<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Pertama Bekerja, Bobby Nasution Pantai Vaksinasi Pedagang di Pasar Sei Sikambing</title><description>Prioritas vaksinasi di Sei Sikambing diberikan kepada pedagang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing"/><item><title>Hari Pertama Bekerja, Bobby Nasution Pantai Vaksinasi Pedagang di Pasar Sei Sikambing</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing</guid><pubDate>Sabtu 27 Februari 2021 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing-d8oZRVzH5P.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pasar Sei Sikambing, Medan, 27 Februari 2021. (Foto: Wahyudi Aulia/MNC News Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/27/608/2369401/hari-pertama-bekerja-bobby-nasution-pantai-vaksinasi-pedagang-di-pasar-sei-sikambing-d8oZRVzH5P.jpeg</image><title>Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau vaksinasi Covid-19 di pasar Sei Sikambing, Medan, 27 Februari 2021. (Foto: Wahyudi Aulia/MNC News Portal)</title></images><description>MEDAN - Program vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution. Itu terlihat dari aktivitas di hari pertamanya menjabat sebagai Wali Kota, yakni meninjau langsung vaksinasi para pedagang di Pasar Sei Sikambang, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sabtu (27/2/2021).
Di Pasar Sei Sikambing, vaksinasi diprioritaskan kepada para pedagang. Tercatat, ada 104 orang pedagang yang mengikuti vaksinasi. Sebelumnya, mereka telah didata lebih dulu oleh pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Puskesmas Helvetia dan Puskesmas Darusallam.
BACA JUGA: Bobby Nasution Tinjau Vaksinasi Covid-19 Sopir Angkutan di Kota Medan
Vaksinasi dimulai sekitar pukul  09.30 WIB. Sebelum menjalani  vaksinasi, para pedagang  lebih dulu melalui sejumlah  tahapan. Begitu tiba di lokasi, petugas kesehatan langsung mengecek suhu tubuh pedagang dengan thermo gun. Setelah itu mendaftar ulang, kemudian petugas kesehatan memeriksa tensi darah serta melakukan skrining guna mengecek riwayat penyakit.
Setelah menjalani semua tahapan tersebut, barulah petugas kesehatan melakukan vaksinasi. Usai menjalani penyuntikan vaksinasi, pedagang kemudian menjalani masa observasi selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada dampak atau gejala yang timbul akibat penyuntikan vaksin yang baru dilakukan tersebut. Apabila  tidak ada gejala yang ditemukan, maka pedagang  dapat meninggalkan lokasi vaksinasi.
BACA JUGA: Kocak, Takut Disuntik, Petugas Damkar Kendal Coba Kabur Saat Vaksinasi Covid-19
Wali kota tiba di Pasar Sei Sikambing sekitar pukul 10.00 WIB bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman beserta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Setelah mencuci tangan di wastafel yang disediakan pihak pasar, Wali Kota langsung mendatangi petugas kesehatan dan menanyakan data peserta dan kesiapan vaksinasi yang dilakukan.



Bobby juga sempat berkomunikasi dengan  salah seorang ibu pedagang  yang tengah menjalani proses  skrining.  Selain memberikan penjelasan  mengenai vaksinasi yang dilakukan, Wali Kota juga mengingatkan agar ibu  pedagang tersebut kembali mengikuti vaksinasi kedua.
&amp;ldquo;Setelah 14 hari penyuntikan vaksin ini dilakukan, ibu harus datang  kembali  untuk mendapatkan suntikan vaksin yang kedua. Harus datang ya  bu, jika tidak datang, penyuntikan vaksin yang dilakukan ini akan  sia-sia,&amp;rdquo;  kata Bobby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yNi8xLzEyOTU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan mengenakan kaos hitam berkerah lengan panjang dan dipadu  celana hijau, Wali Kota selanjutnya mendatangi meja beserta petugas  medis yang siap memberikan pelayanan kepada pedagang. Dari pengakuan  petugas medis maupun pedagang yang telah menjalani vaksin, tak satu pun  yang mengalami gejala-gejala setelah penyuntikan vaksin dilakukan.
Sebelumnya, Wali Kota lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi di  Terminal Terpadu (TTA) Amplas dan Pasar Tradisional Titi Kuning. Wali  Kota berharap program vaksinasi yang dilakukan berjalan lancar. Dengan  demikian masyarakat memiliki kekebalan sehingga dapat menjalankan  aktivitas dengan tenang.Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendy mengatakan, vaksinasi yang   dilakukan ini merupakan pencanangan tahap kedua vaksinasi yang dilakukan   di Kota Medan. Di tahap kedua ini, ada 4 lokasi pencanangan yang   dilakukan yakni TTA Amplas, Pasar Titi Kuning, Pasar Sei Sikambing dan   TTA Pinang Baris.
Dikatakan Edwin, masing-masing lokasi menargetkan 200 peserta untuk   mendapatkan suntikan vaksin. Setelah itu vaksin akan dilanjutkan lagi   dan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki, terutama   kepada lansia dan pelayan publik.
