<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Vaksinasi Covid-19 Palestina Alami Kekurangan Dana</title><description>Palestina diperkirakan membutuhkan USD55 juta untuk melakukan vaksinasi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana"/><item><title>Rencana Vaksinasi Covid-19 Palestina Alami Kekurangan Dana</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana</guid><pubDate>Senin 22 Februari 2021 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana-LdMUxinC6t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/22/18/2366418/rencana-vaksinasi-covid-19-palestina-alami-kekurangan-dana-LdMUxinC6t.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>YERUSALEM - Rencana vaksinasi COVID-19 Palestina mengalami kekurangan dana USD30 juta (sekitar Rp423 miliar), bahkan setelah memperhitungkan dukungan dari skema vaksin global untuk negara ekonomi yang lebih miskin, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan, Senin (22/2/2021).
Israel, pemimpin dunia dalam hal kecepatan vaksinasi, mungkin dapat mempertimbangkan untuk menyumbangkan kelebihan dosis vaksin kepada Palestina untuk membantu mempercepat peluncuran vaksinasi di Tepi Barat dan Gaza, kata Bank Dunia.
BACA JUGA: Israel Kirimkan Pasokan Pertama 2.000 Vaksin Covid-19 ke Palestina
Menurut Bank Dunia, untuk memastikan ada kampanye vaksinasi yang efektif, otoritas Palestina dan Israel harus berkoordinasi dalam pembiayaan, pembelian dan distribusi vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.
Otoritas Palestina (PA) berencana untuk melindungi 20 persen warga Palestina melalui program berbagi vaksin COVAX. Selanjutnya, otoritas Palestina berharap untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk mencapai cakupan 60 persen dari populasi Palestina.
Perkiraan biaya menunjukkan bahwa &quot;total sekitar USD55 juta (sekira Rp776 miliar) akan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi 60 persen populasi, di mana terdapat kesenjangan sebesar USD30 juta (sekira Rp423 miliar),&quot; kata Bank Dunia, menyerukan bantuan donor tambahan.
BACA JUGA: Palestina Tuduh Israel Hentikan Pengiriman 2.000 Dosis Vaksin Sputnik V
Palestina mulai vaksinasi bulan ini dan telah menerima sumbangan sejumlah kecil dosis vaksin COVID dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.
Namun, sekitar 32.000 dosis yang diterima hingga saat ini jauh dari total 5,2 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Dosis Ekstra
Palestina dan kelompok hak asasi manusia menuduh Israel mengabaikan tugasnya sebagai kekuatan pendudukan dengan tidak memasukkan Palestina dalam program vaksinasi negara Yahudi itu.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa di bawah perjanjian perdamaian Oslo, kementerian kesehatan Otoritas Palestina bertanggung jawab untuk memvaksinasi orang-orang di Gaza dan di bagian Tepi Barat yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas.
Israel membuka kembali sebagian ekonominya pada Minggu (21/2/2021)  setelah meluncurkan salah satu program vaksinasi tercepat di dunia.  Vaksin COVID buatan Pfizer Inc telah diberikan kepada 9,1 juta warganya,  dan Israel masih memiliki cadangan terpisah untuk sekitar 100.000 dosis  vaksin Moderna Inc.
Meskipun Otoritas Palestina mengharapkan untuk menerima pengiriman  awal vaksin dari skema vaksin global COVAX dalam beberapa pekan, program  tersebut berisiko gagal, terutama karena kurangnya dana.
Otoritas Palestina mengatakan pihaknya memiliki kesepakatan pasokan  vaksin dengan Rusia dan perusahaan farmasi AstraZeneca, tetapi  pengirimannya lambat untuk datang.
&quot;Dari perspektif kemanusiaan, Israel dapat mempertimbangkan untuk  menyumbangkan dosis vaksin ekstra yang telah dipesannya, yang tidak akan  digunakan,&quot; kata Bank Dunia.
Kementerian kesehatan Otoritas Palestina mengatakan pada Jumat bahwa  Israel telah setuju untuk memvaksinasi 100.000 warga Palestina yang  secara teratur menyeberang ke Israel untuk bekerja.
Keputusan untuk memvaksinasi pekerja Palestina harus segera dibuat,  kata anggota satgas COVID-19 Israel,  Nachman Ash, kepada wartawan pada  Minggu.
