<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Harap Pengembangan Vaksin Nusantara Sesuai Metode Ilmiah</title><description>Satgas berharap vaksin yang dikembangkan harus sesuai dengan metode ilmiah dan teruji sehingga menghasilkan kandidat vaksin potensial.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah"/><item><title>Satgas Harap Pengembangan Vaksin Nusantara Sesuai Metode Ilmiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2021 04:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah-D0lxjMCjWB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/24/337/2367222/satgas-harap-pengembangan-vaksin-nusantara-sesuai-metode-ilmiah-D0lxjMCjWB.jpeg</image><title>Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah terbuka terhadap  pengembangan Vaksin Nusantara. Vaksin ini  diprakarsai mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dengan menggunakan metode teknologi sel dendritik.

&amp;ldquo;Pada prinsipnya pemerintah terbuka untuk seluruh pengembangan vaksin dalam negeri,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Selasa (23/2/2021).

Dia menegaskan, vaksin yang dikembangkan harus sesuai dengan metode ilmiah dan teruji sehingga menghasilkan kandidat vaksin yang potensial.

&amp;ldquo;Dalam masa pandemi, pemerintah terus mendukung dan mengawal pengembangan vaksin yang tentu harus didasarkan pada ilmu, metode ilmiah, dan diuji di lab sampai menghasilkan kandidat vaksin yang potensial,&amp;rdquo; ujarnya.

Selanjutnya kandidat vaksin tersebut harus melalui tahapan uji praklinik menggunakan hewan percobaan dan menghasilkan kandidat yang aman dan efektif menimbulkan antibodi di hewan percobaan.

Selain itu vaksin harus melalui tahap uji klinis dan melibatkan BPOM. Selain itu juga harus dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmiah.

&amp;ldquo;Kandidat vaksin tersebut harus memasuki tahapan uji klinis yang dilakukan pada manusia dan melibatkan BPOM. Seluruh proses pengembangan vaksin harus dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmiah,&amp;rdquo; ucapnya.

Wiku mengatakan, pemerintah berharap semua pengembangan vaksin sesuai prinsip-prinsip yang ditetapkan tersebut.

Baca Juga : BPOM Masih Evaluasi Hasil Uji Klinis Pertama Vaksin Nusantara

&amp;ldquo;Pemerintah berharap semua pengembangan vaksin yang ada di Indonesia dapat sejalan dengan prinsip-prinsip ini,&amp;rdquo; ucapnya.

Baca Juga : Klaim Vaksin Nusantara Kebal Covid-19 Seumur Hidup, Ahli Epidemiologi: Terlalu Berlebihan
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah terbuka terhadap  pengembangan Vaksin Nusantara. Vaksin ini  diprakarsai mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dengan menggunakan metode teknologi sel dendritik.

&amp;ldquo;Pada prinsipnya pemerintah terbuka untuk seluruh pengembangan vaksin dalam negeri,&amp;rdquo; katanya dalam konferensi persnya, Selasa (23/2/2021).

Dia menegaskan, vaksin yang dikembangkan harus sesuai dengan metode ilmiah dan teruji sehingga menghasilkan kandidat vaksin yang potensial.

&amp;ldquo;Dalam masa pandemi, pemerintah terus mendukung dan mengawal pengembangan vaksin yang tentu harus didasarkan pada ilmu, metode ilmiah, dan diuji di lab sampai menghasilkan kandidat vaksin yang potensial,&amp;rdquo; ujarnya.

Selanjutnya kandidat vaksin tersebut harus melalui tahapan uji praklinik menggunakan hewan percobaan dan menghasilkan kandidat yang aman dan efektif menimbulkan antibodi di hewan percobaan.

Selain itu vaksin harus melalui tahap uji klinis dan melibatkan BPOM. Selain itu juga harus dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmiah.

&amp;ldquo;Kandidat vaksin tersebut harus memasuki tahapan uji klinis yang dilakukan pada manusia dan melibatkan BPOM. Seluruh proses pengembangan vaksin harus dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmiah,&amp;rdquo; ucapnya.

Wiku mengatakan, pemerintah berharap semua pengembangan vaksin sesuai prinsip-prinsip yang ditetapkan tersebut.

Baca Juga : BPOM Masih Evaluasi Hasil Uji Klinis Pertama Vaksin Nusantara

&amp;ldquo;Pemerintah berharap semua pengembangan vaksin yang ada di Indonesia dapat sejalan dengan prinsip-prinsip ini,&amp;rdquo; ucapnya.

Baca Juga : Klaim Vaksin Nusantara Kebal Covid-19 Seumur Hidup, Ahli Epidemiologi: Terlalu Berlebihan
</content:encoded></item></channel></rss>
