<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp; Johnson's Disetujui AS   </title><description>Secara resmi mengizinkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh Johnson &amp;amp; Johnson&amp;rsquo;s.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as"/><item><title> Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp; Johnson's Disetujui AS   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as</guid><pubDate>Minggu 28 Februari 2021 09:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as-epjxI4v37e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/28/18/2369619/vaksin-covid-19-buatan-johnson-johnson-s-disetujui-as-epjxI4v37e.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>AMERIKA - Badan Pangan dan Obat-obatan AS (Foods and Drugs Administration/FDA) pada Sabtu 27 Februari 2021, secara resmi mengizinkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh Johnson &amp;amp; Johnson&amp;rsquo;s.

Atas persetujuan tersebut, vaksin buatan Johnson &amp;amp; Johnson&amp;rsquo;s bisa mulai digunakan untuk vaksinasi secepatnya pada Senin 29 Februari 2021.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;3,5 Juta Vaksin untuk Swasta, 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi
Menurut hasil studi yang dilakukan di tiga benua, vaksin Johnson &amp;amp; Johnson 85% efektif untuk melawan penyakit serius, rawat inap, dan kematian akibat Covid-19. Vaksin itu memberikan perlindungan bahkan di negara-negara di mana varian Afrika Selatan tersebar.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac
Vaksin yang hanya membutuhkan satu kali suntikan itu dinantikan oleh para pejabat kesehatan yang ingin mempercepat vaksinasi melawan virus corona dan varian baru. Menurut Pusat Riset Virus Corona Johns Hopkins, hingga Sabtu 27 Februari 2021 sore, lebih dari 28,5 juta warga AS telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 512.000 telah meninggal dunia akibat penyakit itu.

&quot;Semakin banyak vaksin yang memiliki efikasi tinggi yang bisa kita dapatkan, semakin baik,&quot; kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, sebelum keputusan FDA itu.

Sebuah panel FDA dengan suara bulat mendukung vaksin itu pada Jumat 26 Februari 2021, membuka jalan bagi pemberian izin dari badan itu.

Vaksin dosis tunggal itu akan menjadi vaksin virus corona ketiga yang disetujui oleh FDA, setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang sama-sama memerlukan dua dosis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yNy8xLzEyOTYwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>AMERIKA - Badan Pangan dan Obat-obatan AS (Foods and Drugs Administration/FDA) pada Sabtu 27 Februari 2021, secara resmi mengizinkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh Johnson &amp;amp; Johnson&amp;rsquo;s.

Atas persetujuan tersebut, vaksin buatan Johnson &amp;amp; Johnson&amp;rsquo;s bisa mulai digunakan untuk vaksinasi secepatnya pada Senin 29 Februari 2021.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;3,5 Juta Vaksin untuk Swasta, 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi
Menurut hasil studi yang dilakukan di tiga benua, vaksin Johnson &amp;amp; Johnson 85% efektif untuk melawan penyakit serius, rawat inap, dan kematian akibat Covid-19. Vaksin itu memberikan perlindungan bahkan di negara-negara di mana varian Afrika Selatan tersebar.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac
Vaksin yang hanya membutuhkan satu kali suntikan itu dinantikan oleh para pejabat kesehatan yang ingin mempercepat vaksinasi melawan virus corona dan varian baru. Menurut Pusat Riset Virus Corona Johns Hopkins, hingga Sabtu 27 Februari 2021 sore, lebih dari 28,5 juta warga AS telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 512.000 telah meninggal dunia akibat penyakit itu.

&quot;Semakin banyak vaksin yang memiliki efikasi tinggi yang bisa kita dapatkan, semakin baik,&quot; kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS, sebelum keputusan FDA itu.

Sebuah panel FDA dengan suara bulat mendukung vaksin itu pada Jumat 26 Februari 2021, membuka jalan bagi pemberian izin dari badan itu.

Vaksin dosis tunggal itu akan menjadi vaksin virus corona ketiga yang disetujui oleh FDA, setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang sama-sama memerlukan dua dosis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yNy8xLzEyOTYwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
