<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Italia Akan Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Paskah</title><description>Pemerintah Italia berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah"/><item><title>Italia Akan Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Paskah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2021 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah-5la8k9De4p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/25/18/2368077/italia-akan-perpanjang-pembatasan-covid-19-hingga-paskah-5la8k9De4p.jpg</image><title>Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza. (Foto: Reuters) </title></images><description>ROMA - Pemerintah Italia akan memperpanjang pembatasan virus corona yang sudah ada hingga setelah Paskah, kata Menteri Kesehatan pada Rabu (24/2/2021). Ini diumumkan ketika Roma berencana mempercepat upaya vaksinasi untuk mencoba mengalahkan pandemi COVID-19.
Italia, salah satu negara yang paling terpukul oleh COVID-19, telah mengalami penurunan kasus harian dari sekitar 40.000 pada November menjadi di bawah 15.000 saat ini.
BACA JUGA: Venezuela Usir Kepala Delegasi Uni Eropa, Beri Waktu 72 Jam untuk Pergi
Tetapi, para pejabat khawatir pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan infeksi yang didorong oleh varian baru yang sangat menular.
&quot;Kondisi epidemiologi tidak memungkinkan kami untuk melonggarkan pembatasan,&quot; ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza kepada parlemen.
Ia menambahkan bahwa varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil semakin terdeteksi di Italia.
Pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sebelum Natal, beberapa di antaranya akan berakhir minggu depan.
Speranza mengatakan peraturan baru akan dikeluarkan dalam waktu dekat, dan akan berlaku hingga 6 April, di akhir liburan Paskah. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi bioskop, teater, dan pusat kebugaran tampaknya akan tetap tutup, sementara jam buka untuk bar dan restoran hampir pasti akan sangat terbatas.
BACA JUGA: &quot;Pesawat Hantu&quot; Misterius Terlihat di Bandara Somalia, Munculkan Dugaan Operasi Rahasia AS
Untuk mengatasi kasus baru COVID-19, kabinet baru Perdana Menteri Mario Draghi awal pekan ini memperpanjang larangan perjalanan tidak penting antara 20 wilayah negara itu.
Speranza mengatakan, pemerintah juga berupaya mempercepat upaya vaksinasi.
Italia meluncurkan kampanye vaksin pada akhir Desember, dan sejauh ini telah memberikan 3,7 juta suntikan termasuk suntikan kedua.
Secara keseluruhan, Italia menerima 5,2 juta dosis vaksin dari  produsen, tetapi penundaan pasokan, yang juga mempengaruhi negara-negara  Uni Eropa lainnya, menghambat upaya tersebut.
Wilayah Lombardy utara mengatakan akan mengubah taktiknya untuk  Bergamo dan Brescia - dua daerah yang terkena dampak terparah di Eropa  yang mengalami peningkatan infeksi bulan ini - untuk membebaskan lebih  banyak suntikan bagi penduduk setempat.
&quot;Kami akan menurunkan dosis yang tersedia untuk suntikan kedua ...  Kami harus bergerak cepat,&quot; kata Guido Bertolaso, koordinator kampanye  vaksinasi regional.
Beberapa pejabat Italia mengatakan bahwa seluruh negara harus  melakukan hal yang sama, mengikuti Inggris, yang telah berfokus pada  vaksinasi sebanyak mungkin dan tidak menyisihkan vaksin untuk suntikan  kedua yang direkomendasikan.
</description><content:encoded>ROMA - Pemerintah Italia akan memperpanjang pembatasan virus corona yang sudah ada hingga setelah Paskah, kata Menteri Kesehatan pada Rabu (24/2/2021). Ini diumumkan ketika Roma berencana mempercepat upaya vaksinasi untuk mencoba mengalahkan pandemi COVID-19.
Italia, salah satu negara yang paling terpukul oleh COVID-19, telah mengalami penurunan kasus harian dari sekitar 40.000 pada November menjadi di bawah 15.000 saat ini.
BACA JUGA: Venezuela Usir Kepala Delegasi Uni Eropa, Beri Waktu 72 Jam untuk Pergi
Tetapi, para pejabat khawatir pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan infeksi yang didorong oleh varian baru yang sangat menular.
&quot;Kondisi epidemiologi tidak memungkinkan kami untuk melonggarkan pembatasan,&quot; ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza kepada parlemen.
Ia menambahkan bahwa varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil semakin terdeteksi di Italia.
Pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sebelum Natal, beberapa di antaranya akan berakhir minggu depan.
Speranza mengatakan peraturan baru akan dikeluarkan dalam waktu dekat, dan akan berlaku hingga 6 April, di akhir liburan Paskah. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi bioskop, teater, dan pusat kebugaran tampaknya akan tetap tutup, sementara jam buka untuk bar dan restoran hampir pasti akan sangat terbatas.
BACA JUGA: &quot;Pesawat Hantu&quot; Misterius Terlihat di Bandara Somalia, Munculkan Dugaan Operasi Rahasia AS
Untuk mengatasi kasus baru COVID-19, kabinet baru Perdana Menteri Mario Draghi awal pekan ini memperpanjang larangan perjalanan tidak penting antara 20 wilayah negara itu.
Speranza mengatakan, pemerintah juga berupaya mempercepat upaya vaksinasi.
Italia meluncurkan kampanye vaksin pada akhir Desember, dan sejauh ini telah memberikan 3,7 juta suntikan termasuk suntikan kedua.
Secara keseluruhan, Italia menerima 5,2 juta dosis vaksin dari  produsen, tetapi penundaan pasokan, yang juga mempengaruhi negara-negara  Uni Eropa lainnya, menghambat upaya tersebut.
Wilayah Lombardy utara mengatakan akan mengubah taktiknya untuk  Bergamo dan Brescia - dua daerah yang terkena dampak terparah di Eropa  yang mengalami peningkatan infeksi bulan ini - untuk membebaskan lebih  banyak suntikan bagi penduduk setempat.
&quot;Kami akan menurunkan dosis yang tersedia untuk suntikan kedua ...  Kami harus bergerak cepat,&quot; kata Guido Bertolaso, koordinator kampanye  vaksinasi regional.
Beberapa pejabat Italia mengatakan bahwa seluruh negara harus  melakukan hal yang sama, mengikuti Inggris, yang telah berfokus pada  vaksinasi sebanyak mungkin dan tidak menyisihkan vaksin untuk suntikan  kedua yang direkomendasikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