&amp;ldquo;Selain pencanangan, juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat   bahwasannya vaksinasi sudah dapat dilakukan dengan prioritas lansia dan   pelayan publik. Bisa mendaftar melalui aplikasi maupun mendaftar   langsung di tempat pelayanan kesehatan seperti klinik, puskesmas dan   rumah sakit yang telah ditunjuk,&amp;rdquo; jelas Edwin.</description><content:encoded>MEDAN - Program vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution. Itu terlihat dari aktivitas di hari pertamanya menjabat sebagai Wali Kota, yakni meninjau langsung vaksinasi para pedagang di Pasar Sei Sikambang, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sabtu (27/2/2021).
Di Pasar Sei Sikambing, vaksinasi diprioritaskan kepada para pedagang. Tercatat, ada 104 orang pedagang yang mengikuti vaksinasi. Sebelumnya, mereka telah didata lebih dulu oleh pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Puskesmas Helvetia dan Puskesmas Darusallam.
BACA JUGA: Bobby Nasution Tinjau Vaksinasi Covid-19 Sopir Angkutan di Kota Medan
Vaksinasi dimulai sekitar pukul  09.30 WIB. Sebelum menjalani  vaksinasi, para pedagang  lebih dulu melalui sejumlah  tahapan. Begitu tiba di lokasi, petugas kesehatan langsung mengecek suhu tubuh pedagang dengan thermo gun. Setelah itu mendaftar ulang, kemudian petugas kesehatan memeriksa tensi darah serta melakukan skrining guna mengecek riwayat penyakit.
Setelah menjalani semua tahapan tersebut, barulah petugas kesehatan melakukan vaksinasi. Usai menjalani penyuntikan vaksinasi, pedagang kemudian menjalani masa observasi selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah ada dampak atau gejala yang timbul akibat penyuntikan vaksin yang baru dilakukan tersebut. Apabila  tidak ada gejala yang ditemukan, maka pedagang  dapat meninggalkan lokasi vaksinasi.
BACA JUGA: Kocak, Takut Disuntik, Petugas Damkar Kendal Coba Kabur Saat Vaksinasi Covid-19
Wali kota tiba di Pasar Sei Sikambing sekitar pukul 10.00 WIB bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman beserta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Setelah mencuci tangan di wastafel yang disediakan pihak pasar, Wali Kota langsung mendatangi petugas kesehatan dan menanyakan data peserta dan kesiapan vaksinasi yang dilakukan.



Bobby juga sempat berkomunikasi dengan  salah seorang ibu pedagang  yang tengah menjalani proses  skrining.  Selain memberikan penjelasan  mengenai vaksinasi yang dilakukan, Wali Kota juga mengingatkan agar ibu  pedagang tersebut kembali mengikuti vaksinasi kedua.
&amp;ldquo;Setelah 14 hari penyuntikan vaksin ini dilakukan, ibu harus datang  kembali  untuk mendapatkan suntikan vaksin yang kedua. Harus datang ya  bu, jika tidak datang, penyuntikan vaksin yang dilakukan ini akan  sia-sia,&amp;rdquo;  kata Bobby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yNi8xLzEyOTU0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan mengenakan kaos hitam berkerah lengan panjang dan dipadu  celana hijau, Wali Kota selanjutnya mendatangi meja beserta petugas  medis yang siap memberikan pelayanan kepada pedagang. Dari pengakuan  petugas medis maupun pedagang yang telah menjalani vaksin, tak satu pun  yang mengalami gejala-gejala setelah penyuntikan vaksin dilakukan.
Sebelumnya, Wali Kota lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi di  Terminal Terpadu (TTA) Amplas dan Pasar Tradisional Titi Kuning. Wali  Kota berharap program vaksinasi yang dilakukan berjalan lancar. Dengan  demikian masyarakat memiliki kekebalan sehingga dapat menjalankan  aktivitas dengan tenang.Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendy mengatakan, vaksinasi yang   dilakukan ini merupakan pencanangan tahap kedua vaksinasi yang dilakukan   di Kota Medan. Di tahap kedua ini, ada 4 lokasi pencanangan yang   dilakukan yakni TTA Amplas, Pasar Titi Kuning, Pasar Sei Sikambing dan   TTA Pinang Baris.
Dikatakan Edwin, masing-masing lokasi menargetkan 200 peserta untuk   mendapatkan suntikan vaksin. Setelah itu vaksin akan dilanjutkan lagi   dan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki, terutama   kepada lansia dan pelayan publik.
&amp;ldquo;Selain pencanangan, juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat   bahwasannya vaksinasi sudah dapat dilakukan dengan prioritas lansia dan   pelayan publik. Bisa mendaftar melalui aplikasi maupun mendaftar   langsung di tempat pelayanan kesehatan seperti klinik, puskesmas dan   rumah sakit yang telah ditunjuk,&amp;rdquo; jelas Edwin.</content:encoded></item></channel></rss>
