, tidak mengalami jadi orang dikejar-kejar harus lari sana kemari. Kalau sekarang kan tidak tentu berbeda,&quot; ucap Ahmad.
Meski begitu Komnas HAM, kata Ahmad, tetap memberikan atensi kepada TNI-Polri untuk tetap tidak bertindak represi dalam hal penegakan hukum.

&quot;Tapi kami tetap ajak bapak-bapak TNI-Polri marilah sama-sana utamakan norma HAM dalam melaksanakan tugas kewenangan dari level tingi sampai bawah. Saya tahu langkah banyak dilakukan tapi bawah belum menyadari norma-norma HAM,&quot; kata Ahmad.
Sebab itu, Ahmad menekankan perlu ada penekanan di level terbawah bagaimana melaksanakan tugas hukumnya tetap mengedepankan hak asasi manusia.
&quot;Saya kira norma prinsip HAM, bisa di lembagakan melalui training perubahan kurikulum pendidikan termasuk pengawasan intensif saya kira reformasi TNI-Polri mencapai tingkat yang membanggakan,&quot; tutup Ahmad.</content:encoded></item></channel></rss>
