<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Ingin Peluk Peti Jenazah, Pemakaman Pasien Covid-19 di Wajo Nyaris Ricuh</title><description>Pasalnya, keluarga memaksa memeluk peti jenazah sebelum diturunkan ke liang lahat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh"/><item><title>Keluarga Ingin Peluk Peti Jenazah, Pemakaman Pasien Covid-19 di Wajo Nyaris Ricuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh-bggv3BFp5b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: iNews</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/609/2363633/keluarga-ingin-peluk-peti-jenazah-pemakaman-pasien-covid-19-di-wajo-nyaris-ricuh-bggv3BFp5b.jpg</image><title>Foto: iNews</title></images><description>SENGKANG - Prosesi pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), nyaris ricuh. Pasalnya, keluarga memaksa memeluk peti jenazah sebelum diturunkan ke liang lahat.&amp;nbsp;
Peristiwa ini terjadi ketika proses penguburan jenazah Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Wajo, Andi Minarni. Pasien diduga terpapar virus corona dari pasien yang ditanganinya.
&quot;Pasien tertular Covid-19 diduga dari pasien. Karena yang bersangkutan juga membuka praktik mandiri,&quot; kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wajo, Safaruddin, di Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (17/2/2021).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Pandemi Covid-19, KPAI: Jumlah Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini Meningkat
Pemakaman Andi Minarni berlangsung di TPU Atakkae, Kecamatan Tempe, Selasa (16/2/2021) malam. Saat jenazah akan diturunkan ke liang lahat, seorang keluarga memakai APD hendak memeluk peti mati.&amp;nbsp;
Namun, sejumlah petugas dan keluarga lainnya yang juga mengenakan APD langsung mencegahnya untuk menghindari penularan virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Usai Divaksin, Wapres: Alhamdulillah Tidak Ada Rasa Sakit dan Pusing
&quot;Memang pasien dimakamkan sesuai protokol kesehatan oleh tim pemulasaran jenazah,&quot; kata dia.
</description><content:encoded>SENGKANG - Prosesi pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), nyaris ricuh. Pasalnya, keluarga memaksa memeluk peti jenazah sebelum diturunkan ke liang lahat.&amp;nbsp;
Peristiwa ini terjadi ketika proses penguburan jenazah Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Wajo, Andi Minarni. Pasien diduga terpapar virus corona dari pasien yang ditanganinya.
&quot;Pasien tertular Covid-19 diduga dari pasien. Karena yang bersangkutan juga membuka praktik mandiri,&quot; kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wajo, Safaruddin, di Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (17/2/2021).&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Pandemi Covid-19, KPAI: Jumlah Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini Meningkat
Pemakaman Andi Minarni berlangsung di TPU Atakkae, Kecamatan Tempe, Selasa (16/2/2021) malam. Saat jenazah akan diturunkan ke liang lahat, seorang keluarga memakai APD hendak memeluk peti mati.&amp;nbsp;
Namun, sejumlah petugas dan keluarga lainnya yang juga mengenakan APD langsung mencegahnya untuk menghindari penularan virus corona.
Baca juga:&amp;nbsp;Usai Divaksin, Wapres: Alhamdulillah Tidak Ada Rasa Sakit dan Pusing
&quot;Memang pasien dimakamkan sesuai protokol kesehatan oleh tim pemulasaran jenazah,&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
