<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Pintar, Salah Satu Upaya Warga Tumbuhkan Minta Baca</title><description>Mereka tergerak untuk mengumpulkan aneka jenis buku agar anak-anak semakin tinggi minat bacanya dan tak terus bergantung pada gadget.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca"/><item><title>Rumah Pintar, Salah Satu Upaya Warga Tumbuhkan Minta Baca</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 05:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca-ib0iJZc8Yc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah pintar di Semarang (Foto : iNews/Taufik B)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/512/2362653/rumah-pintar-salah-satu-upaya-warga-tumbuhkan-minta-baca-ib0iJZc8Yc.jpg</image><title>Rumah pintar di Semarang (Foto : iNews/Taufik B)</title></images><description>SEMARANG - Rumah baca menjadi pilihan warga dan anak-anak di semarang, Jawa Tengah (Jateng), selama masa pandemi Covid-19. Mereka tergerak untuk mengumpulkan aneka jenis buku agar anak-anak semakin tinggi minat bacanya dan tak terus bergantung pada gadget.

Anak-anak di RW 12 Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang, kini memiliki kesibukan baru, mereka mengunjungi rumah pintar untuk meminjam beragam jenis buku. Bukan hanya buku pelajaran sekolah, namun juga terdapat buku-buku fiksi.

Rumah pintar tersebut sengaja dihadirkan pada masa pandemi sebagai alternatif belajar anak-anak. Sebab, kini anak-anak memiliki ketergantungan tinggi terhadap gadget.

Bukan hanya untuk pembelajaran daring, tetapi gadget menjadi alat menghabiskan waktu setiap hari.

Karena itu, selepas mengikuti pembelaran daring di rumah masing-masing, anak-anak diarahkan menuju rumah pintar. Bukan hanya membaca buku, mereka juga masih bisa berinteraksi dengan teman-temannya meski dengan jumlah terbatas.

&quot;Karena lagi daring jadi enggak bisa pinjam buku ke sekolah, mungkin bisa pinjam buku di sini,&quot; ujar salah seorang pelajar, Devy Pramudiasti, Senin 15 Februari 2021.

Baca Juga :&amp;nbsp;Jalaluddin Rakhmat Meninggal, Sejumlah Tokoh Puji Karyanya

Sekira 1.000 judul buku yang tersedia di rumah pintar itu. Buku tersebut berasal dari warga yang secara sukarela menyumbangkan buku-bukunya untuk memperkaya koleksi rumah pintar.

Selain itu, juga buku juga berasal dari sumbangan berbagai pihak, yang bertujuan menumbuhkan gerakan literasi di tengah masyarakat.</description><content:encoded>SEMARANG - Rumah baca menjadi pilihan warga dan anak-anak di semarang, Jawa Tengah (Jateng), selama masa pandemi Covid-19. Mereka tergerak untuk mengumpulkan aneka jenis buku agar anak-anak semakin tinggi minat bacanya dan tak terus bergantung pada gadget.

Anak-anak di RW 12 Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang, kini memiliki kesibukan baru, mereka mengunjungi rumah pintar untuk meminjam beragam jenis buku. Bukan hanya buku pelajaran sekolah, namun juga terdapat buku-buku fiksi.

Rumah pintar tersebut sengaja dihadirkan pada masa pandemi sebagai alternatif belajar anak-anak. Sebab, kini anak-anak memiliki ketergantungan tinggi terhadap gadget.

Bukan hanya untuk pembelajaran daring, tetapi gadget menjadi alat menghabiskan waktu setiap hari.

Karena itu, selepas mengikuti pembelaran daring di rumah masing-masing, anak-anak diarahkan menuju rumah pintar. Bukan hanya membaca buku, mereka juga masih bisa berinteraksi dengan teman-temannya meski dengan jumlah terbatas.

&quot;Karena lagi daring jadi enggak bisa pinjam buku ke sekolah, mungkin bisa pinjam buku di sini,&quot; ujar salah seorang pelajar, Devy Pramudiasti, Senin 15 Februari 2021.

Baca Juga :&amp;nbsp;Jalaluddin Rakhmat Meninggal, Sejumlah Tokoh Puji Karyanya

Sekira 1.000 judul buku yang tersedia di rumah pintar itu. Buku tersebut berasal dari warga yang secara sukarela menyumbangkan buku-bukunya untuk memperkaya koleksi rumah pintar.

Selain itu, juga buku juga berasal dari sumbangan berbagai pihak, yang bertujuan menumbuhkan gerakan literasi di tengah masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
