<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolong, Bayi Piatu Tanpa Anus dan Alami Pembengkakan Jantung Ini Butuh Bantuan</title><description>Bayi tanpa anus dan alami pembengkakan jantung itu butuh bantuan untuk pengobatan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan"/><item><title>Tolong, Bayi Piatu Tanpa Anus dan Alami Pembengkakan Jantung Ini Butuh Bantuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 06:50 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Hijrah Lubis</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan-r8Pi20RgyH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi piatu di Langkat lahir tanpa anus dan mengalami pembengkakan jantung sehingga memerlukan bantuan.  (Foto : iNews/Muhammad Hijrah Lubis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/608/2362020/tolong-bayi-piatu-tanpa-anus-dan-alami-pembengkakan-jantung-ini-butuh-bantuan-r8Pi20RgyH.jpg</image><title>Bayi piatu di Langkat lahir tanpa anus dan mengalami pembengkakan jantung sehingga memerlukan bantuan.  (Foto : iNews/Muhammad Hijrah Lubis)</title></images><description>LANGKAT &amp;ndash; Bayi berusia 6 bernama Aisyah mengidap pembengkakan jantung dan tidak memiliki anus. Anak piatu dari orang tua yang merupakan warga Desa Sangalima, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Kondisi Aisyah kini semakin menurun akibat tidak bisa buang air besar. Bahkan saat buang air besar aisyah terpaksa melakukannya di lubang kemaluannya dengan penuh rasa sakit.
Aisyah kini diasuh oleh bibinya, Inur. Itu lantaran ibunya meninggal saat melahirkan Aisyah.
&amp;ldquo;Awalnya dia lahir mamanya meninggal. Saya adik dari mamanya, karena mamanya meninggal saya mengasuh dia,&amp;rdquo; katanya, Minggu (14/2/2021).
Belakangan ini berat badan Aisyah menurun. Awalnya aisyah lahir dengan berat badan sekitar 4,5 kilogram (kg). Namun, saat ini berat badannya hanya 2,5 kg.
Rencananya Aisyah akan dibawa ke rumah sakit utuk dilakukan oprasi lobang anus.  Namun, saat ini Aisyah harus mendahulukan penanganan penyakit jantung di rumah sakit di Jakarta. Namun, saat ini keluarga terkendala biaya untuk biaya pengobatan Aisyah dan keberangkatan sekitar Rp50 juta. Keluarga terpaksa menunggu bantuan dan juga mengumpulkan dana untuk keberangkatan ke Jakarta.
Menurut Inur, saat itu Ibu Asyah meningal ketika melahirkan, tidak diketahui bahwa anak malang itu tidak memiliki anus dan bahkan mengalami pembengkakan jantung.
Baca Juga : Bayi Miskin Penderita Leukimia Akut Butuh Bantuan Biaya Perawatan
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Mas Ud menyebutkan, dirinya mengunjungi anak di Desa Sangalima yaitu aisah mengalami penyakit jantung bengkak dan tidak memiliki anus. Aisyah memiliki masalah di bagian pencernaan sehingga tubuhnya kekurangan nutrisi.
Baca Juga : Kisah Bayi 35 Hari Asal Mojokerto yang Tak Punya Lubang Anus</description><content:encoded>LANGKAT &amp;ndash; Bayi berusia 6 bernama Aisyah mengidap pembengkakan jantung dan tidak memiliki anus. Anak piatu dari orang tua yang merupakan warga Desa Sangalima, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Kondisi Aisyah kini semakin menurun akibat tidak bisa buang air besar. Bahkan saat buang air besar aisyah terpaksa melakukannya di lubang kemaluannya dengan penuh rasa sakit.
Aisyah kini diasuh oleh bibinya, Inur. Itu lantaran ibunya meninggal saat melahirkan Aisyah.
&amp;ldquo;Awalnya dia lahir mamanya meninggal. Saya adik dari mamanya, karena mamanya meninggal saya mengasuh dia,&amp;rdquo; katanya, Minggu (14/2/2021).
Belakangan ini berat badan Aisyah menurun. Awalnya aisyah lahir dengan berat badan sekitar 4,5 kilogram (kg). Namun, saat ini berat badannya hanya 2,5 kg.
Rencananya Aisyah akan dibawa ke rumah sakit utuk dilakukan oprasi lobang anus.  Namun, saat ini Aisyah harus mendahulukan penanganan penyakit jantung di rumah sakit di Jakarta. Namun, saat ini keluarga terkendala biaya untuk biaya pengobatan Aisyah dan keberangkatan sekitar Rp50 juta. Keluarga terpaksa menunggu bantuan dan juga mengumpulkan dana untuk keberangkatan ke Jakarta.
Menurut Inur, saat itu Ibu Asyah meningal ketika melahirkan, tidak diketahui bahwa anak malang itu tidak memiliki anus dan bahkan mengalami pembengkakan jantung.
Baca Juga : Bayi Miskin Penderita Leukimia Akut Butuh Bantuan Biaya Perawatan
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Mas Ud menyebutkan, dirinya mengunjungi anak di Desa Sangalima yaitu aisah mengalami penyakit jantung bengkak dan tidak memiliki anus. Aisyah memiliki masalah di bagian pencernaan sehingga tubuhnya kekurangan nutrisi.
Baca Juga : Kisah Bayi 35 Hari Asal Mojokerto yang Tak Punya Lubang Anus</content:encoded></item></channel></rss>
