<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Anies Soal Banjir, Zita Anjani Diserang Partai Gerindra</title><description>Zita mengkritik penanganan banjir oleh Gubernur Anies Baswedan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra"/><item><title>Kritik Anies Soal Banjir, Zita Anjani Diserang Partai Gerindra</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra</guid><pubDate>Sabtu 27 Februari 2021 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra-G7Ki5iLbYE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zita Anjani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/27/338/2369375/kritik-anies-soal-banjir-zita-anjani-diserang-partai-gerindra-G7Ki5iLbYE.jpg</image><title>Zita Anjani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani menjadi buah bibir yang ramai pasca menyalahkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengantisipasi banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Setelah berdebat dengan Wakil Ketua DPRD fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, kini Zita diserang oleh kader Gerindra lainnya, Abdul Gani.
Diketahui sebelumnya, pada beberapa waktu lalu sebuah program televisi nasional menayangkan sengketa banjir Ibukota dengan nara sumber diantaranya Muhammad Taufik dan Zita Anjani. Keduanya merupakan Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta.
BACA JUGA: Pemprov DKI Jakarta Andalkan Pompa Kendalikan Banjir, Ini Alasannya
Perdebatan terjadi, Zita sebagai ketua Pansus melihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bekerja dalam mengantisipasi banjir lantaran sungai belum dinormalisasi. Sedangkan Taufik melihat dampak banjir yang lebih sedikit dibanding sebelumnya adalah bukti kinerja Gubernur Anies.
Kali ini, Abdul Gani yang juga merupakan anggota Pansus Banjir menilai bahwa sengkarut banjir yang sudah menahun membelit Ibu Kota tidak bisa diselesaikan hanya dengan rekomendasi Pansus Banjir DPRD DKI. Terlebih, kajian Pansus tersebut bersumber dari studi banding di dua daerah yang ternyata juga belum berhasil mengatasi banjir, yaitu Surabaya dan Semarang.
BACA JUGA: Hadapi Banjir, Pemprov DKI Kolaborasi Pendistribusian Tambahan Sarana Pendukung
&quot;Kunjungan Pansus studi banding ke Surabaya dan Semarang itu salah sasaran. Karena di dua daerah tersebut, bahkan sebelum kunjungan Pansus juga sudah banjir kok,&quot; ungkap Ghoni.
&quot;Saya kan juga salah satu anggota Pansus Banjir, disana sungai yang dinormalisasi juga tidak mampu menampung debit air dan melimpah ke jalan. Jadi, menurut saya Pansus Banjir DPRD DKI salah sasaran. Meskipun studi banding kesana juga sah-sah saja,&quot; sambungnya.

Karena itu, Ghoni menyebut, kajian Pansus tidak relevan untuk menjawab persoalan banjir di kawasan metropolitan Jakarta.
&quot;Kalau studi bandingnya cuma Surabaya dan Semarang, ya.. itu kan kota  kecil. Beda dengan Jakarta, disini ada 13 sungai. Saya kira Pansus  terlalu cepat dan buru-buru, sehingga tidak maksimal. Kemarin  rekomendasi Bu Zita juga sudah saya kasih masukan,&quot; katanya.
&quot;Jadi, kita tidak bisa hanya sekedar merekomendasikan, lalu  menyalahkan Pak Anies, itu tidak mungkin. Karena sejak zamannya Pak Ali  Sadikin, Pak Sutiyoso sampai sekarang tidak ada Gubernur yang bisa  mengatasi banjir Jakarta,&quot; ucap Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi  (Forkabi) periode 2021-2026 itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani menjadi buah bibir yang ramai pasca menyalahkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengantisipasi banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Setelah berdebat dengan Wakil Ketua DPRD fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, kini Zita diserang oleh kader Gerindra lainnya, Abdul Gani.
Diketahui sebelumnya, pada beberapa waktu lalu sebuah program televisi nasional menayangkan sengketa banjir Ibukota dengan nara sumber diantaranya Muhammad Taufik dan Zita Anjani. Keduanya merupakan Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta.
BACA JUGA: Pemprov DKI Jakarta Andalkan Pompa Kendalikan Banjir, Ini Alasannya
Perdebatan terjadi, Zita sebagai ketua Pansus melihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bekerja dalam mengantisipasi banjir lantaran sungai belum dinormalisasi. Sedangkan Taufik melihat dampak banjir yang lebih sedikit dibanding sebelumnya adalah bukti kinerja Gubernur Anies.
Kali ini, Abdul Gani yang juga merupakan anggota Pansus Banjir menilai bahwa sengkarut banjir yang sudah menahun membelit Ibu Kota tidak bisa diselesaikan hanya dengan rekomendasi Pansus Banjir DPRD DKI. Terlebih, kajian Pansus tersebut bersumber dari studi banding di dua daerah yang ternyata juga belum berhasil mengatasi banjir, yaitu Surabaya dan Semarang.
BACA JUGA: Hadapi Banjir, Pemprov DKI Kolaborasi Pendistribusian Tambahan Sarana Pendukung
&quot;Kunjungan Pansus studi banding ke Surabaya dan Semarang itu salah sasaran. Karena di dua daerah tersebut, bahkan sebelum kunjungan Pansus juga sudah banjir kok,&quot; ungkap Ghoni.
&quot;Saya kan juga salah satu anggota Pansus Banjir, disana sungai yang dinormalisasi juga tidak mampu menampung debit air dan melimpah ke jalan. Jadi, menurut saya Pansus Banjir DPRD DKI salah sasaran. Meskipun studi banding kesana juga sah-sah saja,&quot; sambungnya.

Karena itu, Ghoni menyebut, kajian Pansus tidak relevan untuk menjawab persoalan banjir di kawasan metropolitan Jakarta.
&quot;Kalau studi bandingnya cuma Surabaya dan Semarang, ya.. itu kan kota  kecil. Beda dengan Jakarta, disini ada 13 sungai. Saya kira Pansus  terlalu cepat dan buru-buru, sehingga tidak maksimal. Kemarin  rekomendasi Bu Zita juga sudah saya kasih masukan,&quot; katanya.
&quot;Jadi, kita tidak bisa hanya sekedar merekomendasikan, lalu  menyalahkan Pak Anies, itu tidak mungkin. Karena sejak zamannya Pak Ali  Sadikin, Pak Sutiyoso sampai sekarang tidak ada Gubernur yang bisa  mengatasi banjir Jakarta,&quot; ucap Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi  (Forkabi) periode 2021-2026 itu.</content:encoded></item></channel></rss>
