<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Setujui Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Akan Didistribusikan ke Negara Miskin</title><description>WHO memberikan persetujuan darurat bagi penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin"/><item><title>WHO Setujui Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Akan Didistribusikan ke Negara Miskin</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 05:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin-ClA0FtbIFT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin AstraZeneca (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/18/2362660/who-setujui-vaksin-covid-19-astrazeneca-akan-didistribusikan-ke-negara-miskin-ClA0FtbIFT.jpg</image><title>Vaksin AstraZeneca (Foto: Reuters)</title></images><description>JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan persetujuan darurat bagi penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca pada Senin (15/2). Persetujuan itu memungkinkan dimulainya distribusi ke beberapa negara miskin di dunia.
&quot;WHO hari ini memberikan persetujuan darurat kepada dua versi vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford, memberi lampu hijau bagi vaksin ini untuk diluncurkan secara global melalui Covax,&quot; kata pernyataan WHO. Covax adalah program yang bertujuan mendistribusikan dosis-dosis vaksin secara merata.
Kedua versi yang telah disetujui itu sedang diproduksi oleh Institut Serum India (SII) dan di Korea Selatan.
&quot;Negara-negara yang belum memiliki akses ke vaksin akhirnya akan bisa mulai memvaksinasi para pekerja medis dan populasi yang berisiko, sehingga tujuan Covax untuk mendistribusikan vaksin secara merata bisa tercapai,&quot; kata Dr Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO yang mengurusi akses ke obat-obatan.
(Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, Demonstran Diancam Penjara 20 Tahun)
&quot;Tapi kita tetap harus menekan untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana saja dan memfasilitasi akses global. Untuk mencapainya, kita perlu dua hal -- peningkatan kapasitas manufaktur, dan pengajuan awal vaksin oleh pengembang untuk ditinjau oleh WHO,&amp;rdquo; ungkapnya.
WHO memberikan persetujuan darurat itu setelah meninjau kualitas, keamanan dan efikasi vaksin tersebut.
Persetujuan WHO itu juga memungkinkan negara-negara untuk mempercepat persetujuan regulator untuk mengimpor dan memberikan vaksin Covid-19.
(Baca juga: Penelitian Terbaru: Vitamin C &amp;amp; Zinc Tak Bisa Redakan Infeksi Covid-19)
Sebelumnya, baru vaksin Pfizer-BioNTech saja yang mendapat persetujuan WHO.
</description><content:encoded>JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan persetujuan darurat bagi penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca pada Senin (15/2). Persetujuan itu memungkinkan dimulainya distribusi ke beberapa negara miskin di dunia.
&quot;WHO hari ini memberikan persetujuan darurat kepada dua versi vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford, memberi lampu hijau bagi vaksin ini untuk diluncurkan secara global melalui Covax,&quot; kata pernyataan WHO. Covax adalah program yang bertujuan mendistribusikan dosis-dosis vaksin secara merata.
Kedua versi yang telah disetujui itu sedang diproduksi oleh Institut Serum India (SII) dan di Korea Selatan.
&quot;Negara-negara yang belum memiliki akses ke vaksin akhirnya akan bisa mulai memvaksinasi para pekerja medis dan populasi yang berisiko, sehingga tujuan Covax untuk mendistribusikan vaksin secara merata bisa tercapai,&quot; kata Dr Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO yang mengurusi akses ke obat-obatan.
(Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, Demonstran Diancam Penjara 20 Tahun)
&quot;Tapi kita tetap harus menekan untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana saja dan memfasilitasi akses global. Untuk mencapainya, kita perlu dua hal -- peningkatan kapasitas manufaktur, dan pengajuan awal vaksin oleh pengembang untuk ditinjau oleh WHO,&amp;rdquo; ungkapnya.
WHO memberikan persetujuan darurat itu setelah meninjau kualitas, keamanan dan efikasi vaksin tersebut.
Persetujuan WHO itu juga memungkinkan negara-negara untuk mempercepat persetujuan regulator untuk mengimpor dan memberikan vaksin Covid-19.
(Baca juga: Penelitian Terbaru: Vitamin C &amp;amp; Zinc Tak Bisa Redakan Infeksi Covid-19)
Sebelumnya, baru vaksin Pfizer-BioNTech saja yang mendapat persetujuan WHO.
</content:encoded></item></channel></rss>
