<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kematian Covid-19 AS Tembus 500 Ribu, Bel Katedral Dibunyikan 500 Kali</title><description>AS mencatat lebih dari 200.000 kematian Covid-19 antara Desember 2020 dan Februari 2021.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali"/><item><title>Kematian Covid-19 AS Tembus 500 Ribu, Bel Katedral Dibunyikan 500 Kali</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2021 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali-ZKsyxSRp97.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/23/18/2366681/kematian-covid-19-as-tembus-500-ribu-bel-katedral-dibunyikan-500-kali-ZKsyxSRp97.JPG</image><title>Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Bel Katedral di Washington dibunyikan 500 kali, di saat Amerika Serikat (AS) memperingati 500.000 kematian akibat Covid-19. Angka ini dicapai hanya setahun sejak kematian pertama akibat Covid-19 di AS dikonfirmasi di Santa Clara, California.
Dalam sebuah pengumuman untuk menghormati orang-orang yang meninggal karena Covid-19, Presiden Joe Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di gedung-gedung publik dan halaman hingga matahari terbenam pada Jumat (26/2/2021).
BACA JUGA: Biden Pimpin Momen Mengheningkan Cipta Peringati 500.000 Warga AS Tewas Akibat Covid-19
&quot;Pada kesempatan khidmat ini, kami merenungkan kehilangan mereka dan orang yang mereka cintai yang ditinggalkan,&quot; kata Biden dalam proklamasinya sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Kita sebagai Bangsa harus mengingat mereka agar kita dapat mulai menyembuhkan, bersatu, dan menemukan tujuan sebagai satu Bangsa untuk mengalahkan pandemi ini.&amp;rdquo;
Lonceng di Katedral Nasional di Washington berdentang 500 kali, melambangkan 500.000 kematian, sebagai penghormatan bagi para korban yang meninggal.
&quot;Saat kami mengakui skala kematian massal di Amerika ini, ingatlah setiap orang dan kehidupan yang mereka jalani,&quot; kata Biden dalam pidato di Gedung Putih setelah bel berbunyi.
&amp;ldquo;Anak laki-laki yang menelepon ibunya setiap malam hanya untuk mengecek. Ayah, anak perempuan yang menerangi dunianya. Sahabat terbaik yang selalu ada. &amp;hellip;Perawat yang membuat pasiennya ingin hidup.&amp;rdquo;
BACA JUGA: WHO: Negara-negara Kaya Jangan Hambat COVAX
Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris beserta pasangan mereka muncul mengenakan pakaian dan masker hitam tanda berkabung. Mereka mengheningkan cipta saat himne &quot;Amazing Grace&quot; dimainkan.
AS mencatat 300.000 kematian akibat Covid-19 pada Desember 2020, yang berarti korban meninggal bertambah lebih dari 200.000 hanya dalam waktu dua bulan. Kematian yang tercatat antara Desember 2020 dan Februari 2021 terhitung sebesar 46% dari total korban meninggal akibat Covid-19 di AS.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Biden meminta warga Amerika untuk tetap waspada dalam memerangi pandemi dengan terus mengenakan masker, mengamati jarak sosial, dan menerima vaksinasi saat tiba giliran mereka.
</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Bel Katedral di Washington dibunyikan 500 kali, di saat Amerika Serikat (AS) memperingati 500.000 kematian akibat Covid-19. Angka ini dicapai hanya setahun sejak kematian pertama akibat Covid-19 di AS dikonfirmasi di Santa Clara, California.
Dalam sebuah pengumuman untuk menghormati orang-orang yang meninggal karena Covid-19, Presiden Joe Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di gedung-gedung publik dan halaman hingga matahari terbenam pada Jumat (26/2/2021).
BACA JUGA: Biden Pimpin Momen Mengheningkan Cipta Peringati 500.000 Warga AS Tewas Akibat Covid-19
&quot;Pada kesempatan khidmat ini, kami merenungkan kehilangan mereka dan orang yang mereka cintai yang ditinggalkan,&quot; kata Biden dalam proklamasinya sebagaimana dilansir Reuters. &amp;ldquo;Kita sebagai Bangsa harus mengingat mereka agar kita dapat mulai menyembuhkan, bersatu, dan menemukan tujuan sebagai satu Bangsa untuk mengalahkan pandemi ini.&amp;rdquo;
Lonceng di Katedral Nasional di Washington berdentang 500 kali, melambangkan 500.000 kematian, sebagai penghormatan bagi para korban yang meninggal.
&quot;Saat kami mengakui skala kematian massal di Amerika ini, ingatlah setiap orang dan kehidupan yang mereka jalani,&quot; kata Biden dalam pidato di Gedung Putih setelah bel berbunyi.
&amp;ldquo;Anak laki-laki yang menelepon ibunya setiap malam hanya untuk mengecek. Ayah, anak perempuan yang menerangi dunianya. Sahabat terbaik yang selalu ada. &amp;hellip;Perawat yang membuat pasiennya ingin hidup.&amp;rdquo;
BACA JUGA: WHO: Negara-negara Kaya Jangan Hambat COVAX
Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris beserta pasangan mereka muncul mengenakan pakaian dan masker hitam tanda berkabung. Mereka mengheningkan cipta saat himne &quot;Amazing Grace&quot; dimainkan.
AS mencatat 300.000 kematian akibat Covid-19 pada Desember 2020, yang berarti korban meninggal bertambah lebih dari 200.000 hanya dalam waktu dua bulan. Kematian yang tercatat antara Desember 2020 dan Februari 2021 terhitung sebesar 46% dari total korban meninggal akibat Covid-19 di AS.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Biden meminta warga Amerika untuk tetap waspada dalam memerangi pandemi dengan terus mengenakan masker, mengamati jarak sosial, dan menerima vaksinasi saat tiba giliran mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