&quot;Dari perspektif medis, kami pikir memvaksinasi pekerja Palestina adalah hal yang benar untuk dilakukan,&quot; ujar Ash.
</description><content:encoded>YERUSALEM - Rencana vaksinasi COVID-19 Palestina mengalami kekurangan dana USD30 juta (sekitar Rp423 miliar), bahkan setelah memperhitungkan dukungan dari skema vaksin global untuk negara ekonomi yang lebih miskin, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan, Senin (22/2/2021).
Israel, pemimpin dunia dalam hal kecepatan vaksinasi, mungkin dapat mempertimbangkan untuk menyumbangkan kelebihan dosis vaksin kepada Palestina untuk membantu mempercepat peluncuran vaksinasi di Tepi Barat dan Gaza, kata Bank Dunia.
BACA JUGA: Israel Kirimkan Pasokan Pertama 2.000 Vaksin Covid-19 ke Palestina
Menurut Bank Dunia, untuk memastikan ada kampanye vaksinasi yang efektif, otoritas Palestina dan Israel harus berkoordinasi dalam pembiayaan, pembelian dan distribusi vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.
Otoritas Palestina (PA) berencana untuk melindungi 20 persen warga Palestina melalui program berbagi vaksin COVAX. Selanjutnya, otoritas Palestina berharap untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk mencapai cakupan 60 persen dari populasi Palestina.
Perkiraan biaya menunjukkan bahwa &quot;total sekitar USD55 juta (sekira Rp776 miliar) akan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi 60 persen populasi, di mana terdapat kesenjangan sebesar USD30 juta (sekira Rp423 miliar),&quot; kata Bank Dunia, menyerukan bantuan donor tambahan.
BACA JUGA: Palestina Tuduh Israel Hentikan Pengiriman 2.000 Dosis Vaksin Sputnik V
Palestina mulai vaksinasi bulan ini dan telah menerima sumbangan sejumlah kecil dosis vaksin COVID dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.
Namun, sekitar 32.000 dosis yang diterima hingga saat ini jauh dari total 5,2 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Dosis Ekstra
Palestina dan kelompok hak asasi manusia menuduh Israel mengabaikan tugasnya sebagai kekuatan pendudukan dengan tidak memasukkan Palestina dalam program vaksinasi negara Yahudi itu.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa di bawah perjanjian perdamaian Oslo, kementerian kesehatan Otoritas Palestina bertanggung jawab untuk memvaksinasi orang-orang di Gaza dan di bagian Tepi Barat yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas.
Israel membuka kembali sebagian ekonominya pada Minggu (21/2/2021)  setelah meluncurkan salah satu program vaksinasi tercepat di dunia.  Vaksin COVID buatan Pfizer Inc telah diberikan kepada 9,1 juta warganya,  dan Israel masih memiliki cadangan terpisah untuk sekitar 100.000 dosis  vaksin Moderna Inc.
Meskipun Otoritas Palestina mengharapkan untuk menerima pengiriman  awal vaksin dari skema vaksin global COVAX dalam beberapa pekan, program  tersebut berisiko gagal, terutama karena kurangnya dana.
Otoritas Palestina mengatakan pihaknya memiliki kesepakatan pasokan  vaksin dengan Rusia dan perusahaan farmasi AstraZeneca, tetapi  pengirimannya lambat untuk datang.
&quot;Dari perspektif kemanusiaan, Israel dapat mempertimbangkan untuk  menyumbangkan dosis vaksin ekstra yang telah dipesannya, yang tidak akan  digunakan,&quot; kata Bank Dunia.
Kementerian kesehatan Otoritas Palestina mengatakan pada Jumat bahwa  Israel telah setuju untuk memvaksinasi 100.000 warga Palestina yang  secara teratur menyeberang ke Israel untuk bekerja.
Keputusan untuk memvaksinasi pekerja Palestina harus segera dibuat,  kata anggota satgas COVID-19 Israel,  Nachman Ash, kepada wartawan pada  Minggu.
&quot;Dari perspektif medis, kami pikir memvaksinasi pekerja Palestina adalah hal yang benar untuk dilakukan,&quot; ujar Ash.
</content:encoded></item></channel></rss>
